Investor Saham di DIY Capai 28.312 Orang

NERACA

Yogyakarta – Tercatat sampai Agustus 2017, jumlah investor pasar modal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai 28.312 orang, atau meningkat signifikan dibanding periode yang sama 2016 sebanyak 20.320 investor.”Dukungan Galeri Investasi untuk pertumbuhan investor pasar modal di DIY memang sangat efektif," kata Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Irfan Noor Riza di Yogyakarta, kemarin.

Dilihat dari jumlah investor yang terus meningkat, menurut dia, dari sisi transaksi juga menunjukkan angka yang menggembirakan mencapai Rp950 miliar pada Agustus 2017. Capaian transkasi itu meningkat dibandingkan Agustus 2016 yang mencapai Rp376 miliar. Karena dinilai memiliki peran yang efektif, BEI DIY berencana memperbanyak galeri investasi di perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meningkatkan literasi pasar modal bagi kalangan akademisi atau mahasiswa.

Irfan mengatakan, saat ini telah dibuka galeri investasi di 33 perguruan tinggi maupun swasta di DIY. Sejak awal 2017 hingga Agustus 2017, menurut dia, BEI telah menambah galeri investasi baru di tiga kampus di DIY.”Galeri investasi BEI tidak hanya sosialisasi di kampus saja, tapi juga kami terapkan GI BEI Mobile, yaitu sosialisasi dan edukasi ke luar ke kantong-kantong kelompok masyarakat dan komunitas," ujarnya.

Dirinya optimistis pasar modal DIY akan semakin bertumbuh dan semakin banyak lagi masyarakat DIY yang melek investasi khususnya di pasar modal.”Semangat kami dengan semakin banyak masyarakat yang melek investasi harapannya angka korban investasi bodong bisa diminimalisasi," jelasnya.

Peningkatan jumlah investor itu, menurut Irfan, mengindikasikan keberhasilan program edukasi dan sosialisasi BEI DIY kepada masyarakat mengenai manfaat berinvestasi di pasar modal. Bahkan pada tahun ini, kata Irfan, BEI DIY juga akan mendirikan galeri investasi di tingkat perdesaan untuk mendukung Program Desa Nabung Saham di daerah ini.

Irfan mengatakan, galeri investasi desa akan menjadi sarana utama pendukung pelaksanaan Program Desa Nabung Saham. Di DIY Program Desa Nabung Saham akan dimulai di desa yang dinilai paling terpencil yakni Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul. Dengan membuka galeri investasi di desa, Irfan berharap semakin banyak masyarakat perdesaan yang melek saham sehingga akan membantu menekan jumlah korban investasi bodong di perdesaan.”Saat ini kami sedang menyiapkan sarana prasarananya terlebih dahulu sembari dilakukan sosialisasi kepada warga desa mengenai program itu," kata dia. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Investor Summit 2018 Sambangi Surabaya

Rangkaian acara paparan publik dari perusahaan tercatat secara langsung di 8 kota Investor Summit 2018 kembali berlanjut dengan tujuan kota…

Ekonom UI : Investor Diminta Tidak Panik

NERACA Jakarta – Jeli dan cermat berinvestasi terhadap mengkonsumsi kondisi informasi disekitar, mutlak diperlukan bagi seorang investor agar tidak salah…

Saham PANI Oversubscribed 14 Kali - Debut Perdana di Pasar Modal

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…