Kilas berita

Jumat, 20/01/2012

Penerapan dan Pemeliharaan Sistem

Informasi Sungai Penting

Plt Dirjen sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Moch. Amron mengatakan system informasi penerapan dan pemeliharaan sungai penting untuk diketahui dan dikembangkan untuk memperoleh data mengenai curah hujan, debit sungai yang dapat dikembangkan menjadi sitem peringatan dini.

Dirjen SDA Moch Amron mengatakan hal itu seusai Indonesia-Japan Koint Workshop on Integrated Water Resources Management, Kamis (19/1) di Jakarta.

Menurut Amron, system informasi tersebut bemanfaat bagi permasalahan air, khususnya untuk pertanian dan air baku.

“Sistem informasi sudah dibuat dengan dibantu unit-unit sebagai pengelola data. Kemudian data diverifikasi dan didistribusikan untuk dijadikan informasi. Sistem informasi juga dikoordinasikan dengan BMKG,” katanya.

Dia mengatakan hidrologi diperlukan untuk memfungsikan pengelelolaan air, sehingga harus memperhatikan kualitas dan kuantitas air. Permasalahan yang terjadi dalam pengumpulan data antara lain keterbatasan sumber daya air dan akurasi data yang benar.

Menurut dia, hal itu terjadi karena tumpang tindih dan inkonsistensi dalam pengumpulan data yang masih terjadi, karena instansi bekerja sesuai dengan persyaratan.

Hal itu menyebabkan data dan informasi sumber daya air tidak mendukung para pengambil keputusan di berbagai tingkatan, karena akurasi tidak dijamin.

Amron mengatakan kunci utama dalam system informasi Integrated National Water Resources adalah memastikan bahwa trerdapat interaksi, akses, terjangkau, tepat dan adil dalam balai informasi sungai.

Dia mengatakan mengumpulkan dan mengatur perangkat fisik, biologis, data sosial ekonomi dan informasi mengenai aliran sungai, memastikan bahwa data dan informasi berkaitan dengan strategi pengelolaan DAS dan rencana aksinya.

Selain itu, juga memastikan stakeholder dapat mengakses dan menggunakan data dan informasi dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dia mengatakan menggunakan system informasi geografis dan lainnya yang user friendly berarti untuk menyajikan status sumber daya DAS sungai dan perubahan monitor.

PNS, Notaris dan pegawai

Bank Dilatih Kelola BPHTB

Pegawai Negeri Sipil (PNS), Notaris dan pegawai perbankan, dilatih bimbingan tekhnis pengelolaan BPHTB Online (Payment Online System), selama satu hari, di Hotel Sukabumi Indah, Selabintana Sukabumi, kemarin.

Panitia penyelenggara, yang juga Kepala Bidang Perimbangan Keuangan pada DPPKAD, Prasetyo, kepada wartawan mengatakan, tujuan bintek ini melakukan terobosan secara inovatif dan kreatif, sehingga pelayanan BPHTB menjadi efektif dan efisien,

“BPHTB telah menjadi pajak daerah yang mengalami kenaikan dan kemajuan yang signifikan. Maka perlu dilakukan persiapan pelayanan terhadap masyarakat secara prima. Salah satunya dengan melakukan bintek terhadap pegawai dari tingkat kecamatan, pihak perbankan, khususnya pegawai Bank Jabar, serta para Notaris” ungkapnya.

Menurut dia, dengan adanya bimbingan teknis ini pengelola BPHTB termasuk PPAT dan PPATS menjadi semakin termotivasi dalam mengelola BPHTB demi peningkatan pendapatan asli daerah di sektor pajak, selain itu dengan dibangunnya sistim pengelolaan BPHTB secara online dapat mempermudah dalam melayani masyarakat selaku wajib pajak. (ron)

Kegempaan Gunung Anak

Krakatau Capai 728 Kali

Kegempaan Gunung Anak Krakatau (GAK) sepanjang Rabu (18/1) tercatat 728 atau meningkat dibandingkan sehari sebelumnya.

"Kegempaan GAK selalu fluktuatif. Untuk hari ini, kemungkinan turun intensitasnya, namun tidak bisa dipastikan," kata Andi Suardi, petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis.

Dia menyebutkan kondisi gunung itu hari ini berkabut sehingga tidak bisa diamati secara visual.

"Kemarin gunung itu bisa diamati secara visual, hari ini tidak. Alat seismograf kita masih berfungsi baik untuk mencatat gempa bumi yang menunjukkan kekuatan, lama, arah, dan jaraknya," katanya.

Ia juga menyebutkan kemarin tidak ada erupsi atau embusan Gunung Anak Krakatau.

Dia juga tetap memperingatkan nelayan dan wisatawan untuk tidak mendekat ke gunung berapi itu.

Harga Beras di Indramayu Rp10.000/kg

Harga beras eceran di kawasan pantai utara (pantura) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mencapai Rp10.000 per kilogram akibat sulitnya pasokan gabah kering dari sejumlah petani setempat karena memasuki awal musim tanam.

"Harga berbagai jenis beras di Pantura Indramayu sejak dua bulan lalu terus mengalami kenaikan cukup tinggi," kata Muhamad pedagang kebutuhan pokok di pasar tradisional Indramayu, Rabu.

Menurut dia, beras kualitas sedang yang saat ini mencapai Rp10.000/kg sebelumnya hanya sekitar Rp6.500.

Ia menjelaskan, sulitnya mendapatkan pasokan gabah dari sejumlah bandar sehingga harga beras setiap pekan terus naik.

Menurut dia, persediaan gabah dari petani setempat semakin menipis sedangkan kebutuhan konsumen harus terpenuhi.

Bulog Jabar Mulai

Distribusikan Raskin

Bulog Divre Jawa Barat mulai Jumat (20/1) akan menyalurkan beras untuk keluarga miskin (Raskin) 2012, sekaligus merupakan daerah pertama di Indonesia yang menyalurkan Raskin tahun ini.

"Mulai Jumat besok penerima manfaat Raskin di Jabar sudah mulai mendapat penyaluran Raskin. Jabar merupakan daerah pertama yang meluncurkan Raskin tahun ini," kata Kepala Bulog Divre Jawa Barat, H Usep Karyana di sela-sela Rakor Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi (FKPI) Jabar di Gedung Sate Kota Bandung, Kamis.

Rencananya peluncuran Raskin 2012 Jawa Barat akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan di Gedung Sate Kota Bandung. Pada kesempatan itu akan diserahkan SK pagu Raskin untuk beberapa daerah di Jabar.

Tahap pertama penyaluran dilakukan di Kota Cimahi, Kuningan dan Majalengka. Selanjutnya diikuti penyaluran Raskin di daerah lainnya di Jabar yang akan dilayani gudang Bulog di tujuh Sub Divre di Jabar.