Pesanan Mitsubishi Xpander Tembus 23 Ribu Unit - Kebutuhan MVP Tinggi

NERACA

Cikarang - Chief Operating Officer Mitsubishi Motors Corporations (MMC) Trevor Mann mengatakan sejak pertama diluncurkan pada Agustus 2017 kemarin, tercatat mobil multi purpose vehicle (MPV) keluaran Mitsubishi, yakni Xpander telah tembus pemesanan sedikitnya 23 ribu unit.

Sementara, pada awal peluncurannya yang bertepatan dengan ajang pamer otomotif, Xpander membukukan pemesanan sebanyak 5.000 unit. Angka ini mengalahkan penjualan total pesananan Avanza -Xenia yang selama ini merajai penjualan MPV dalam negeri. Mobil ini telah menerima pemesanan lebih banyak dibandingkan model kendaraan Mitsubishi Motors lainnya," Trevor di Cikarang, Jawa Barat, kemarin.

Menurut dia, tingginya jumlah permintaan Xpander, berbarengan dengan meningkatnya permintaan kendaraan penumpang di dalam negeri, khususnya model MPV. Oleh karenanya, ia yakin, bahwa dengan populasi usia muda di tanah air lebih dari 260 juta penduduk, bakal menjadi celah untuk pabrikan asal Jepang itu dalam memasarkan produknya."Populasi generasi muda 260 juta jiwa dengan potensi meningkatkan rasio kepemilikan kendaraan. Nah, Indonesia merupakan kunci prioritas bagi Mitsubishi Motors," tukasnya.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Kyoya Kondo mengungkapkan respons positif masyarakat soal Mitsubishi Xpander, cukup mengejutkan pasar otomotif dalam negeri. Bahkan pihak Mitsubishi Indonesia sendiri mengakui, kalau hasil yang dicapai, lebih baik dari harapan mereka.

Sekitar dua bulan pertama sejak meluncur pada 10 Agustus 2017 lalu, jumlah pesanan mencapai 23.000 unit. Padahal, volume produksi sampai akhir tahun ini hanya 12.000 unit, seperti yang disebutkan Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia Takao Kato. Meski pesanan terus menumpuk, tapi Mitsubishi masih menunduk kepada pemain lama, seperti Avanza, Mobilio, Ertiga, dan Xenia. Mereka belum mau dianggap jemawa, ketika ditanyakan apakah ke depannya bisa menempati posisi kedua atau bahkan menggeser takhta raja LMPV.

“Kami memang mendapat pemesanan yang membludak, tapi itu bukan berarti kami bisa melewati para kompetitor secara mudah. Kami baru saja masuk ke segmen ini dan merupakan tantangan yang luar biasa,” tutur Kyoya Kondo.

Segmen yang dimasuki Xpander merupakan yang terbesar dan paling kompetitif, dan kami tidak boleh jumawa. Terpenting adalah kepercayaan konsumen. Kondo menambahkan kalau mereka baru saja mengirimkan Xpander, yang mana ini baru sekedar permulaan. “Kami akan terus berusaha melayani semua konsumen dengan baik. Setelah itu baru bisa meningkatkan penjualan sedikit demi sedikit,” ucap Kondo.

Sementara, perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, mengungkapkan apresiasinya atas capaian dari pemesanan Xpander. Ia berujar, dengan kemunculan Xpander, dapat semakin meramaikan kendaraan penumpang di Indonesia pada segmen tersebut. Mengingat, memang saat ini dari masing-masing brand memiliki model kendaraan MPV. "Kehadiran Xpander tentu meramaikan segmen pasar MPV yang saat ini sudah banyak variasi, dan sudah cukup banyak diproduksi oleh perusahaan otomotif lainnya," kata dia.

Ia juga meminta, agar setidaknya ke depan Mitsubishi di dalam negeri dapat lebih meningkatkan perannya ke berbagai aspek dalam bidang industri otomotif. Mulai dari investasi, inovasi teknologi, menambah penyerapan tenaga kerja dan melibatkan sebanyak mungkin mitra lokal dalam kegiatan industrinya."Itu akan memberi dampak positif yang siginifikan bagi pertumbuhan industri otomotif Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, Irwan Kuncoro, Direktur Penjualan dan Pemasaran Mitsubishi Indonesia mengatakan pengiriman Mitsubishi Xpander akan dipercepat sampai ke tangan konsumen mulai akhir September 2017. Hal itu dikonfirmasi pihak Mitsubishi Indonesia, terutama bagi konsumen yang melakukan pemesanan (SPK) pada periode pertama peluncuran.

Mitsubishi menyatakan bahwa pengiriman akan sampai ke tangan konsumen pada Oktober. Langkah yang diambil Mitsubishi Indonesia ini lebih cepat dari jadwal semula. “Awalnya kami merencanakan produksi MMKI mulai Oktober, kemudian maju ke September,” kata Irwan.

Irwan melanjutkan, pihaknya fokus pada proses produksi dan pengiriman daripada terus mengupdate total pemesanan Mitsubishi Xpander yang tercatat sudah melewati angka 11 ribu unit sebelum akhir Agustus.

“Lebih dari 11 ribu. Sekarang sudah menuju pekan keempat. Poinnya bagi kami adalah SPK akan terus bertambah dan berlipat dalam beberapa pekan ke depan. Tapi angka bukan prioritas kami, justru kami prioritaskan bagaimana komitmen kami kepada konsumen,” kata Irwan.

BERITA TERKAIT

Borneo Sarana Bidik Pendapatan US$ 60 Juta - Genjot Produksi 800 Ribu Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) langsung menggenjot produksi…

Permata Hijau Suits Samakan Cicilan Semua Unit

Permata Hijau Suits Samakan Cicilan Semua Unit NERACA Jakarta - PT Palmerindo Properti, selaku pengembang apartemen Permata Hijau Suites memberikan…

BEI Sayangkan Masih Listing di Negara Lain - Miliki Return Investasi Tinggi

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan industri pasar modal menjadi ketertarikan investor asing menanamkan modalnya tanah air, namun ironisnya masih ada…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Genjot Investasi dan Ekspor, IKTA Dipacu Perdalam Struktur

NERACA Jakarta – Industri Kimia, Tektsil, dan Aneka (IKTA) merupakan kelompok sektor manufaktur yang berkontribusi signfikan terhadap Produk Domestik Bruto…

Sepanjang Januari 2018 - Panen Belum Merata, Harga Gabah Kering dan Beras Tercatat Naik

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan harga gabah kering panen dan gabah kering giling selama Januari…

KLHK Optimistis Ekspor Produk Kayu 2018 Meningkat

NERACA Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan optimistis ekspor produk kayu nasional pada 2018 akan meningkat dibandingkan…