Teguk Manisnya Usaha Bali Coklat

Keinginan kuat untuk membangun sebuah usaha dan menciptakan produk berkualitas, menginspirasi Indra dan Ria untuk terus berkreasi. Setelah sukses dengan produk Bir Pletok dan Takoyaki . Indra dan Ria juga mengeluarkan produk baru yaitu minuman cokelat dengan nama Bali Cokelat.

Dipilihnya minuman cokelat diakui Ria bukan tanpa alasan. Minuman yang satu ini selain disukai semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orangtua, juga minuman cokelat yang bisa disajikan hangat maupun dingin cocok dijajakan baik di musim kemarau maupun penghujan.

Menurut Ria, untuk membuat minuman cokelat berkualitas ia dan suami tidak main-main. Selain bekerja sama dengan produsen cokelat yang diambil langsung dari perkebunan cokelat di tanah air, masa uji coba hingga mendapatkan campuran rasa cokelat yang pas hingga beberapa bulan menjadi salah satu buktinya.

Selain rasa cokelat original, Bali Cokelat juga memiliki beberapa varian rasa yang ditawarkan seperti Cokelat Susu, Cokelat Keju, Cokelat Oreo, Cokelat Kopi dan beberapa varian cokelat lainnya. Selain disajikan dingin, untuk cokelat original, cokelat susu, dan cokelat kopi juga nikmat disajikan dalam keadaan hangat.

Bicara mengenai harga, Bali Cokelat menawarkan harga yang terjangkau. Untuk cokelat yang disajikan dingin dijual dengan harga Rp 8 ribu per cup sedangkan untuk cokelat hangat dijual dengan harga Rp 6 ribu per cup.

Melihat banyaknya permintaan untuk kerjasama, Indra dan Ria menawarkan sistem kerjasama. Adapun investasi yang ditentukan mulai dari Rp 6,5 juta untuk Mitra di Jakarta dan Jabodetabek dan Rp 5 juta untuk Mitra di luar kota.

Bagi mereka yang di Jabodetabek dengan investasi tersebut sudah mendapatkan paket lengkap, mulai dari booth, peralatan seperti blender, termos, dispenser, parutan dan peralatan pendukung lain. Selain itu Mitra juga akan mendapatkan bahan baku awal sebanyak 250 yang terdiri dari 175 pack untuk varian ice dan 75 untuk varian hot lengkap dengan cup, sedotan, hingga topping yang terdiri dari keju, cokelat dan kacang.

Sedangkan untuk Mitra luar kota, investasi yang diberikan murah karena tidak dilengkapi dengan booth. Menurut Ria, harga pengiriman booth yang mahal bisa memberatkan Mitra, bahkan harga pengiriman bisa lebih mahal dari pada membuat booth di lokasi Mitra. Di luar booth, Mitra akan mendapatkan semua keperluan usaha lengkasp sama seperti yang didapatkan Mitra Jabodetabek.

Dalam kerjasama ini, tidak ada royalty fee maupun franchise fee yang diambil dari Mitra. Sehingga sleuruh keuntungan yang didapatkan menjadi hak Mitra sepenuhnya. Mitra hanya akan diwajibkan membeli bahan baku cokelat.

Untuk investasi yang tidak terlalu besar, Ria dan Indra memberikan asumsi tidak terlalu lama sekitar 1,5 bulan. Balik modal tersebut dapat tercapai dengan asumsi penjualan 50 cup per hari dengan harga jual Rp 8 ribu dengan omset Rp 12 juta per bulan. Setelah dipotong dengan pembelian bahan baku sebesar 50% dan biaya lain seperti pegawai dan sewa tempat maka laba bersih sekitar Rp 4,3 juta.

BERITA TERKAIT

Pertemuan IMF-World Bank Beri Dampak 0,64% ke Ekonomi Bali

    NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Pertemuan Tahunan IMF-WB dapat memberikan dampak…

Prima Cakrawala Hentikan Kegiatan Produksi - Izin Usaha Industri Ditolak

NERACA Jakarta – Lantaran pembangunan pabrik berada di kawasan pemukiman atau tidak memunuhi syarat yang diperuntukannya, akhirnya izin operasional pembangunan…

BEI Perkuat Basis Investor Lokal di Bali - Menjaga Stabilitas Harga Saham

NERACA Denpasar - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggenjot pertumbuhan investor di sejumlah daerah termasuk di Bali untuk mendorong kinerja…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…

Jajaki Gurihnya Usaha Jajan Martabak

Jajanan Martabak merupakan salah satu kudapan yang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Disajikan dengan berbagai varian rasa, martabak tak…

Tips Bertahan di Tengah Bisnis Musiman

Di masa sekarang banyak sekali usaha atau bisnis yang dating. Bahkan tidak sedikit yang umurnya baru seusia jagung sudah tumbang.…