BMW Perkenalkan Pengisian Daya Mobil Nirkabel

Produsen mobil mewah asal Jerman, BMW, akan memperkenalkan sebuah alat pengisian daya nirkabel untuk mobil plug-in hibrida BMW iPerformance 530e. Alat pengisian daya nirkabel itu menggunakan daya listrik 220 volt yang diklaim mampu membuat baterai 530e terisi penuh hanya dalam waktu 3,5 jam.

Berdasarkan tayangan pada channel Youtube BMW, yang disalin dari Antara, alat pengisi daya berbentuk bantalan (pad) tersebut bisa dipasang di dalam garasi atau bahkan di luar ruangan. Saat mendekati pad, sensor dan layar internal pada mobil 530e akan membimbing pengemudi ke titik pengisian.

Setelah berada di posisi yang tepat, sistem pada mobil akan terintergasi dengan pad untuk menghasilkan medan magnet bolak-balik guna mengisi baterai mobil. Seluruh proses pengisian bisa dipantau melalui aplikasi.

BMW berencana memulai debut sistem pengisian ulang itu pada tahun depan, kendati pasar Amerika Serikat dan Kanada sepertinya harus menunggu lebih lama karena alat nirkabel itu masih dalam tahap pengujian di kedua negara tersebut. Sejauh ini hanya BMW 530e yang didukung alat pengisian nirkabel, sedangkan X5, i3, dan i8 akan memiliki teknologi kompatibel yang sejenis di masa depan.

Sementara itu, BMW Jerman bersiap memproduksi massal mobil listrik pada 2020 dan akan memiliki 12 model mobil berbeda pada 2025, saat produsen mobil konvensional berlomba mengejar ketertinggalan dari perintis mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla.

Konsumen sebelumnya tak terlalu meminati kendaraan listrik karena biaya tinggi dan jarak tempuh terbatas sampai akhirnya Tesla meluncurkan Model S pada 2012, sebuah mobil yang mampu menjangkau 322 kilometer dengan sekali cas.

Sejak saat itu, kemajuan besar teknologi baterai serta skandal diesel Volkswagen, telah meningkatkan tekanan kepada produsen mobil untuk mempercepat pengembangan alternatif nol emisi.

BMW, yang meluncurkan mobil listrik i3 pada 2013, mengaku tengah menyiapkan pabriknya untuk memproduksi mobil listrik secara massal pada 2020 jika permintaan untuk kendaraan yang digerakkan baterai telah siap.

"Pada 2025, kami akan menawarkan 25 kendaraan dengan dukungan listrik -- 12 di antaranya akan menggunakan listrik sepenuhnya," kata Chief Executive Harald Krueger di Munich, menambahkan bahwa mobil listrik ini berjangkauan 700 kilometer.

Ini menandai sebuah terobosan yang signifikan dari produsen otomotif konvensional dalam hal elektrifikasi mobil.

BERITA TERKAIT

Toyota Akan Gelontorkan Investasi Baru Untuk Mobil Listrik

Toyota melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) siap menggelontorkan untuk pengembangan mobil listrik di dalam negeri, yang ditargetkan pemerintah…

Pasar Murah Asa Masyarakat Kecil Sambut Lebaran - Menjangkau Daya Beli Masyarakat

Tingginya harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran, selalu menjadi momok menakutkan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan di hari raya. Apalagi, bagi…

DPR: Waspadai Investor Sumber Daya Alam

NERACA Jakarta - Anggota Komisi VI DPR Khilmi mengingatkan agar investor yang masuk di bidang pengelolaan sumber daya alam untuk…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Toyota Akan Gelontorkan Investasi Baru Untuk Mobil Listrik

Toyota melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) siap menggelontorkan untuk pengembangan mobil listrik di dalam negeri, yang ditargetkan pemerintah…

Nissan SUV New Terra Masuk Pasar Asia Tenggara

Nissan meluncurkan SUV New Terra di Filipina sebagai bagian dari langkah perusahaan guna memperkuat komitmennya di kawasan Asia Tenggara. Pelanggan…

Chevrolet Colorado Centennial Ludes Terjual di Indonesia

Chevrolet Indonesia mengumumkan bahwa Colorado Centennial Edition yang tersedia sebanyak 25 unit telah habis terjual, setelah kendaraan pickup khas Amerika…