Tutup RBT Bisa Tambah Pengangguran

NERACA

Jakarta—Regulasi bisnis regulasi Ring Back Tone (RBT) diminta jangan sampai menghambat industri musik Indonesia. Alasanya layanan RBT menjadi tumpuan penghasilan musisi, penyanyi dan pelaku industri music. Dampak lainya, malah bisa banyak kalangan yang terhenti penghasilannya, aluas mengangur. “Penutupan RBT justru akan membuat para pelaku industri musik tanah air kesulitan mencari sumber penghasilan," kata anggota Komisi VI DPR F-PG, Idris Laena kepada wartawan usai peluncuran album perdana duet Astrid Laena dengan Samuel Zylgwyn bertajuk “Untuk Kamu” hasil karya pencipta lagu andal Wahyu WHL di Hard Rock Café, Ahad (22/1) kemarin.

Menurut Idris, langkah pemerintah menutup RBT justru berdampak luas dan bisa kepada pengangguran akan mematikan industri musik di tanah air yang bakal terus berkembang setiap saat. Sebab RBT menjadi satu-satunya tumpuan penghasilan musisi, penyanyi dan pelaku industri musik di tanah air. “Karena selama musisi dan penyanyi mengandalkan RBT. Bisa dibayangkan berapa kerugian jika RBT ditutup, saya khawatir malah menambah pengangguran nantinya,“ tambahnya

Peluncuran Album perdana “Untuk Kamu” duet Samuel dan Astrid mengambil lokasi syuting video klip single perdana Untuk Kamu di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. Konsep video klip percintaan dan kesetiaan sepasang kekasih, disesuaikan dengan lirik lagu dengan menampilkan pasangan yang terlihat romantis dengan nuansa serba putih. Samuel memakai kemeja dan celana panjang putih dengan ciri khas rambut gondrongnya yang ditata rapih dengan bando. Sementara Astrid tampil cantik dengan kulit cokelatnya yang dibalut dengan gaun putih.

Idris berharap Badan Regulasi Telekomunikasi (BRTI) tidak sembrono mengambil keputusan pada kisruh premium content. Disisi lain uga pelanggan tak merasa dirugikan, seluruh content provider juga harus memudahkan proses UNREG dan menjelaskan resikonya bagi pengguna RBT setelah pelanggan melakukan register RBT. “Dalam regulasi mestinya konsumen jangan sampai dirugikan. Harus diatur adanya sistem potong pulsa otomatis. Jangan sampai pengguna ponsel tidak tahu mengapa pulsanya dipotong. Harus ditawarkan ulang, apakah pengguna ponsel itu mau atau tidak. Jadi seperti reset ulang saja, “ terangnya

Lebih jauh kata anggota Dewan Penasehat Kadin ini, tak mengelak rencana penghentian sementara RBT mencuat setelah heboh pencurian pulsa dan penipuan pesan singkat (SMS) yang mencuat akhir-akhir ini. Pemerintah melalui BRTI kemudian bersepakat dengan Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) menghentikan layanan SMS premium termasuk layanan RBT mulai 18 Oktober 2011 lalu.

Yang jelas, Idris mendorong pengetatan layanan RBT diterapkan terhadap layanan pesanan singkat bidang untuk perbankan atau bursa efek. "BRTI mesti memasukan layanan RBT ke dalam beberapa layanan yang dibiarkan berjalan seperti perbankan, bursa efek," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

BTN Optimis Bisa Dongkrak Fee Base Income - Akusisi Manajer Investasi

NERACA Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) optimis dengan mengambil alih anak usaha perusahaan manajemen investasi bakal…

Kesenjangan Barat-Timur RI Tak Bisa Segera Berakhir

Oleh: Sarwani NKRI Harga Mati !!! yel yel  ini sering kita dengar sebagai reaksi atas munculnya gerakan separatisme atau ancaman…

Kadin akan Tambah Fasilitas untuk OSS

      NERACA   Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan menambah fasilitas meja bantuan (help desk)…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Gelombang Penolakan Akuisisi Pertagas oleh PGN

      NERACA   Jakarta - Gelombang penolakan terhadap keputusan pemerintah untuk mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) oleh PT…

Teknologi Samsung untuk Penggemar Olahraga

  NERACA Jakarta – Masyarakat mulai mengganderungi olahraga. Berbagai macam jenis olahraga pun dilakoni asalkan mengeluarkan keringat. Hadirnya teknologi turut…

Aver Tawarkan Kemudahan Kolaborasi Di Era Digital

      NERACA   Jakarta - Pertumbuhan pesat dari industri digital di Indonesia telah mendorong munculnya tren Virtual Office,…