Indonesia Mulai Negosiasi FTA Dengan Nigeria - Niaga Bilateral

NERACA

Jakarta – Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengungkapkan Indonesia dan Nigeria saat ini sedang memulai perundingan untuk mencapai kesepakatan perdagangan bebas (FTA). "Saat ini kita sedang memulai negosiasi untuk FTA dengan Nigeria," kata Menlu usai sebagaimana disalin dari Antara.

Ia menyebutkan Selasa ini, Presiden menerima surat-surat kepercayaan dari sembilan duta besar, delapan di antaranya berkedudukan di Jakarta dan satu yaitu Tanzania berkedudukan di Kualalumpur. "Setelah menerima surat surat kepercayaan, Presiden melakukan pembicaraan satu per satu dengan duta besar tersebut," katanya.

Untuk Nigeria fokus pada bidang ekonomi karena ada 14 perusahaan Indonesia yang beroperasi di nigeria. "Nigeria merupakan partner terbesar kita di kawasan Afrika," kata Menlu.

Sementara itu pembicaraan dengan Dubes Peru, menurut Retno, ditekankan pada kepemimpinan Indonesia di dunia internasional dan G20. Kamboja juga menyoroti mengenai kepemimpinan Indonesia di ASEAN, juga membahas mengenai bagaimana sejauh ini Indonesia dapat mengelola kemajemukan yang ada di Indonesia.

Sementara saat bicara dengan Dubes Myanmar antara lain menyoroti mengenai bantuan kemanusiaan yang akan diberikan kepada semua orang tanpa terkecuali, tanpa memandang agama dan etnis. "Presiden juga menyampaikan konsen Indonesia terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar dan mengharapkan stabilitas dan keamanan dapat segera dipulihkan," katanya.

Ia menyebutkan Selasa ini pukul 14.00 WIB dirinya juga akan melakukan pertemuan dengan Dubes Myanmar guna membahas perkembangan situasi di Rakhine State. Sementara dengan Dubes Sudan, intinya adalah mereka mengundang investor Indonesia untuk masuk ke Sudan. "Kita juga menyampaikan kontribusi polisi kita dalam misi Unamed yang saat ini ada 977 polisi Indonesia yang bertugas di Unamed," katanya.

Dengan Dubes Norwegia, Presiden Jokowi membicarakan mengenai prioritas kerja sama di mana kedua negara memiliki kepentingan yang sangat besar seperti bidang lingkungan hidup, kehutanan , energi dan kelautan.

Norwegia mendukung upaya Indonesia untuk konferansi plastik dan tahun depan akan ada konferensi internasional mengenai kelautan. "Dubes Denmark mendukung penuh upaya Indonesia menjadi tuan rumah konferensi tentang plastik dan mengapresiasi misi yang terus dilakukan Indonesia dan Indonesia sebagai role model dalam pengelolaan keberagaman," katanya.

Menlu menyebutkan India juga fokus di bidang ekonomi antara lain CPO, energi dan farmasi. Tiga bidang itu dibahas saat Presiden melakukan kunjungan ke India dan tiga bidang itu terus ditindaklanjuti sampai sekarang.

"Dengan Dubes Tanzania, fokusnya pada bidang kapasitas building karena kita banyak sekali membantu khusunya bidang agricultural. Tanzania memerlukan kerja sama itu, kita sudah memberikan bantuan kepada ratusan pelaku agricultural di sana," katanya.

Sebelumnya, pemerintah tengah mengincar peluang pasar negara tujuan ekspor nontradisional seperti Nigeria karena dinilai sangat potensial untuk dikembangkan, mengingat negara tersebut memiliki jumlah penduduk cukup banyak dan merupakan salah satu negara berkembang.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, kesempatan tersebut sebaiknya segera dimanfaatkan oleh para pelaku usaha asal Indonesia. Kementerian Perdagangan memfasilitasi pengusaha dalam negeri dengan mempertemukan pelaku usaha asal Nigeria.

"Forum ekonomi itu bagus, mempertemukan pelaku usaha. Nigeria negara berkembang dengan penduduk yang banyak, itu peluang potensial," kata Enggartiasto.

Pemerintah Indonesia menyelenggarakan Indonesia-Nigeria Economic Forum dengan tema Menjadikan Nigeria Sebagai Hub Perdagangan di Kawasan Afrika Barat yang bertujuan untuk memfasilitasi pertemuan antara pelaku bisnis dalam negeri dan Nigeria.

Tercatat, dalam forum tersebut kurang lebih sebanyak 300 pengusaha Nigeria yang merupakan perwakilan pemerintah, kamar dagang dan industri dan perusahaan hadir untuk bertemu pelaku usaha sektor unggulan Indonesia. Sementara dari Indonesia ada kurang lebih sebanyak 21 pengusaha dalam negeri yang mempromosikan produknya.

Pada 2016, total perdagangan antara kedua negara mencapai 1,6 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor Indonesia mencapai 310,8 juta dolar AS dan nilai impor sebesar 1,28 miliar dolar AS. Defisit bagi Indonesia sebagian besar berasal dari impor minyak dan gas.

Sementara jika dilihat dari sektor nonmigas, sesungguhnya Indonesia mengantongi surplus 302,72 juta dolar AS. Produk ekspor nonmigas Indonesia ke Nigeria antara lain kertas, kelapa sawit, dan turunannya seperti halnya ekspor utama negara-negara Asia Tenggara ke Afrika yaitu antara lain obat-obatan dan bumbu-bumbu. Kita jangan sampai terlambat untuk mengambil peluang ini," kata Enggartiasto. Sebelumnya, pertemuan serupa juga dilakukan di Afrika Selatan. Hasil dari pertemuan tersebut, ada beberapa peluang kerja sama antar pelaku usaha.

BERITA TERKAIT

Kapolri - Indonesia Target Investor Global

Jenderal Pol Tito Karnavian  Kapolri Indonesia Target Investor Global Jakarta - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito…

Lewat Teknologi, Syngenta Ingin Kembangkan Pertanian Indonesia

  NERACA   Jakarta - Terbatasnya lahan pertanian di Indonesia, serta tuntutan akan pangan yang berkualitas menjadi salah satu tantangan…

Pertemuan IMF dan World Bank Bakal Beri Keuntungan untuk Indonesia

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia menyatakan pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang berlangsung…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

KKP Serukan Masyarakat Untuk Konsumsi Ikan Lokal

NERACA Jakarta - Puncak perayaan Hari Ikan Nasional yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah juga dilengkapi dengan seruan dari…

Dunia Usaha - Iperindo Sesalkan BUMN Pelayaran Masih Impor Kapal Bekas

NERACA Jakarta - Belum lama ini, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni membeli enam kapal bekas dari luar negeri,…

Penilaian Kadin - TEI 2017 Buka Akses Pasar Ekspor Nontradisional

NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa penyelenggaraan pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 mampu…