Nilai Total Emisi Obligasi Bakal Cetak Rekor - Tren Suku Bunga Bank Melandai

NERACA

Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memprediksi tahun ini penerbitan obligasi dapat mencatat rekor baru dari sisi nilai total emisi. Pasalnya, hingga akhir Agustus 2017 telah diterbitkan obligasi dan dicatatkan senilai Rp109,72 triliun dan mandat pemeringkatan efek sampai dengan September 2017, namun belum dicatatkan mencapai Rp43,59 triliun.”Kalau tahun lalu total penerbitan obligasi tahun 2016 mencapai Rp120 triliun, sedangkan tahun ini akan lebih dari Rp120 triliun sehingga mencetak rekor baru," kata analis Pefindo, Hendro Utomo di Jakarta, kemarin.

Dirinya merincikan, dari total Rp43,5 triliun tersebut terdapat Rp10 triliun merupakan efek sekuritisasi, Rp13,8 triliun medium term note, Rp9 triliun obligasi, Rp5,3 triliun PUB baru, Rp4,067 triliun rencana realisasi PUB, dan Rp1,1 triliun Sukuk.

Sedangkan dari sisi sektor industri, sekuritisasi mendominasi yakni Rp10 triliun. Kemudian disusul oleh sektor pembiayaan Rp8,5 triliun, industri agro Rp5 triliun, banking Rp4,5 triliun, pertambangan Rp3,2 triliun dan selebihnya sektor-sektor lainya. Akan tetapi, dari sisi imbal hasil obligasi dalam dua bulan belakangan ini atau tepatnya setelah Bank Indonesia menurunkan BI 7 day repo rate menjadi 4,5% turun 10-100 basis point. "Memang transmisi kebijakan BI tersebut lebih cepat di industri pasar modal ketimbang pada sektor perbankan sendiri," kata ekonom Pefindo, Ahmad Mikail.

Tercatat, hingga Juni 2017 rata-rata kupon untuk obligasi berperingkat sampai dengan AAA bertenor 1 tahun sebesar 7,75% sedangkan pada bulan Agustus, rata-rata kupon untuk obligasi berperingkat AAA dengan tenor 1 tahun 7,25%. Sementara, hingga Juni rata rata kupon untuk obligasi sampai peringkat BBB bertenor 1 tahun sebesar 12,1%; sedangkan pada bulan Agustus rata-rata kupon berperingkat BBB dengan tenor 1 tahun sebesar 10,5%.

Presiden Direktur Pefindo, Salyadi Putra pernah bilang, tingkat suku bunga yang landai serta stabilnya inflasi dan nilai tukar mata uang menjadi pendorong pertumbuhan emisi obligasi tahun ini. Pefindo memperkirakan, potensi penerbitan obligasi tahun 2017 akan lebih tinggi ketimbang tahun lalu.”Kamicukup optimististahun ini dapat melebihi penerbitan obligasi tahun lalu,"ungkapnya.

Dari sisi obligasi BUMN, Pefindo juga memperhatikan pertumbuhan outstanding obligasi yang terus meningkat. Berdasarkan data olahan KSEI dan Pefindo, Juni 2017 mencatat outstanding obligasi BUMN berada di angka Rp 153,8 triliun dengan porsi terhadap total outstanding obligasi korporasi sebesar 46%. Hal ini terutama ditunjang dari berbagai pendanaan proyek infrastruktur yang mendorong BUMN menerbitkan obligasi korporasi.

Sebagai gambaran pertumbuhan, obligasi BUMN sepanjang 2016 tercatat di Rp 136,2 triliun. Porsi terhadap total outstandingobligasi korporasi domestik sebesar 43,7%. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stabil dengan nilai 5,2%, inflasi yang terjaga dan suku bunga yang relatif rendah, Salyadi optimistis penerbitan obligasi akan lebih tinggi di tahun 2017. "Tahun kemarin sudah merupakan rekor penerbitan obligasi, semoga tahun ini bisa lagi," kata Salyadi.

BERITA TERKAIT

BI Diyakini Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) diyakini akan menahan kebijakan bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" di…

Ada Peluang Kenaikan Bunga The Fed, Rupiah Melemah

    NERACA   Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa sore, bergerak melemah sebesar 16…

Pariwisata Digadang-gadang Bakal jadi Penyumbang Terbesar Devisa

    NERACA   Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…