Anak Indonesia Disiapkan Hadapi Ekonomi Global - Sampoerna Academy Hadir di Sentul

Menjangkau masyarakat lebih luas lagi, Sampoerna Academy yang dikenal dengan sistem pendidikan yang telah teruji belum lama ini menyelenggarakan groundbreaking ceremony untuk pembangunan kampus kelimanya di Sentul. Setelah sebelumnya hadir di Medan, BSD, dan Jakarta, kampus Sampoerna Academy di Sentul akan hadir dengan program pendidikan pra-sekolah serta Sekolah Dasar. Dengan memberikan metode pendidikan abad 21 yang telah teruji, Sampoerna Academy menjawab tantangan globalisasi di masa depan untuk anak Indonesia.

Mustafa Guvercin, Direktur Sampoerna Academy mengungkapkan bahwa melihat kondisi saat ini, era digitalisasi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah membawa banyak dampak untuk Indonesia. Para siswa tidak hanya akan bersaing dengan negara lain namun juga harus menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat. “Kita tidak dapat berharap untuk mendapatkan hasil yang berbeda hanya dengan melakukan usaha yang sama. Sampoerna Academy menawarkan kurikulum cambridge dengan metode pendidikan abad 21. Dengan mengedepankan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Math) dan memberikan beragam praktek dan proyek kepada anak didiknya serta mengasah keterampilan berpikir, yang difasilitasi oleh guru-guru yang terampil akan mendorong anak Indonesia untuk siap bersaing menghadapi masa depan,” jelasnya.

Persiapan untuk era globalisasi dan MEA membutuhkan lebih dari sekedar keterampilan dasar akademis. Sebuah studi yang dilakukan oleh U.S. National Science Foundation mengungkapkan bahwa di masa depan 80% dari pekerjaan di seluruh dunia akan membutuhkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan menyelesaikan masalah.

Sistem pendidikan teruji dari Sampoerna Academy memastikan para siswa mendapatkan keterampilan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan siswa dapat dengan percaya diri mengkomunikasikan apa yang mereka pelajari. Ditambah lagi, kemampuan untuk berkomunikasi dalam bahasa asing yang lancar menjadi kebutuhan dasar di masa depan. Para siswa Sampoerna Academy menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari-hari dan dilengkapi dengan bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia.

Sementara Vera Itabiliana, Psikolog Anak menambahkan bahwa dengan memberikan pendekatan STEAM dan pendidikan keterampilan sejak usia dini dapat menjadi langkah awal menuju masa depan anak yang cemerlang. “Pendidikan yang kita berikan untuk anak sejak dini akan menjadi investasi paling penting di masa depan,” jelas Vera.

Vera juga menekankan, bahwa orang tua jangan hanya mempertimbangkan awal sekolah, namun perlu untuk mempertimbangkan seluruh perjalanan pendidikan anak-anak. Oleh karena itu, memilih sistem pendidikan yang tepat yang dapat mempersiapkan masa depan anak merupakan keputusan terpenting untuk orang tua.

BERITA TERKAIT

Pos Indonesia Luncurkan Prangko Seri Asian Games 2018

Pos Indonesia Luncurkan Prangko Seri Asian Games 2018 NERACA Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Kepala Regional 4…

Bisnis Hotel Budget Makin Menarik - Swiss-Belhotel International Tambah Jumlah 7 Zest Hotels dI Seluruh Indonesia

Bisnis Hotel Budget Makin Menarik Swiss-Belhotel International Tambah Jumlah 7 Zest Hotels dI Seluruh Indonesia NERACA Jakarta - Swiss-Belhotel International…

Bisnis Hotel Budget Makin Menarik - Swiss-Belhotel International Tambah Jumlah 7 Zest Hotels dI Seluruh Indonesia

Bisnis Hotel Budget Makin Menarik Swiss-Belhotel International Tambah Jumlah 7 Zest Hotels dI Seluruh Indonesia NERACA Jakarta - Swiss-Belhotel International…

BERITA LAINNYA DI CSR

BNI Syariah Bahagiakan Anak-Anak Korban Banjir

Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan dan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, BNI Syariah bersama Yayasan Hasanah Titik menyalurkan bantuan kepada…

Peduli Lingkungan Sejak Dini - Jaga Wiyata Gelar Aksi Edukasi Jaga Bhumi

Memperkenalkan kekayaan alam Indonesia dan juga menjaga kelestariannya kepada siswa sejak dini, dirasakan penting agar anak cucu yang akan datang…

Permudah Akses Masyarakat di Pelosok Garut - Karyawan Telkomsel Bangun Jembatan Berdaya

Sebagai wujud kepedulian bagi masyarakat sekitar tempat beroperasi, Telkomsel bersinergi bersamaan salah satu komunitas keagamaan karyawan, Majelis Taklim Telkomsel (MTT)…