WIKA Bakal Terbitkan Obligasi Rp 5 Triliun - Sebelum Akhir Tahun 2017

NERACA

Jakarta – Dalam rangka memperkuat modal dalam pengembangan usahanya, PT Wijaya Karya (persero) Tbk (WIKA) berencana menerbitkan surat utang pada semester kedua. Apalagi, perseroan memperoleh peringkat domestik AA atau stable outlook dan peringkat internasional BB stable outlook dari lembaga pemeringkat internasional Fitch."Dengan peringkat yang sangat baik ini kami berencana menerbitkan obligasi baik obligasi rupiah maupun obligasi global beredenominasi rupiah di semester II tahun ini," kata Bintang Perbowo, Direktur Utama WIKA di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, WIKA merencanakan menerbitkan IDR Bonds senilai sekitar Rp 3 triliun hingga Rp 5 triliun dan global IDR Bonds senilai sekitar US$ 250 juta hingga US$ 500 juta dalam bentuk Penawaran Umum Berjangka di penghujung 2017 ini.

Soal perolehan peringkat AA, kata Bintang, perseroan sangat berbangga bahwa WIKA dipercaya untuk mendapat peringkat perusahaan yang sangat tinggi dari lembaga pemeringkat internasional yang sangat terkemuka, Fitch. Peringkat risiko domestik maupun internasional di atas, menempatkan WIKA sebagai perusahaan dengan profil risiko dan prospek kinerja terbaik di sektor industri konstruksi dan EPCC.

Pada semester pertama 2017, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 435,92 miliar. Laba bersih tersebut tumbuh 70% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan rasio laba bersih sebesar 4,60%. Perseroan mengungkapkan perolehan laba bersih tersebut ditopang oleh penjualan WIKA di semester I 2017 yang mencapai Rp9,48 triliun atau naik 57,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,03 triliun.

Sementara itu, kas dan setara kas yang dimiliki perseroan sebesar Rp7,82 triliun dengan total utang berbunga (interest bearing debt) sebesar Rp6,75 triliun dan modal sebesar Rp12,85 triliun. Hal ini menunjukan rasio utang berbunga dan net gearing ratio masing-masing sebesar 0,53 kali dan -0,08 kali, yang menunjukan kas dan setara kas perseroan lebih tinggi, dibandingkan total utang berbunga perseroan.“Dengan demikian, WIKA masih memiliki kemampuan berutang sebesar Rp25,38 triliun untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur,” kata Bintang.

Dalam periode yang sama, rasio utang WIKA terhadap laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi/EBITDA mencapai 5,77 kali. Bintang menambahkan bahwa pencapaian yang sangat membanggakan tersebut didasari komitmen seluruh jajaran manajemen untuk mengembangkan riset demi mendongkrak inovasi dan menumbuhkan kemampuan Human Capital WIKA.’“WIKA berkomitmen untuk mengembangkan sektor research and development melalui WIKA Engineering Research Institute yang bekerja sama dengan perusahaan konstruksi handal dari Jepang, yaitu Kajima Corporation. Hasil riset dari institusi tersebut akan membantu WIKA untuk meningkatkan kualitas pekerjaan dan lebih efisien,” jelasnya.

Pencapaian kinerja positif pada semester pertama tercermin pada catatan kontrak dihadapi Perseroan di awal September 2017 yang mencapai Rp94,07 triliun atau 91,17% dari target kontrak dihadapi di 2017 senilai Rp103,25 triliun. Pencapaian yang jauh lebih cepat dan lebih besar dari target ini didukung oleh kemampuan WIKA untuk memenangkan serangkaian kontrak baru yang melonjak 31,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kontribusi terbesar pencapaian kontrak baru secara berturut-turut berasal dari sektor infrastruktur, gedung, dan properti dengan capaian kontrak sebesar Rp20,66 triliun disusul sektor energi dan pabrik industrial sebesar Rp6,45 triliun. Sementara itu, sektor industri menyumbang capaian kontrak sebesar Rp3,65 triliun.

Di sektor infrastruktur sebagai penyumbang kontrak baru terbesar, salah satu proyek yang dikerjakan ialah jalan tol Balikpapan-Samarinda dengan panjang total 99 km. WIKA mengerjakan seksi 2, 3 dan 4 dari total 5 seksi pengerjaan. Pengerjaan tol tersebut hingga pekan II September 2017 tercatat telah mencapai 19,5%.

BERITA TERKAIT

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

Akhir Tahun Apex Dana Bergulir Terbentuk

  NERACA   Jakarta - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo…

FREN Rilis Obligasi WK III Rp 15 Triliun

PT Smartfren Tbk (FREN) akan melakukan penawaran terbatas obligasi wajib konversi III sebanyak-banyaknya Rp15 triliun melalui mekanisme penempatan terbatas secara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…