Antisipasi Serangan Fajar

Oleh: Ambara Purusottama

Sekolah Bisnis dan Ekonomi

Universitas Prasetiya Mulya

Tensi politik kian hari kian panas apalagi tidak lama lagi bangsa ini akan memasuki tahun politik. Serangan demi serangan semakin giat dilancarkan demi mengamankan posisinya meskipun berbau kontroversi. Guna menarik perhatian rakyat mereka tidak segan-segan menghembuskan isu-isu yang provokatif. Menariknya, isu-isu tersebut justru menjadi sasaran empuk untuk dijadikan alat politik untuk menyerang seteru politiknya. Panasnya tensi politik berpotensi dapat mempengaruhi kestabilan sektor lainnya.

Beberapa isu yang cenderung kontroversi sengaja ditiupkan untuk membuat suasana semakin panas. Kebangkitan PKI atau komunis di Indonesia menjadi isu terhangat saat ini. Bahkan isu tersebut sengaja diarahkan kepada partai yang mengusung pemerintah, PDI Perjuangan, dan Presiden Indonesia saat ini, Joko Widodo. Beberapa waktu yang lalu isu ini menjadi alat komunikasi politik bertajuk demonstrasi di depan gedung perwakilan rakyat. Tidak ketinggalan beberapa pesohor ikut meramaikan pesta demonstrasi yang dilakukan.

Isu lain yang juga menjadi komoditas politik adalah pembubaran ormas yang baru saja dilakukan pemerintah. Pemerintah secara tegas mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) dengan tujuan membubarkan organisasi masyarakat yang tidak berlandaskan Pancasila. Akibatnya, pemerintah dituding otoriter dan menyalahi bentuk yang dianut negara ini, demokrasi. Padahal keberadaan ormas-ormas yang ada sekarang ini justru meresahkan masyarakat dengan segala latar belakangnya.

Aksi demonstrasi yang dilakukan tidak hanya sekali dua kali saja namun sudah berlangsung berkali-kali. Bentuk aksi tersebut sudah dimulai sejak tahun lalu dengan dalih penodaan agama yang sebenarnya hingga kini tidak jelas statusnya meskipun keputusan akhirnya adalah yang bersangkutan harus mendekam beberapa saat dalam tahanan. Bagi sebagian orang bentuk aksi ini adalah perlawanan awal pada pemerintah yang berkuasa saat ini. Hal ini dikuatkan karena beberapa pesohor partai oposisi ikut dalam aksi tersebut.

Harus diakui tingkat kedewasaan berpolitik bangsa ini masih tergolong rendah. Pemerintah seolah-oleh dilemahkan dengan berbagai pemberitaan negatif. Setiap langkah yang dilakukan pemerintah seakan-akan menjadi komoditas politik yang suatu saat dapat digunakan untuk menyerang posisi pemerintah saat ini. Dalam hal ini pemerintah harus lebih jeli atau hati-hati dalam menentukan langkah meskipun bernilai positif. Hal ini tidak lain agar roda pemerintahan tetap dapat berjalan dengan baik hingga akhir periode.

Seharusnya ada terobosan dari cara berpolitik di negara ini. Dalam mencapai tujuannya, lawan politik seharusnya menggunakan cara-cara berpolitik yang sehat dan sportif. Ketidak puasan disalurkan melalui pendapat yang argumentatif dengan nuansa yang penuh edukasi. Lawan politik harus juga menempatkan diri sebagai fungsi pengawasan terhadap pemerintah dengan fakta-fakta yang mumpuni bukan hanya sekedar khalayan tanpa bukti yang konkret. Situasi ini justru terlihat sebagai bentuk pembodohan masyarakat gaya baru.

BERITA TERKAIT

Antisipasi Krisis Ekonomi

Situasi ekonomi lokal dan global saat ini masih dibayang-bayangi ketidakpastian. Ada sedikit harapan perbaikan ekonomi nasional yang terlihat dari angka…

Kadiskum: Antisipasi Globalisasi, Depok Cetak Pelaku Usaha Baru

Kadiskum: Antisipasi Globalisasi, Depok Cetak Pelaku Usaha Baru NERACA Depok - Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kadiskum) Kota Depok,…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 7,99%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2017, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) berhasil mencatat peningkatan penjualan 7,99% year-on-year (yoy)…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Strategi dan Implementasi Serba Terukur

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Ada awal ada akhir; ada rencana ada kinerja; ada strategi ada…

ASEAN & Ekonomi Politik

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro SE, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo KTT ke-31 ASEAN  di Manila (11-14 Nov.)…

Financial Advisor Inklusif

Oleh: Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Melihat dinamika yang ada tantangan yang dihadapi oleh lembaga keuangan—kedepan semakin komplek, bukan hanya…