Gejolak Gunung Agung Bikin Wisata Bali Terganggu

Sudah lebih dari seminggu semenjak status Gunung Agung naik dari Waspada, Siaga, dan menjadi Awas. Gunung yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali Timur, ini memang tak diharapkan meletus, meski berbagai langkah penanggulangan sudah disiapkan.

Gejolak yang terjadi di gunung tertinggi di Bali dan ke-lima di Indonesia ini tentu saja membuat masyarakat setempat was-was, terutama turis yang terlanjur datang maupun yang berencana berkunjung. Kehadiran turis dari dalam dan luar negeri memang sangat diharapkan oleh orang yang hidupnya bergantung dengan industri pariwisata di Pulau Dewata. Tahun lalu, sebanyak 4,9 juta turis luar negeri dan 8,6 juta turis dalam negeri telah datang.

Oleh karena itu, bencana alam atau musibah mengerikan lainnya sangat tidak diharapkan terjadi di sini. Pemerintah berulangkali menyatakan bahwa kondisi Bali masih aman. Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, gejolak Gunung Agung baru berdampak di sekitar sembilan desa di Karangasem."Kami tekankan, tidak ada masalah yang berkaitan dengan pariwisata," kata Puan di Kantor Presiden, Jakarta.

Pernyataan serupa disampaikan Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika,yang mengatakan bahwa pariwisata kawasannya sama sekali tidak terpengaruh gejolak Gunung Agung. Dijelaskannya, penerbangan ke Bali dan hotel-hotel di kawasan utama, seperti Denpasar dan Nusa Dua, masih terus dipenuhi wisatawan baik dalam dan luar negeri."Walau ada peringatan perjalanan (travel warning) tetap saja penuh. Buset jauh banget sampai di sini (titik wisata)," kata Pastika.

Ia menyadari pemberitaan di media seperti menggambarkan kondisi Gunung Agung yang menyeramkan. Tetapi menurutnya, meski kini berstatus Awas, kondisi Gunung Agung tidak terlalu menyeramkan. Turis bahkan disebut masih aman apabila ingin berkunjung ke kawasan Karangasem. Hanya saja mereka akan diminta menjauh 12 kilometer dari puncak gunung. "64 desa itu aman. Ini bupatinya masih tenang-tenang saja kok," ujar Pastika.

'Drama di Cincin Api'

Berada di lingkaran Cincin Api, terdapat sekitar 130 gunung berapi di Indonesia dan merupakan yang terbanyak di dunia. Banyak warga yang tinggal di kaki gunung berapi, karena muntahan lavanya menyuburkan tanah untuk pertanian.

Beberapa negara sudah mengeluarkan travel warning, seperti Australia, Singapura, dan Amerika Serikat. Walau pemerintah mengatakan kondisi Bali masih aman untuk dikunjungi, tapi kenyataannya pemilik tempat usaha wisata mengaku bisnisnya mulai sepi. “Bisnis kami sepi sejak status gunung naik jadi Awas,” kata Ketut Purnawata, manajer Dasawana Resort, yang berada di kawasan dekat dengan Gunung Agung, seperti yang dikutip dari Reuters.

Dalam wawancara yang berbeda, pihak agen wisata PT Bayu Buana Travel juga mengatakan hal senada.“Ada dampak dari naiknya status gunung, namun kami belum bisa memastikannya,” ujar Agustinus Pake Seko.

Maskapai penerbangan yang sering bolak-balik ke Bali, seperti AirAsia, menyatakan masih tetap beroperasi. Melalui juru bicaranya, mereka mengaku belum menerima pembatalan penerbangan.

BERITA TERKAIT

Bikin Program Pendidikan, Bank Mandiri Gaet UGM

      NERACA   Jakarta - Bank Mandiri menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam peningkatan kemampuan perbankan…

Pemkot Sukabumi Bangun 34 Kios Wisata Kuliner - Dapat Dana CSR dari BJB

Pemkot Sukabumi Bangun 34 Kios Wisata Kuliner Dapat Dana CSR dari BJB NERACA Sukabumi - PT. Bank Jabar Banten (BJB)…

Indomobil Multi Jasa Bikin Perusahaan Patungan - Rambah Bisnis Bengkel Truk dan Bus

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis, PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) mendirikan usaha patungan bernama PT Indomobil Ekspres Truk…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Menpar Tantang Sumatera Barat Tiru Kesuksesan Mandalika

Dalam rangka undangan untuk menghadiri puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatera Barat, Presiden Joko Widodo bersama…

Kemenpar Incar Lima Negara Penghasil Turis dan Devisa

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan China, Eropa, Australia, Singapura, dan India sebagai Top Five Pasar Utama Wisatawan Mancanegara (wisman) 2018. Penetapan…

Merindukan Kemacetan di Kawasan Puncak

Hujan lebat mengawali Sabtu (11/2) pagi di kawasan Puncak Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Usai hujan reda, matahari mulai menampakkan…