Tetra Pak Perluas Cakupan Program Dropbox - Peduli Lingkungan

NERACA

Jakarta – Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) kepada kelestarian lingkungan dalam pengolahan sampak karton minuman, Tetra Pak Indonesia bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan perluasan cakupan wilayah program dropbox, yaitu sebuah tempat sampah terpilah khusus untuk kemasan karton minuman bekas ke wilayah Jabodetabek dan Bandung.

Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, R Sudirman mengatakan, program dropbox khusus sampah kemasan minuman ini telah diluncurkan pertama kalinya di Bali pada 19 Februari yang lalu.”Program inu merupakan upaya pengurangan sampah kemasan sebagai upaya pelibatan produsen untuk mengurangi sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir dengan memilah dan mendaur ulang. Ini merupakan bagian dari program Pengelolaan Sampah KLHK menuju Indonesia Bersih Sampah 2020," kata Sudirman di Jakarta, Rabu (27/9).

Menurutnya, masalah sampah merupakan salah satu isu utama untuk lingkungan hidup, dimana pada tahun 2016 terdapat 65 juta ton timbunan sampah di Indonesia."Sementara, sampah kemasan karton minuman adalah bagian kecil dari total sampah yang angkanya sekitar 0,1% dari total timbunan sampah tersebut," kata Sudirman.

Sementara itu, Environment Manager Tetra Pak Indonesia, Reza Andreanto menuturkan, sebagai percontohan saat ini sudah ada lima titik lokasi penempatan dropbox di jaringan peritel Hypermart Bali seperti di Primo dan Foodmart serta beberapa sekolah baik lokal maupun internasional.”Pengelolaan dan pengumpulan kemasan karton minuman bekas telah menjadi jadwal rutin pengambilannya oleh mitra strategis kamis ecoBali Recycling. Untuk itu, di semester kedua ini kami berinisiatif memperluas cakupan wilayah pengumpulan di wilayah Jabodetabek dan Bandung," jelas Reza.

Dirinya menegaskan, dropbox yang sudah diluncurkan sejak 10 tahun lalu dimaksudkan bukan untuk mengejar volume sampah tetapi lebih mengedukasi dan menyadarkan masyarakat dalam mengelola sampah. Kegiatan nyata dalam pengelolaan sampah kemasan karton minuman tersebut, diakui Reza, telah menjadi bagian dari program lingkungan Tetra Pak Indonesia. "Untuk program dropbox ini, sebenarnya telah bermula sejak tahun 2013 lalu bersama jaringan peritel Hypermart dan merambah ke Wilayah Bali pada tahun 2015 bersama dengan Foodmart dan Primo,"ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Indonesia-Inggris Perkuat Kerja Sama Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Indonesia-Inggris Perkuat Kerja Sama Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan NERACA Katowice, Polandia - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sabtu, 8…

PEMERINTAH UBAH PROGRAM PRIORITAS KE PEMBANGUNAN SDM - Presiden: Tanpa Kerja Keras, Jangan Mimpi Negara Maju

Jakarta-Presiden Jokowi menegaskan, tahun depan (2019) pemerintah akan menggeser program prioritasnya dari pembangunan infrastruktur dalam empat tahun terakhir ke sumber…

Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha Program Kemitraan PT Rekind

Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha Program Kemitraan PT Rekind NERACA Jakarta - PT Rekayasa Industri (Rekind) anak perusahaan PT Pupuk Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kebanjiran Proyek Infrastruktur - Cashflow Waskita Beton Akhir Tahun Positif

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal menghitung hari, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) diproyeksikan mencatatkan cashflow operasional…

Ramaikan Harbolnas - Bukalapak Targetkan Transaksi Rp 1,6 Triliun

NERACA Jakarta - Meriahkan hari belanja online nasional (Harbolnas) di akhir tahun ini, Bukalapak yang selalu berpatisipasi selalu menghadirkan banyak…

Sentul City Bukukan Penjualan Rp 813 Miliar

NERACA Bogor – Emtien properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) berhasil mencatatkan kinerja positif di kuartak tiga 2018. Dimana perseroan…