Hingga Agustus, Mitsubishi Fuso Tumbuh 28,8 Persen

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai authorized distributor Mitsubishi FUSO Truck & Bus Corporation (MFTBC) membukukan pertumbuhan 28,8 persen hingga Agustus 2017.

“Secara volume, khususnya kita meningkat 28,8 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan kendaraan niaga ringan (LDT) yang peningkatannya kira-kira 19 persen,” kata Direktur Marketing KTB Duljatmono di Tangerang, sebagaimana disalin dari laman Antara.

Momon, demikian sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa dengan angka tersebut, Mitsubishi Fuso masih menjadi pemimpin pasar atau market leader dengan penguasaan pasar 45,3 persen. Adapun secara volume, lanjut Momon, penjualan kendaraan niaga di bawah KTB mencapai 56.888 unit hingga Agustus 2017.

Selain itu, Momon memaparkan bahwa kelas Mitsubishi Colt Diesel juga mengalami peningkatan dari 55 persen menjadi 59 persen. Momon memaparkan, terjadi perubahan pola konsumen kendaraan niaga di Indonesia sejak 2016, di mana pada 2014-2016 penjualan didominasi ritel atau konsumen sekitar 65 persen, 30 persen pasar fleet dan sisanya sektor pemerintah.

Namun sekarang, penjualan didominasi dari sektor fleet sebesar 60 persen, ritel atau privrat 38 persen dan sisanya pemerintah. "Kalau kita bicara soal (sumbangan) sektor komoditas seperti kelapa sawit paling banyak di Sumatera dan Kalimantan. Kalau di Jawa lebih ke consumer goods, logistik, dan infrastruktur," jelasnya.

Pada Juni lalu, KTB memaparkan permintaan Fuso sepanjang Januari-Mei 2017 yang naik sekira 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selama periode tersebut, Fuso berhasil menjual sebanyak 16.120 unit atau meraup 45,3 persen dari total pasar kendaraan niaga, demikian seturut keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

"Total permintaan kendaraan niaga Januari-Mei 2017 meningkat 25,6 persen dan Fuso juga mengalami peningkatan penjualan sebesar 24 persen selama periode," kata Presiden Direktur KTB, Atsushi Kurita, dilansir dari laman yang sama.

Kontribusi penjualan terbesar berasal dari segmen truk ringan yang menyumbangkan sebanyak 14.969 unit sekaligus mendominasi 58,7 persen pangsa pasar tersebut. Kemudian segmen truk sedang berkontribusi sebesar 1.359 unit, sedangkan segmen truk berat terjual sebanyak 65 unit. "Khusus untuk segmen truk ringan penjualan produk Colt Diesel meningkat 22,7 persen dan mendominasi pangsa pasar sebesar 58,7 persen," kata Kurita.

Pasar kendaraan niaga berangsur tumbuh positif setelah terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari sektor perkebunan, diikuti proyek infrastruktur pemerintah yang berlangsung di hampir seluruh wilayah Indonesia. Peningkatan kedua sektor tersebut, otomatis akan berimbas kepada sektor-sektor pendukungnya sehingga permintaan pasar akan kendaraan niaga meningkat cukup signifikan.

BERITA TERKAIT

BPS: NPI Masih Defisit di Agustus 2018 - MESKI EKSPOR TUMBUH, LAJU IMPOR LEBIH DERAS

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan Indonesia (NPI) sepanjang Agustus 2018 mengalami defisit sebesar US$1,02 miliar, menurun sedikit…

Pembayaran Dividen di 2017 Tumbuh 14,5%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan pembayaran dividennya untuk tahun buku 2017 lalu sebesar 14,5% dibandingkan…

Mitsubishi Motors Bawa Ambisi dan Semangat Baru ke GIIAS Surabaya

Mitsubishi Motors Bawa Ambisi dan Semangat Baru ke GIIAS Surabaya NERACA Surabaya - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Pemerintah Terus Berupaya Perluas Pasar Ekspor Otomotif

Pemerintah tengah berupaya menggenjot nilai ekspor produk manufaktur dalam upaya memperbaiki perekonomian nasional. Hal ini seiring implementasi peta jalan Making…

New Honda HR-V Terjual 3.445 Unit Agustus 2018

New Honda HR-V terjual sebanyak 3.445 unit pada Agustus 2018 dengan rincian sebanyak 2.925 unit berasal dari New Honda HR-V…

Empat Warna Baru Dihadirkan untuk All New Satria F150

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan penyegaran kepada motor All New Satria F150, dengan menghadirkan empat pilihan warna baru, yaitu…