Dana Abadi Untuk Beli Saham Freeport

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura, Aditya Kresna Yokwa mengatakan, niat Pemerintah Provinsi Papua dan Pemkab Mimika untuk membeli saham PT Freeport Indonesia (PTFI) bisa menggunakan dana abadi.”Saya menyarankan agar pemda memakai dana abadi yang ada. Dana ini sudah dipersiapkan untuk menyerap saham Freeport," katanya di Jayapura, kemarin.

Bila dana abadi itu belum mencukupi, dia mengusulkan Pemprov Papua dan Pemkab Mimika bisa mengeluarkan obligasi surat utang. Pemda bisa melayangkan surat utang kepada publik yang nantinya uang dari penjualan obligasi tersebut bisa membeli saham di Freeport.”Bila melalui langkah ini BEI juga sudah menyiapkan sarananya dan juga bisa menerbitkannya,"ujarnya.

Aditya menilai, pembelian saham PTFI tidak secara langsung oleh kedua pemda tersebut, tetapi melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Bila Pemda mau memiliki sebagian saham Freeport, menurut dia, harus melalui dua proses tersebut (BUMN dan BUMD) asal masih ada sisa atau tidak terserap sepenuhnya oleh perusahaan itu. Hal ini bisa "listing" di BEI untuk bisa dibeli oleh publik.

Dia pun mengakui bahwa pihaknya belum bisa menyebut angka pasti mengenai berapa nilai saham PTFI. Namun, dia mengatakan bahwa jumlahnya cukup besar dan mencapai triliunan rupiah.”Bila dilihat dari evaluasi, harganya cukup tinggi karena dari info terakhir yang didapat dari Freeport menilai harga valuasi saham per lembarnya, Freeport menghitung dengan cadangan yang belum di 'explore' atau masih tersimpan dalam kandungan bumi," kata Aditya.

Mengenai adanya permintaan dari kedua pemda agar pembelian saham PTFI dilakukan pusat dan dihibahkan kepada mereka, diakuinya hal tersebut sangat sulit. Oleh karena itu, dia mengimbau mulai saat ini pemda segera melakukan kalkulasi fiskal untuk dapat mencari solusi tepat guna memiliki saham PTFI. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

BI Bantah Pembatasan Valas untuk Atur Devisa

    NERACA   Padang - Bank Indonesia (BI) menyampaikan aturan tentang membawa valas atau uang asing ke dalam dan…

Korupsi Dana Desa

Hasil temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) selama periode 2016 hingga Agustus 2017 sedikitnya ada 154 kasus penyelewengan dana desa dengan…

The Duck King Patok IPO Rp 505 Per Saham

NERACA Jakarta – Emiten pengelola jaringan restoran The Duck King, PT Jaya Bersama Indo Tbk (JBI). menetapkan harga saham dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kondisi Ekonomi Masih Baik - Minat Perusahaan Untuk IPO Tetap Tinggi

NERACA Jakarta - Nilai tukar rupiah yang sempat mengalami depresiasi cukup dalam dan memberikan sentimen negaif terhadap kondisi indeks harga…

Debut Perdana di Pasar Modal - Saham PANI Oversubscribed 14 Kali

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Investor Summit 2018 Sambangi Surabaya

Rangkaian acara paparan publik dari perusahaan tercatat secara langsung di 8 kota Investor Summit 2018 kembali berlanjut dengan tujuan kota…