Pemkab Lebak Minta Petani Bentuk Koperasi

Pemkab Lebak Minta Petani Bentuk Koperasi

NERACA

Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, meminta petani di daerah itu membentuk lembaga koperasi dan badan usaha lainnya yang dapat melindungi petani dari spekulan dan tengkulak.

"Kami minta semua kelompok tani agar membentuk lembaga koperasi maupun badan usaha lainya, asosiasi pasar tani (Aspartani) guna meningkatkan kesejahteraan petani," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Senin (18/9).

Selama ini, petani Kabupaten Lebak mengelola usaha pertanian masih tradisional sehingga perlu dibentuk lembaga koperasi maupun badan usaha lainnya. Potensi usaha komoditas pertanian di daerah itu cukup berpeluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga cukup besar hingga di atas 30 persen menyumbangkan pendapatan domestik regional bruto (PDRB).

Untuk itu, pihaknya meminta petani agar membentuk lembaga koperasi maupun badan usaha lainnya di antaranya Aspartani."Kami yakin jika petani memiliki lembaga koperasi maupun badan usaha tentu akan meningkatkan kesejahteraan," ujar dia.

Menurut dia, kebiasaan atau budaya masyarakat petani di Kabupaten Lebak mengembangkan komoditas pertanian pangan, hortikultura dan palawija belum dijadikan andalan usaha. Kebanyakan petani menjual produksi pertanian ke spekulan dan tengkulak karena tidak memiliki lembaga koperasi dan badan usaha lainnya. Karena itu, pihaknya berharap petani ke depan, membiasakan atau membudayakan pengembangan usaha yang bisa meningkatkan pendapatan.

Jika petani membentuk lembaga koperasi dan badan usaha tentu akan mudah mendapat bantuan dari pemerintah, baik berupa sarana dan prasarana, permodalan hingga pelatihan sumber daya manusia. Selain itu juga bisa menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan yang bermitra dengan petani.

Dede mengajak petani di daerah itu saat musim panen tidak menjual gabah gabah ke tengkulak maupun spekulan. Pengalaman itu, kata dia, harga gabah selalu anjlok karena adanya permainan spekulan tersebut. Pihaknya meminta petani mampu memproduksi beras dan tidak menjual gabah. Apalagi, sekarang Perum Bulog siap menampung beras dari petani."Kami minta tidak menjual gabah, tetapi menjual dalam bentuk beras sehingga dapat menguntungkan petani," kata dia menjelaskan.

Dede memberikan apresiasi terhadap sejumlah petani di Kabupaten Lebak yang tergabung dalam Asosiasi Pasar Tani (Aspartani) karena mampu memproduksi beras. Produksi beras petani Lebak, selain dipasok ke sejumlah pasar lokal juga Tangerang dan Jakarta. Mereka memproduksi beras jenis varietas Ciherang, Mikongga dan Inpari sebab beras itu memiliki kualitas, selain pulen rasanya juga beraroma serta memiliki nilai jual di pasaran.

Ia berharap petani lainnya agar bergabung membentuk Aspartani sebab asosiasi itu bisa menampung beras dari para anggotanya dengan harga yang cukup bagus."Kami yakin kehidupan petani menjadi lebih baik jika mereka menjual beras dan bisa mengeruk keuntungan puluhan juta rupiah per hektarenya," ujar dia.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Asep Wahyudin mengatakan pemerintah daerah terus mengoptimalkan kegiatan sosialisasi manfaat koperasi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kegiatan sosialisasi itu ke berbagai elemen masyarakat,profesi, termasuk petani.

Selama ini, manfaat koperasi cukup besar untuk kesejahteraan masyarakat juga dapat menyerap lapangan pekerjaan di daerah itu. Saat ini, banyak kelompok tani belum membentuk koperasi sehingga sering kali kesulitan untuk mendapatkan penguatan modal maupun bantuan program pemerintah.

Berdasarkan data kelompok tani yang sudah membentuk koperasi sebanyak 109 dari 1.860 kelompok tani."Kami menilai lembaga koperasi itu sangat membantu usaha petani untuk penyediaan produksi pangan juga memasarkan komoditas pertanian," ujar dia. Ant

BERITA TERKAIT

Korupsi, Penghambat Daya Saing Koperasi

  NERACA Malang - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo mengungkapkan…

Regulator Minta Pelanggan Listrik Tak Khawatir - TERKAIT RENCANA KEBIJAKAN GOLONGAN TARIF

NERACA Jakarta – Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan program penyederhanaan golongan pelanggan listrik PT PLN (Persero) belum dijalankan dan masih…

Distanbun Lebak Dorong Petani Kembangkan Padi Gogo

Distanbun Lebak Dorong Petani Kembangkan Padi Gogo NERACA Lebak - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, Banten, mendorong petani…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Realisasi Ekspor Kabupaten Sukabumi Hingga Oktober Capai 8,57 Persen

Realisasi Ekspor Kabupaten Sukabumi Hingga Oktober Capai 8,57 Persen NERACA Sukabumi – Seksi Perdagangan Luar Negeri (PLN) pada Bidang Perdagangan…

KABUPATEN SUKABUMI - Ribka Ajak Warga Ikut Program KB

KABUPATEN SUKABUMI Ribka Ajak Warga Ikut Program KB NERACA Sukabumi - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi IX, Ribka…

Ekspor Banten Oktober Naik 6,23 Persen

Ekspor Banten Oktober Naik 6,23 Persen NERACA Serang - Nilai ekspor Banten Oktober 2017 naik 6,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya…