Bukalapak Jadi Aplikasi Rating Tertinggi

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia mulai menggunakan situs belanja online melalui aplikasi mobile. Melihat tren yang ada, Bukalapak sebagai online marketplace terbesar di Indonesia berupaya untuk terus meningkatkan kualitas aplikasi agar pengalaman pengguna saat memakai Bukalapak menjadi semakin baik.”Kami sangat senang dengan hasil yang kami raih saat ini. Kami percaya bahwa mobile is the future dan tren ke depannya akan semakin banyak orang yang menggunakan mobile phone untuk berbelanja dan melakukan transaksi. Saat ini, dari keseluruhan pengunduh aplikasi Bukalapak, 92% adalah pengguna Android dan 8% pengguna iOS,” ujar Hasanul Hakim, Mobile Apps Developer Lead Bukalapak di Jakarta, kemarin.

Saat ini aplikasi Bukalapak di Android terpasang di 13 juta perangkat. Sementara aplikasi Bukalapak di iOs dipasang di lebih dari 700 ribu perangkat. Pengembangan aplikasi mobile Bukalapak pun membuahkan hasil yang cukup memuaskan, salah satunya, saat ini aplikasi Bukalapak menjadi aplikasi e-commerce lokal dengan rating terbaik di Google Play Store. Rating aplikasi Bukalapak di toko aplikasi Google itu kini 4,5 bintang dan terus mengalami peningkatan tiap waktunya mendekati rating sempurna (5)."Tiap bulan, kurang lebih ada 600 upgrade ke sistem kita. Setiap harinya, kita bisa melakukan minimal tiga kali pembaruan sistem dan terkadang bisa sampai 20 kali, kalau memang dibutuhkan. Pembaruan ini dilakukan dengan cara yang baik, sehingga pelanggan tidak tahu bahwa ada pembaruan sistem,"kata Ibrahim Arief, Vice President of Engineering Bukalapak.

Maka untuk meningkatkan kualitas aplikasi mobile, Bukalapak juga memiliki tim khusus yang tugasnya memantau setiap ulasan dari penggunanya. Saat ini, Bukalapak memiliki lebih dari 200 developer yang setengahnya difokuskan pada pengembangan aplikasi yang terpecah menjadi 20 tim. Tiap tim memiliki independensi sendiri dalam mengembangkan pembaruan aplikasi Bukalapak. Percaya pada kekuatan para developer, Bukalapak berencana untuk merekrut lebih banyak lagi developer independen.

BERITA TERKAIT

Pefindo Pangkas Rating Summarecon Jadi A

NERACA Jakarta – Besarnya kebutuhan modal PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dalam pengembangan bisnis propertinya dalam beberapa tahun kedepan, tentunya…

Banten Siapkan Aplikasi 'Si Jelita' Bantu Industri Rumahan

Banten Siapkan Aplikasi 'Si Jelita' Bantu Industri Rumahan NERACA Serang - Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,…

Bukalapak Perluas Literasi Digital Masyarakat

Di era pesatnya pertumbuhan digital saat ini, suka tidak suka masih ada sebagian kecil masyarakat yang belum mendapatkan manfaat akses…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…