Proyek Rel KA Bandara Dikerjakan Maret

NERACA

Jakarta—Proyek infrastruktur pembangunan rel Kereta Api (KA) Manggarai - Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp2,2 triliun mulai dikerjakan Maret 2012 dan diperkirakan selesai 2014. “Kami menargetkan pada Maret 2012 ini, konsultan yang ditunjuk dapat segera bekerja sehingga dapat membantu perseroan untuk menilai aspek legalitas, perizinan dan lahan yang akan dijadikan lokasi proyek,” kata Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Emma Sri Martini kepada wartawan di Jakarta,19/1

Menurut Emma, pengerjaan proyek ini diperkirakan memakan waktu dua tahun. Sehingga pada 2014 bisa langsung beroperasi. “Kami menargetkan 2014 pembangunan konstruksi proyek tersebut sudah bisa dimulai," tambahnya

Lebih jauh kata Emma, saat ini PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sedang menyeleksi konsultan asing untuk pembangunan proyek rel tersebut. "Ada 5 (lima) calon konsultan yang masuk dalam tahap seleksi, diantaranya ada konsultan dari Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Spanyol dan Prancis," ujarnya

Dikatakan Emma, pada akhir Februari mendatang akan ada konsultan yang terpilih untuk membangun proyek tersebut, rencananya awal Maret sudah dapat berjalan untuk tahap perizinan. "Tahapannya sangat panjang dan cukup ribet jadi kita akan usahakan segera dan semoga kita juga mendapatkan konsultan yang terbaik," paparnya

Selain itu, lanjut Emma, ada beberapa rencana lain yang sedang dikerjakan perseroan seperti fasilitasi proyek SPAM Umbulan dan Pengembangan Unit Project Preparation (PDF). "Proyek ini kan sebenarnya sudah dimulai dari 2011 tepatnya 10 November yang saat itu juga pihak PT SMI dengan Kementerian Perhubungan sudah menandatangani MOU dan kita akan membantu PJPK dan menjadi fasilitator penyiapan proyek infrastruktur," imbuhnya

Diakui Emma, pada 10 November 2011 pihaknya sudah menandatangani MoU dengan Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) yakni Menteri Perhubungan untuk proses percepatan pelaksanaan proyek tersebut. "Namun untuk mengarah ke sana masih memerlukan waktu, saat ini kami sedang menunggu pengajuan proposal para calon konsultan, diperkirakan awal Februari sudah kami terima dan pada akhir Februari sudah diputuskan konsultan yang akan digunakan," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 126/KMK.01/2011, PT SMI ditunjuk untuk melakukan fasilitasi penyiapan proyek infrastruktur percontohan salah satunya Proyek Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPS) Kereta Api Bandara Soekarno Hatta-Manggarai. Penunjukan tersebut bertujuan untuk membantu PJPK dalam mempersiapkan proyek KPS, dimulai dari tahap persiapan hingga tahap transaksi proyek.

Sebelumnya, Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widayatin mengatakan rencananya harga tiketnya berkisar Rp 25.000-50.000, tetapi tergantung sinyal dari pemerintah. "Kalau sinyal pemerintah baik, harga tiketnya bisa lebih murah," ucap Sumaryanto. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pemerintah Hentikan Proyek Konstruksi Layang - PERLU EVALUASI TOTAL PROYEK INFRASTRUKTUR

Jakarta-Pemerintah akhirnya menghentikan sementara semua pekerjaan infrastruktur kontruksi layang (elevated) baik jalan tol, proyek LRT maupun jembatan di seluruh Indonesia.…

DPR: Proses Hukum Kecelakaan Proyek Infrastruktur

DPR: Proses Hukum Kecelakaan Proyek Infrastruktur NERACA Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta aparat Kepolisian memproses secara hukum kelalaian…

Proyek Kereta Cepat Membengkak US$83 juta

      NERACA   Jakarta - Nilai investasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung naik sebesar 83 juta dolar AS karena…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

BI : Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahunan Tak Relevan

      NERACA   Jakarta - Pernyataan bahwa siklus krisis ekonomi di Indonesia akan terjadi setiap 10 tahun sekali…

Pertamina Buka Akses Data Pajak ke DJP

      NERACA   Jakarta - PT Pertamina (persero) berkomitmen untuk memberikan akses data perpajakan kepada Direktorat Jenderal Pajak…

Jepang Tertarik Bangun MRT Di Jakarta

      NERACA   Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang…