Jepang Kreditor Terbesar Bagi Indonesia

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan jumlah utang luar negeri pemerintah dan swasta di Indonesia berdasarkan kreditornya. Dalam situs BI terungkap Jepang menjadi kreditor yang paling besar memberikan utangnya kepada RI hingga mencapai US$ 45,137 miliar atau sekitar Rp 406,23 triliun hingga November 2011.

Dalam paparan External Debt Januari 2012, BI juga menyebutkan posisi utang luar negeri Indonesia berdasarkan negara pemberi pinjaman itu mencapai US$ 157,85 miliar Utang luar negeri Indonesia yang merupakan pinjaman dari negara mencapai 71,2% dari total utang luar negeri Indonesia. Sedangkan dari organisasi Internasional mencapai 11,9% atau mencapai US$ 26,31 miliar, termasuk organisasi internasional seperti Asian Development Bank (ADB) dan International Monetary Fund (IMF)

Adapun total utang luar negeri Indonesia hingga November 2011 mencapai US$ 221,6 miliar. Terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 119,555 miliar dan utang swasta US$ 102,044 miliar. Adapun para negara-negara kreditor terbesar untuk Indonesia, antara lain, Jepang : US$ 45,137 miliar (20,4%), Singapura US$ 35,388 miliar (16,0%), AS US$ 26,915 miliar (12,1%), Belanda US$ 13,580 miliar (6,1%) dan Jerman US$ 3,844 miliar (1,7%).

Kemarin, Rahmat mengatakan akibat kenaikan rating utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat rating internasional Moodys ke investment grade dampaknya luar biasa. Karena langsung berpengaruh pada yield obligasi global yang diterbitkan Indonesia. "Dampak investment grade, dalam satu jam, yield Indonesia pada global bond tenor 30 tahun turun lima basis poin (bps). Dari 5,35 persen ke 5,30 persen. Credit Default Swap (CDS) lima tahun juga turun 10 bps," tandasnya

Perlu diketahui, lembaga pemeringkat Moodys menaikkan peringkat bagi obligasi Indonesia denominasi rupiah dan asing. Dimana obligasi Indonesia telah dinaikkan menjadi Baa3 dari Ba1 dengan outlook stabil.

Selain obiligasi jangka panjang mata uang rupiah, plafon obligasi asing juga dinaikkan menjadi Baa2 dari Baa3, sedangkan jangka panjang mata uang rupiah caping atas deposito selaras dengan rating obligasi pemerintah di Baa3. Selain itu, obligasi jangka pendek dan deposito obligasi berdenominasi rupiah juga diupgrade ke P-3. Prospek untuk batas atas stabil.

Sebelumnya, Rahmat juga sempat mengakui pada 2012 ni pemerintah masih mengandalkan utang untuk membiayai kekurangan anggaran. Rencananya, pemerintah ingin menarik utang baru Rp 250 triliun. "Kita menargetkan untuk utang sebesar Rp 250 triliun di 2012. Itu dari penerbitan SBN (surat utang), sukuk, syariah, dan lain-lain. Termasuk Samurai Bond di dalamnya," ujarnya

Rahmat menambahkan pemerintah optimistis bisa meraih utang Rp 250 triliun terutama lewat penerbitan surat utang karena peringkat Indonesia yang naik menjadi investment grade saat ini. Kenaikan rating itu bakal membuat biaya utang atau bunga utang pemerintah makin rendah dan murah. "Kita optimistis utang Rp 250 triliun tercapai karena investment grade," tukasnya. **cahyo

Related posts