Pernak-pernik Imlek Diburu Warga Tionghoa

Jumat, 20/01/2012

Bogor - Tiga hari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2563 yang jatuh pada Senin (23/1), pernak-pernik Imlek mulai habis diburu oleh warga Tionghoa di Kota Bogor, Jawa Barat.

Sejumlah toko-toko yang menjual pernak-pernik Imlek di Jalan Suryakencana ramai dikunjungi para pembeli.

Pernak-pernik tersebut mulai dari lampion, bunga mei hwa, kue keranjang, hiasa uang emas, gambar-gambar Imlek, angpao, topi vampir dan parsel Imlek.

"Yang paling banyak dicari itu lampion, kue keranjang, dan pohon mei hwa," kata Makmur pemilik toko Naga Mas, di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Kamis.

Makmur mengatakan, mendekati Imlek jumlah pembeli yang berbelanja di tokonya lebih banyak. Ia pun kewalahan melayani pembeli yang silih berganti berdatangan.

Dikatakannya, ia mulai menyediakan pernak-pernik Imlek sejak usai tahun baru 2012. Sejak itu tokonya mulai didatangi pembeli. Namun jumlahnya tidak sebanyak seminggu terakhir.

Sehar-hari Makmur menjual peralatan sembahyang seperti Hio (dupa-red), dan hiasan-hiasan ciri khas warga Tionghoa.

Ia mengatakan, hiasan-hiasan Imlek ini dibeli dari suplair yang ada di wilayah Jakarta. Khusus untuk kue keranjang dikirim oleh pembuat kue khas Imlek tersebut di wilayah Sukabumi.

Menurut dia, kue keranjang tersebut hanya ada sekali setahun setiap perayaan Imlek.

"Kue keranjang ini ciri khas Imlek. Karena hanya ada sekali setahun dijualnya," katanya.

Ada beberapa model kue keranjang yang dijual di toko milik Makmur. Ketan tersebut ada yang dibungkus dengan plastik transparan dengan ukuran besar dan kecil.

Untuk kue keranjang ukuran kecil dijual Rp7.000 sedangkan ukuran besar Rp25.000. Rasanyapun bervariasi, ada rasa pandan, coklat dan rasa ketan asli.

Rata-rata pembeli membeli kue keranjang tersebut mulai dari 1 kilogram, hingga 2 kilogram. Menurut keyakinan warga Tionghoa, membeli kue tersebut sebagai sedekah yang bila diberikan kepada orang lain maka akan mendapat berkah.

Menurut Mai, salah seorang pembeli, kue keranjang tersebut untuk keperluan sembahyang saat Imlek. Kue-kue tersebut akan dibagi-bagikan kepada sanak saudara nantinya.

"Membeli kue ini akan mendatangi berkah. Dan bila kita membaginya kepada orang lain, orang tersebut akan merasa senang karena ini kue berkah," katanya.

Bunga Mei Hwa juga paling banyak diburu oleh warga Tionghoa. Padahal dari segi harga, setangkai bunga Mei hwa tanpa pot dijual Rp50.000, sementara untuk bunga Mei hwa yang lengkap dengan pohon dan pot dijual Rp150.000 hingga Rp175.000.

Meski tergolong mahal, namun bunga berwarna cerah itu banyak diburu, seperti yang dilakukan Mei Hwa warga Cibereum ini memiliki nama sesuai dengan nama pohon bunga yang diyakini sebagai pohon rezeki tersebut.

Mei Hwa meyakini pohon mei hwa membawa rezeki kepadanya dan keluarganya.

"Saya tahun lalu sudah punya pohonnya tapi sudah mulai usang. Jadi, mau beli yang baru biar lebih bagus," katanya.

Pohon mei hwa nanti lanjutnya, akan ditaruh di ruang tamu sebagai hiasan menyambut Imlek.

Menyambut Imlek, Mei Hwa berharap Tahun Naga Air ini dapat memberikan berkah kepada seluruh umat di dunia.

Keramaian juga terlihat di sejumlah toko di sepanjang jalan Suryakencana yang menjadi sentral bisnis warga Tionghoa di Kota Bogor. Keramaian ini menyebabkan arus lalu lintas di kawasan tersebut ikut tersendat.

Selain memburu pernak-pernik Imlek, warga juga memburu buah-buahan seperti jeruk dan apel untuk sembahyang Imlek.