Proyek Infrastruktur Jadi Kekuatan Indonesia

NERACA

Palembang—Kebijakan pemerintah memproritaskan sejumlah proyek infrastruktur yang masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3EI) bisa mendorong Indonesia setara dengan negara maju pada 2025. Alasanya program itu dapat memacu pendapatan per kapita yang berkisar antara USD14.250-USD15.500 dengan nilai kisaran produk domestik bruto (PDB) Rp4 triliun-Rp4,5 triliun. "Melalui angka tersebut, di 2025 kita bangsa Indonesia menempatkan diri sebagai kekuatan ekonomi 12 besar dunia melalui pertumbuhan ekonomi tinggi, inklusif, dan berkelanjutan," kata Menko Perekonomian Hatta rajasa kepada wartawan di Jakarta,23/1

Lebih jauh kata Hatta, pada 2025 bangsa Indonesia mewujudkan diri sebagai negara basis ketahanan pangan dunia, pusat pengolahan produk pertanian dan sumber daya mineral, serta pusat mobilitas logistik nasional. "Apalagi, kita mempunyai akses atas Selat Malaka yang merupakan sea lane of communication dunia dan tiga ALKI yang merupakan modalitas backbone logistik strategis vital," imbuhnya

Disisi lain, lanjut Hatta, kesiapan membangun infrastruktur telah menjadi tekad pemerintah. Bahkan telah menyiapkan dana tambahan sebesar Rp2 triliun-Rp3 triliun dari Sisa Anggaran Lebih (SAL) untuk anggaran pembangunan pelabuhan.

Tambahan dana tersebut, lanjut Hatta, akan dilakukan adalah memodernisasi pelabuhan, memperpanjang dermaga, mempercepat pembangunan dermaga dan pelabuhan baru serta membuat kapal perintis untuk penghubung antarpulau. "Ini dilakukan agar arus barang dapat lebih lancar," tuturnya

Dana ini, menurut Hatta, akan mengunakan dana SAL 2011. Seperti diketahui pada tahun anggaran 2011 pemerintah memiliki SAL netto sebesar Rp12 trilun yang digunakan untuk tambahan dana infrastruktur."Ini perlu dilakukan untuk menghubungkan antardaerah sehingga perekonomian kita khususnya ekonomi daerah tersebut," tukasnya

Ditempat terpisah, Deputi Menko Perekonomian Bidang Perindustrian dan Perdagangan, Edy Putra Irawadi mengatakan pengakuan dunia internasional perlu diimbangi dengan kerja keras. Karena saar ini banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan pemerintah. “Upaya kita memperbaiki yang masih kurang agar naik lagi peringkatnya. Terutama masalah birokrasi, korupsi, tenaga kerja, infrastruktur, dan listrik masih belum memuaskan," ujarnya

Walaupun masih banyak PR yang harus dikerjakan pemerintah, status investment grade yang telah diraih ini akan memberikan dampak ke perekonomian Indonesia. Dirinya pun optimistis Indonesia akan menjadi tujuan investasi yang sangat menarik. "Ada dampaknya, investasi yang banyak, karena Indonesia menjadi tempat tujuan investasi menarik. Investasi pertama memang akan berbentuk portofolio dulu, nah kemudian lari ke investasi langsung," paparnya

Sebelumnya, setelah lembaga pemeringkat Fitch Rating menaikkan rating utang Indonesia ke level investment grade, kini giliran lembaga pemeringkat Moodys yang menaikkan peringkat bagi obligasi Indonesia denominasi rupiah dan asing.

Berdasarkan catatan, Moodys menaikkan obligasi Indonesia menjadi Baa3 dari Ba1 dengan outlook stabil. Ada empat pendorong utama yang menjadikan Indonesia masuk ke level investment grade. Pertama, Moodys melihat metrik keuangan Indonesia telah sejalan dengan negara-negara yang memiliki rating utang Baa. Kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukan tahan terhadap guncangan eksternal yang besar. Ketiga, adalah kebijakan dan sistem-sistem yang diterapakan oleh pemerintah mampu mengatasi kerentanan keuangan. Terakhir adalah sistem perbankan sehat yang mampu bertahan dari stress test.**cahyo

BERITA TERKAIT

20 Persen Ponsel di Indonesia Dibeli dari Black Market

20 Persen Ponsel di Indonesia Dibeli dari Black Market NERACA Jakarta - Sekitar 20 persen dari ponsel pintar yang beredar…

CAP Dukung Infrastruktur Penyediaan Air Minum yang Memadai - Melalui Produk Unggulan Asrene SP4808

CAP Dukung Infrastruktur Penyediaan Air Minum yang Memadai Melalui Produk Unggulan Asrene SP4808 NERACA Jakarta – PT Chandra Asri Petrochemical…

Perusahaan Indonesia Suka Arbitrase Selesaikan Sengketa Bisnis

Perusahaan Indonesia Suka Arbitrase Selesaikan Sengketa Bisnis   NERACA Jakarta - Ahli hukum Wincen Santoso melihat dalam beberapa tahun terakhir ini…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Sentry Safe Hadirkan Brankas dengan Proteksi terhadap Kebakaran dan Banjir

  NERACA Jakarta – Brankas biasanya digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen penting ataupun barang-barang berharga. Oleh karena itu Sentry Safe mengeluarkan…

SKK Migas Inginkan Penyebaran Informasi Kontribusi Hulu Migas Di Daerah

NERACA Balikpapan - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama…

Sky Energy Luncurkan Produk Teringan di Dunia - Pembangkit Tenaga Surya

      NERACA   Jakarta - Kebutuhan akan listrik semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi. Pada 2019, kebutuhan listrik dunia…