Produksi Beras Lebak Cukup untuk 12 Bulan

Produksi Beras Lebak Cukup untuk 12 Bulan

NERACA

Lebak - Produksi beras di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten hingga Agustus 2017 sebanyak 235.453 ton mampu mencukupi kebutuhan daerah itu selama 12 bulan ke depan.

"Kami menjamin persedian beras itu mencukupi hingga tahun 2018," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Rabu (13/9).

Selama ini, produksi pangan cukup melimpah karena percepatan tanam dilakukan secara serentak. Bahkan, panenan padi hingga kini masih berlangsung, meski cuaca kemarau. Karena itu, persediaan beras di daerah itu melimpah dan banyak dari masyarakat yang membuka kios penjualan beras. Selain itu, beras juga memenuhi permintaan sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak.

Produksi pangan sampai Agustus 2017 sebanyak 428.096 ton gabah kering giling (GKG) dan jika dikonversikan dengan beras maka menjadi 235.453 ton setara beras. Sedangkan untuk kebutuhan beras penduduk Kabupaten Lebak yang mencapai 1,2 juta jiwa mencapai 11.777 ton per bulan atau 141.321 ton per tahun. Jika dirata-ratakan, kebutuhan beras per kapita sebanyak 114 kilogram, maka produksi beras di Kabupaten Lebak surplus sebanyak 94.214 ton dan aman hingga 12 bulan ke dapan. Keberhasilan produk beras ini berdampak pada kesejahteraan petani.

Ia meminta budaya menanam padi sawah itu dapat dijadikan sebagai andalan usaha masyarakat sehingga mendongkrak pendapatan ekonomi petani. Selain itu juga dapat mendukung swasembada pangan nasional."Kami setiap tahun menjadikan Lebak sebagai daerah lumbung pangan di Provinsi Banten," tambah dia.

Pedagang di Pasar Rangkasbitung, Ujang (50), mengaku hingga kini stok beras lokal dari berbagai daerah di wilayah Kabupaten Lebak melimpah."Selama ini persedian beras lokal tidak ada masalah hingga 2018," ujar dia.

Bahkan pedagang lainnya, H Baden, mengatakan pasokan beras mencukupi dan tidak mendatangkan dari luar daerah. Selama ini, dirinya tidak mendatangkan beras dari luar daerah,meskipun mengalami kemarau. Sebab, produksi beras lokal melimpah dan mencukupi kebutuhan permintaan konsumen.

"Kami sepanjang tahun 2017 sampai saat ini masih mendatangkan beras lokal dengan kualitas cukup bagus," kata Baden menjelaskan. Ant

Related posts