Kilas berita

Selasa, 24/01/2012

Hari Pertama Imlek

Bogor Diguyur Hujan

Hari pertama Tahun Baru Imlek 2563, Senin, di Kota Bogor, Jawa Barat, diguyur hujan ringan.

Hujan turun mulai pukul 11.10 WIB mengguyur sebagian besar wilayah Kota Bogor. Sementara, pagi harinya cuaca cukup cerah dengan awan biru.

Meskipun hanya sesaat, hujan yang tadi turun kembali reda 20 menit kemudian. Turunnya hujan menurut warga keturunan Tionghoa sebagai tanda telah masuknya Tahun Baru Imlek.

"Kepercayaan orang Tionghoa, Tahun Baru Imlek itu sebagai tanda masuknya musim hujan. Setiap pergantian tahun baru Imlek selalu ditandai hujan," kata Candra salah satu warga Tionghoa di Kota Bogor.

Menurut Candra, di Tahun Naga Air ini, hujan akan sering turun mengingat tahun ini terdapat unsur air, katanya.

Pada Hari Imlek Delman

Mangkal Di Gedung Sate

Imlek menjadi berkah bagi belasan kusir delman karena bisa mangkal dan berkeliling kawasan Gedung Sate, Bandung, untuk mengangkut wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gasibu, Senin.

"Sudah dua hari ini pengunjung banyak di sekitar sini. Hari-hari biasa sih tidak bisa leluasa menarik wisatawan di sini," kata Adang, kusir delman yang ditemui di kawasan Gedung Sate.

Sedikitnya ada 17 delman yang mangkal dan menarik penumpang di kawasan kantor Gubernur Jawa Barat itu. Para kusir delman mengenakan tarif seharga Rp5.000 untuk satu putaran.

Setiap delman bisa mengangkut enam penumpang, namun sebagian besar mengenakan tarif borongan Rp30.000. Sebagian besar penumpangnya adalah anak-anak yang berwisata di kawasan itu.

"Menarik wisatawan di sini hanya liburan kali ini saja, hari-hari biasanya tidak bisa beroperasi di Bandung. Tentu kami harus melengkapi dengan celana kuda agar kotoran tidak berceceran," katanya.

Penebang Pohon Pelindung

Didenda Rp 8 Juta

Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat akan menindak tegas dan memberi sanksi berat kepada siapa saja yang menebang pohon pelindung dengan denda antara Rp500.000 hingga Rp8 juta.

"Pemberian sanksi ini kepada penebang atau perusak pohon pelindung ini merupakan salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan rindang," kata Seketaris Daerah Kota Sukabumi, M Muraz kepada ANTARA di Sukabumi, Senin.

Menurut dia, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi Nomor 7 Tahun 2005 tentang izin penebangan pohon di wilayah Kota Sukabumi, yakni setiap penebangan pohon yang pangkal batangnya berdiameter 10 cm ke atas harus mendapat izin dari Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman (DP-4) setempat.

Ia mengatakan, penebangan pohon ini juga diatur dalam Peraturan Wali Kota Sukabumi Nomor 8 Tahun 2006, tentang tata cara dan persyaratan pemberian izin penebangan pohon.

"Sanksi yang diberikan kepada oknum penebang pohon tanpa izin minimal Rp500.000 sampai Rp8 juta dan harus mengganti pohon yang ditebang " tambahnya.

Jembatan Rusak, Warga Lebak

Gunakan Rakit Bambu

Warga Sangiang Tanjung, Kabupaten Lebak, Banten, terpaksa menggunakan rakit bambu sebagai alat penyeberangan pascarusaknya jembatan gantung di atas Sungai Ciberang untuk mencegah korban jiwa.

"Kami melarang warga melintasi jembatan gantung di atas Sungai Ciberang sepanjang 200 meter yang kondisinya tidak layak pakai akibat diterjang banjir sepekan lalu," kata Sekertaris Desa Sangiangtanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Hasanudin di Lebak, Senin.

Ia mengatakan, semua warga yang hendak menyeberang ke Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, harus menggunakan rakit bambu yang telah disediakan aparat desa.

Jembatan gantung itu tidak boleh dilintasi, karena khawatir anak-anak sekolah jatuh ke Sungai Ciberang.

Selama ini kondisi jembatan gantung sangat berbahaya, dan mirip jembatan dalam film "Indiana Jones and The Temple of Doom".

Bahkan, aparat desa setempat dan relawan taruna siaga bencana (Tagana) berjaga-jaga selama 24 jam.

Jelang Musim Tanam

Urea Langka di Cianjur

Pupuk jenis urea langka di Cianjur, Jabar, memasuki masa tanam dan kelangkaan tersebut disinyalir telah terjadi sejak dua pekan terakhir.

Anung (56) salah seorang petani di Kampung Gunteng, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Minggu, mengatakan, sejak dua minggu terakhir, dia dan ratusan petani lainnya mengganti fungsi pupuk urea dengan ponskha.

Namun hal tersebut jutsru menimbulkan masalah baru karena harganya lebih mahal dibandingkan dengan pupuk urea. Sehingga ratusan petani, merasa diberatkan dengan kelangkaan urea tersebut.

"Ini selalu terjadi setiap tahun, tepatnya menjelang musim tanam . Biaya produksi meningkat hampir 30% dari biasanya. Pupuk jenis urea seakan menghilang di sejumlah kios. Sekalipun ada, harganya naik dari Rp80.000 per zak, kini menjadi Rp90.000 per zak," tuturnya.

Produksi Pangan 3 Kecamatan

di Pandeglang Rendah

Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi mengatakan tiga dari 35 kecamatan di daerah itu produksi pangannya masih rendah sehingga bisa menimbulkan kerawanan pangan.

"Tiga kecamatan itu adalah Majasari, Labuan dan Pandeglang. Produksi pangannya rendah padahal jumlah penduduk cukup banyak," katanya di Pandeglang, Minggu.

Populasi penduduk di Kecamatan Pandeglang, kata dia, 39.759 jiwa, sedangkan produksi pangan 3.620 ton, sementara penduduk Majasari 44.714 jiwa dengan produksi 2.878 ton," katanya.

Bupati mengatakan, untuk Kecamatan Labuan penduduknya 54.534 jiwa dengan produksi pangan 2.847 ton.

"Untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan di tiga kecamatan itu, akan diupayakan meningkatkan pruduksi dengan mengoptimalkan potensi yang ada," katanya.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang, kata dia, menargetkan seluruh desa/kelurahan dan kecamatan di daerah itu bisa mandiri pangan.

Karawang Siapkan Mobilisasi

Penduduk Untuk E-KTP

Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melakukan pemetaan wilayah sebagai persiapan kegiatan mobilisasi penduduk terkait akan dilaksanakannya program kartu tanda penduduk elektronik di daerah tersebut pada April 2012.

"Pemetaan wilayah itu penting sebelum dilakukan mobilisasi penduduk terkait dengan program e-KTP (kartu tanda penduduk elektronik)" kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat, Eka Sanatha, di Karawang, Minggu.

Ia mengaku sudah mengumpulkan para camat se-Karawang dalam menyiapkan pemetaan wilayahnya masing-masing.

Dalam pemetaan tersebut, nantinya akan diketahui daerah yang terbanyak penduduknya, daerah yang terjauh, dan lain-lain. Hal itu perlu diketahui, sehingga kegiatan mobilisasi penduduk nantinya bisa berjalan lancar.