Belum BUMN Yang Jadi Icon Indonesia

NERACA

Jakarta---Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merasa tertantang untuk membuat BUMN menjadi “icon” Indonesia. Sehingga mampu mendorong perekonomian dalam negeri. "Bagaimanapun saya akan membuat BUMN besar yang bisa membanggakan," kata Menteri BUMN,Dahlan Iskan kepada wartawan di Jakarta,19/1.

Menurut mantan Dirut PLN ini, pihaknya segera menyusun konsep agar perusahaan-perusahaan plat merah ini menjadi kelas dunia dan menjadi penggerak bisnis segala sector. “Membuat BUMN besar ini tantangan saya khususnya dan jajaran BUMN untuk bisa mendukung penuh perekonomian dalam negeri," tambahnya.

Karena itu, lanjut Dahlan, pihaknya mendorong BUMN untuk menempatkan dana deposito yang dimiliki ke dalam instrumen jangka panjang, demi mendukung Bank Indonesia dalam meningkatkan efisiensi industri perbankan. "BUMN memiliki dana yang sangat besar, namun selama ini banyak ditempatkan dalam bentuk deposito. Dana ini (deposito) jangka pendek, ini yang seharusnya dialihkan ke instrumen jangka panjang," paparnya

Dikatakan Dahlan, rencana penempatan dana deposito ke dalam bentuk simpanan jangka panjang tersebut, sudah mendapat persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Kita sudah sampaikan kepada Presiden, dan diarahkan untuk segera direalisasikan," ujarnya.

Dahlan menjelaskan pengalihan dana deposito ke dalam instrumen jangka panjang untuk tahap awal diutamakan kepada BUMN yang sudah memiliki kinerja keuangannya sehat, dan likuiditas tinggi. "Program ini merupakan bagian dari peran BUMN terhadap ekonomi nasional," ujarnya

Sesungguhnya ditambahkan Dahlan, memang untuk mendorong ekonomi nasional harus ada pengorbanan dari semua pihak dunia usaha maupun perusahaan milik negara. "Meski ada penurunan pendapatan bunga dari dana yang dialihkan tersebut, bagi BUMN itu merupakan suatu kewajiban untuk memenuhi tujuan negara dalam memajukan ekonomi," tegasnya.

Mantan Bos Grup Jawa Pos ini, bisa saja akibat kebijakan tersebut pendapatan perusahaan akan menurun, tapi di lain pihak akan memicu timbulnya iklim ekonomi yang luar biasa bagus yang pada ujungnya dapat meningkatkan penerimaan negara. "Kontribusi BUMN terhadap APBN bisa dalam berbagai bentuk, seperti pajak, dividen, penciptaan lapangan kerja, iklim usaha yang makin bagus. BUMN tugasnya antara lain juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional," imbuhnya

Sebelumnya, Presiden SBY memantau ketat perkembangan BUMN yang belum bisa maksimal. Presiden menggarisbawahi besarnya pengeluaran operasinal BUMN tidak berimbang dengan penerimaan yang diterima oleh perusahaan pelat merah tersebut. Masih banyak kebocoran-kebocoran yang membuat penerimaan BUMN itu tidak optimal.

SBY mengatakan jumlah BUMN sekarang mencapai 141 perusahaan. Dengan pengeluaran operasional hingga Rp 1.075 triliun dan investasi sampai Rp 210 triliun. Sayangnya keuntungan yang diberikan kepada negara masih jauh dari harapan. Hal ini bisa dibandingkan dengan BUMN sejenis di negara-negara lain. "Pasti ada yang salah dan ada pemborosan keuangan pada BUMN ini," ujar SBY.

BERITA TERKAIT

APRESIASI CITI INDONESIA

Director Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki (ketiga dari kiri) memberikan apresiasi kepada Isbadyah S.Pd selaku…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…

PNM Gelar Talkshow Awal Tahun - Peran PNM Turunkan Tingkat Kemiskinan di Indonesia

PNM Gelar Talkshow Awal Tahun Peran PNM Turunkan Tingkat Kemiskinan di Indonesia NERACA Jakarta - PNM sebagai salah satu Badan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII Jamin Proyek SPAM Di Bandar Lampung - Butuh Rp250 triliun untuk Sarana Air Minum

      NERACA   Lampung – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) / PT PII melaksanakan penandatanganan penjaminan proyek yang…

PHE Serahkan Pengelolaan Sukowati ke Pertamina EP

    NERACA   Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu minyak…

Skema KPBU Perlu Dukungan Kepala Daerah

      NERACA   Lampung - Pemerintah tengah fokus dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Namun yang jadi…