BNI Life Mengajarkan Pentingnya Berasuransi - Peduli Literasi Keuangan

Sebagai tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar, serta dalam rangka meningkatkan literasi keuangan tentang asuransi, PT BNI Life Insurance menggelar kegiatan "corporate social responsibility (CSR)" bertajuk "BNI Life Berbagi Sehat Bersih" di desa Kosambi, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.”Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan perusahaan asuransi di Indonesia untuk melaksanakan literasi produk keuangan kepada masyarakat salah satunya asuransi. Melalui program CSR ini kami ingin memberikan pemahaman pentingnya menyiapkan perencanaan keuangan ke depan," kata Head of Affinity BNI Life, Indrawati di Kabupaten Serang, kemarin.

Menurut Indrawati , kegiatan CSR yang melibatkan 980 tenaga telemarketer BNI Life merupakan program tahunan perusahaan, setelah pada tahun lalu program yang sama sukses dilaksanakan di PTPN VIII Gunung Mas Puncak Bogor.

Indrawati mengatakan, penetrasi industri asuransi masih sangat rendah (2,80% terhadap PDB tahun 2016) melalui program ini BNI Life ingin memberikan pemahaman agar masyarakat lebih cerdas dalam mengelola dan menata keuangannya. Tentunya sangat disayangkan seorang anak cerdas harus putus sekolahnya ditengah jalan hanya karena keluarganya tidak dapat menata keuangannya dengan baik padahal banyak ragam produk asuransi dengan premi terjangau.”Kami punya produk dengan premi terjangkau mulai dari Rp100 ribu per bulan sudah mendapatkan perlindungan yang layak sangat cocok diterapkan bagi masyarakat di perdesaan. Ke depannya tidak ada lagi kesenjangan penggunaan produk asuransi antara masyarakat kota dan desa," ujar Indrawati.

Lebih jauh dijelaskan, program CSR bertajuk "BNI Life Berbagi Bersih sehat" diisi dengan sejumlah kegiatan antara lain Pelatihan literasi keuangan untuk 320 keluarga dan 100 orang siswa SDN Kosambi, renovasi dan peningkatan fasilitas sekolah PAUD dan Madrasah; bakti sosial berupa kegiatan bersih-bersih dan pengecatan lingkungan, serta penyediaan tempat sampah.

Salah satu bentuk pelatihan perencanaan dan perlindungan finansial yang diberikan kepada 100 orang murid SDN Kosambi, Kab Serang, Banten tersebut berupa kerajinan tangan membuat dan menghias celengan kertas. Celengan merupakan salah satu bentuk bekal manajemen dan perlindungan sederhana sehingga diharapkan mereka dapat memanfaatkan celengan sederhana ini sebagai bekal finansial mereka dalam meraih asa dan cita di masa depan.

Sementara terkait pelatihan literasi keuangan, Indrawati mengatakan sudah menjadi komitmen BNI Life untuk mendukung terbukanya akses informasi mengenai pengelolaan keuangan dan pengenalan risiko-risiko kehidupan di masyarakat melalui pola pengaturan keuangan secara sederhana. Bagi masyarakat desa yang ingin ikut asuransi kini sudah semakin mudah, apabila ingin klaim sudah tersedia layanan pusat informasi yang aka segera ditindaklanjuti, sedangkan untuk pembayaran premi dapat dilaksanakan melalui ATM baik BNI maupun bank lain yang telah terintegrasi, jelas Indrawati.

Lebih jauh Head of Corporate Communication BNI Life, Lia Susetio menambahkan, selain melalui telemarketer sosialisasi produk asuransi juga dilaksanakan melalui tenaga agen 46 yang merupakan wujud sinergi dengan Bank BNI sebagai induk usaha. Mereka akan memberikan pemahaman mengenai manfaat layanan asuransi kepada masyarakat.

Lia juga menyampaikan sejak tiga tahun terakhir sosialisasi produk asuransi BNI Life terus ditingkatkan, jerih payah ini membuahkan hasil meraih peringat tujuh untuk kategori premi bisnis baru tahun 2017, setelah tahun lalu meraih peringkat 15.”Kami memberikan target pada tahun 2019 berhasil meraih peringkat lima besar khususnya untuk kategori premi bisnis baru. Persiapannya telah dilakukan mulai pembenahan teknologi, sinergi di lingkungan BNI, pemanfaatan payroll, sampai pemanfaatan aplikasi dan web," ujar dia.

Hasil riset OJK menunjukkan tingkat utilitas asuransi di Indonesia baru mencapai 11,81%. Artinya, dari 100 penduduk Indonesia, baru 11 orang yang mempunyai polis asuransi. Sementara Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat saat ini tingkat penetrasi asuransi sekitar 7,5% dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 255 juta penduduk. Angka ini terbilang kecil jika dibandingkan banyak negara lain. Oleh sebab itu, AAJI dan regulator akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk berasuransi.

BERITA TERKAIT

Asuransi Simas Sambangi Siswa Bukittinggi - Edukasi Literasi Keuangan

NERACA Jakarta - Asuransi Sinar Mas (Simas) melanjutkan literasi keuangan untuk mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka meningkatkan…

Bappenas Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Penganggaran Berkualitas

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menekankan pentingnya perencanaan dan penganggaran berkualitas…

Sequis Mencatat Kinerja Keuangan Positif di Kuartal III/2017

  NERACA   Jakarta - Director & Chief Agency Officer PT Asuransi Jiwa Sequis Life Edisjah menjelaskan, Sequis Life kembali…

BERITA LAINNYA DI CSR

Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Keluarga - Istri Nelayan Diberdayakan Lewat Edukasi Keuangan

Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung perluasan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, HSBC bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF)…

Berbagi Kasih dan Sukacita Sambut Natal - Telkomsel Bantu 5000 Anak Yatim Piatu di 4 Kota

Berbagi kebahagian dan kecerian dalam rangka menyambut hari raya Natal 2017, Telkomsel menggelar rangkaian kegiatan kepedulian sosial dengan tema “Saatnya…

Dukung Kreatifitas Guru - Saratoga Beri Pelatihan TOT 46 Guru di Indonesia

Masih dalam memperingati hari guru nasional ke-72, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (Saratoga) sebagai perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia…