YLK Sumsel Imbau Masyarakat Waspadai Obat Kadaluwarsa

YLK Sumsel Imbau Masyarakat Waspadai Obat Kadaluwarsa

NERACA

Palembang - Yayasan Lembaga Konsumen Sumatera Selatan (YLK Sumsel) mengimbau masyarakat di provinsi itu untuk mewaspadai peredaran obat habis masa pakai atau kedaluwarsa yang diungkap jajaran Polda Sumsel.

“Obat kedaluwarsa yang dijual di sejumlah apotek di kawasan Pasar 16 Ilir yang diamankan polisi beberapa waktu lalu kemungkinan masih ada yang beredar di Palembang dan daerah Sumsel lainnya sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban mengonsumsi obat yang bisa membahayakan kesehatan,” kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumsen (YLK) Sumatera Selatan Hibzon Firdaus, di Palembang, Kamis (5/10).

Selain obat kedaluwarsa, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai peredaran obat yang tidak memiliki izin atau ilegal, serta obat yang memiliki kandungan narkoba atau obat penenang yang terungkap di sejumlah daerah akhir-akhir ini.

Menurut dia, obat tersebut kemungkinan masih ada yang lolos dari pengamanan polisi, kondisi ini perlu dilakukan tindakan antisipasi dengan membeli obat di apotek dan tempat yang memiliki izin resmi, serta tidak membelinya dari pedagang keliling.

Masyarakat perlu mewaspadai peredaran obat yang tidak layak dikonsumsi itu untuk mencegah terjadinya masalah gangguan kesehatan atau dampak buruk lainnya yang dapat merugikan masyarakat selaku konsumen.

“Selain perlu diwaspadai masyarakat, aparat berwenang seperti Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diminta untuk meningkatkan kegiatan penertiban peredaran obat yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat itu,” tambah Hibzon.

Dia menjelaskan terbongkarnya penjualan obat kedaluarsa merupakan salah satu bukti bahwa masih ada obat yang tidak layak konsumsi beredar di tengah-tengah masyarakat. Produk kedaluarsa dan yang ilegal itu, perlu ditertibkan peredarannya karena selain dapat membahayakan kesehatan masyarakat, juga dapat merusak pasar produk yang memiliki izin yang sah untuk diperdagangkan secara umum karena biasanya barang tersebut harganya lebih murah daripada barang yang dipasarkan sesuai ketentuan.

“Melalui upaya tersebut, diharapkan peredaran obat atau produk kedaluarsa dan ilegal dapat dicegah dan masyarakat selaku konsumen bisa terhindar dari penggunaan barang serta mengonsumsi barang yang tidak layak dikonsumsi,” ujar Ketua YLK Sumsel tersebut. Ant

BERITA TERKAIT

Jamkrida Sumsel Bakal Disuntik Modal Rp100 Miliar

Jamkrida Sumsel Bakal Disuntik Modal Rp100 Miliar NERACA Palembang - PT Jamkrida Sumatera Selatan (Sumsel) bakal mendapatkan suntikan modal dari…

Indonesia Sejajar dengan Eropa Soal Pengawasan Obat dan Makanan

Indonesia Sejajar dengan Eropa Soal Pengawasan Obat dan Makanan  NERACA Jakarta - Pemerintah Palestina optimistis Indonesia dapat sejajar dengan negara-negara…

Gubernur Sumsel Minta Bank Perbanyak KUR

Gubernur Sumsel Minta Bank Perbanyak KUR NERACA Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru minta kepada perbankan termasuk bank…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

KABUPATEN SUKABUMI - Peringati Hari Santri PNS “Sarungan”

KABUPATEN SUKABUMI  Peringati Hari Santri PNS “Sarungan” NERACA Sukabumi – Peringati Hari Santri Nasional yang jatuh pada Senin (22/10) Pegawai…

Tingkatkan Mutu Pelayanan, DPMPTSP Sukabumi Akan Sosialisasikan OSS

Tingkatkan Mutu Pelayanan, DPMPTSP Sukabumi Akan Sosialisasikan OSS NERACA Sukabumi – Tingkatkan mutu pelayanan, Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu…

Atlet Sepeda Dari Lima Negara Akan Ramaikan TDL Kuningan

Atlet Sepeda Dari Lima Negara Akan Ramaikan TDL Kuningan NERACA Kuningan – Untuk keempat kalinya, Kuningan kembali akan menggelar Tour…