Pemkot Sukabumi Tidak Akan Lagi Beli Lahan Pemakaman

Pemkot Sukabumi Tidak Akan Lagi Beli Lahan Pemakaman

NERACA

Sukabumi – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memastikan tidak akan lagi mengizinkan lahan untuk pemakaman baru di wilayah perkotaan. Sebagai solusinya, pihak kecamatan yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi diminta untuk mencarikan lokasi sebagai lahan pemakaman umum."Saya tidak mau Sukabumi menjadi kota kuburan, jadi setiap usulan warga yang meminta Pemkot untuk beli lahan pemakaman baru saya tolak," ujar Wali Kota Sukabumi M Muraz kepada Neraca di ruang kerjanya, Rabu kemarin (20/9).

Penolakan yang dilakukan tersebut bukan tanpa alasan, sebab lahan pemakaman umum seluas 3500 meter yang dibeli Pemda di salah satu wilayah dalam kurun waktu 10 tahun sudah penuh."Saya kaget, lahan itu dibeli waktu saya masih menjabat sebagai Sekda. Hanya dalam waktu 10 tahun sudah penuh, dan itu pun digunakan masyarakat dilingkungan satu Rukun Warga (RW) saja," tandas Muraz.

Disisi lain, jelas Muraz, pihaknya saat ini sedang menata dan membangun infrastruktur umum Kota Sukabumi sebagai penunjang selesainya pembangunan jalan tol Bogor-Sukabumi-Cianjur (Bocimi) dan jalur kereta api ganda (Double Track) oleh pemerintah pusat."Kita hanya punya waktu 1,5 tahun untuk mempersiapkan infrastruktur pendukung, sebelum jalan tol dan jalur kereta api selesai dibangun oleh pusat," akunya.

Sejak awal menjabat Wali Kota, Muraz mengaku berfikir harus seperti apa Kota Sukabumi selama 50 tahun kedepan."Saya berfikir bukan untuk sekarang, tapi bagaimana Kota Sukabumi kedepan. Kalau saat ini ditengah perkotaan dibuat lahan pemakaman baru, bisa-bisa menjadi kota kuburan," katanya.

Makanya lanjut Muraz, pihaknya mengintruksikan kepada dinas terkait untuk membeli lahan pemakaman di luar wilayah Kota Sukabumi, atau di daerah perbatasan."Ini tugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar bisa mencari lahan pemakaman di luar kota sukabumi. Bisa juga di perbatasan kecamatan, sehingga nantinya setiap kecamatan memiliki lahan pemakaman," pungkas Muraz. Arya

BERITA TERKAIT

NH Korindo Rekomendasi Beli Saham PPRO - Harga Wajar Rp 260 Persaham

NERACA Jakarta - Nilai wajar harga saham PT PP Properti Tbk (PPRO) mencapai Rp260 per unit, lebih tinggi sekitar 32%…

Pembiayaan Proyek LRT akan Rampung Akhir Tahun

  NERACA   Jakarta - Pemerintah akan menyelesaikan pembiayaan (financial closing) kereta ringan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (LRT Jabodebek) dengan nilai total investasi…

Presiden Tidak Pernah Intervensi Data BPS

  NERACA Jakarta-Pejabat BPS mengungkapkan, Presiden Jokowi tidak pernah mengintervensi data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik. Pasalnya, kualitas data pertumbuhan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Realisasi Ekspor Kabupaten Sukabumi Hingga Oktober Capai 8,57 Persen

Realisasi Ekspor Kabupaten Sukabumi Hingga Oktober Capai 8,57 Persen NERACA Sukabumi – Seksi Perdagangan Luar Negeri (PLN) pada Bidang Perdagangan…

KABUPATEN SUKABUMI - Ribka Ajak Warga Ikut Program KB

KABUPATEN SUKABUMI Ribka Ajak Warga Ikut Program KB NERACA Sukabumi - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi IX, Ribka…

Ekspor Banten Oktober Naik 6,23 Persen

Ekspor Banten Oktober Naik 6,23 Persen NERACA Serang - Nilai ekspor Banten Oktober 2017 naik 6,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya…