Penjualan PP Properti Tembus Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta – Per Agustus 2017, bisnis properti punya PT PP Properti Tbk (PPRO) tumbuh positif. Dimana perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp2 triliun. Dimana perolehan mencapai sekitar 67% dari target penjualan tahun ini sebesar Rp 2,99 triliun. “Alhamdulillah kami di PPRO bersyukur, ketika teman-teman .lain di bisnis properti sedang lesu, proyek-proyek kami masih laris,"kata Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat di Jakarta, kemarin.

Dirinya menjelaskan, penjualan pemasaran PPRO ditopang oleh penjualan proyek existing dan proyek baru. Itu antara lain proyek Grand Kamala Lagoon di Bekasi (Jawa Barat), proyek Grand Shamaya di Surabaya (Jawa Timur), dan Begawan Apartemen di Malang (Jawa Timur).

Taufik mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan beberapa proyek baru antara lain pembangunan menara apartemen berkonsep bebas narkoba di Bandung (Jawa Barat) yang menyasar pasar mahasiswa. Sebelumnya, PPRO telah membangun dua menara apartemen berkonsep bebas narkoba, di Jalan Margonda, Depok (Jawa Barat) yang ditargetkan rampung tahun 2017. Selain di Depok, apartemen bebas narkoba juga akan dibangun di Serpong (Banten), Semarang (Jawa Tengah), Yogyakarta dan Malang.”Kemudian di Surabaya. masih ada proyek baru lagi. Untuk yang Surabaya Oktober 2017 kali ya,"jelasnya.

Dirinya optimistis target penjualan pemasaran PPRO hingga akhir tahun 2017 bisa tercapai dan bahkan terlampaui menjadi lebih dari Rp3 triliun. Tengok saja, sampai dengan bulan September 2017 penjualan pemasaran mungkin bisa mencapai Rp2,2 hingga Rp2,3 triliun.

Selain itu, Taufik juga yakin proyeksi pertumbuhan laba sebesar 20% menjadi Rp438 miliar sepanjang 2017 akan terealisasi. "Sampai akhir September 2017, laba perseroan sekitar Rp280 miliar. Kami optimis sampai akhir 2017 masih sesuai rencana. Adapun pendapatan hingga akhir September 2017 sekitar Rp2,5 triliun,"imbuhnya

Asal tahu saja, dalam pengembangan bisnis propertinya, PT PP Properti Tbk terus ekspansif dalam penambahan landbank baru. Hingga akhir tahun 2017, perseroan berencana memiliki "landbank" atau cadangan lahan hingga mencapai sekitar 400 hektare. Pada akhir tahun 2016 jumlah cadangan lahan perseroan mencapai 60 hektare. Total cadangan pada akhir 2017 seluas 400 hektare, sehingga luas "landbank" PP Properti juga tumbuh hingga lima kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu.

BERITA TERKAIT

Nilai Investasi Lebak Lebihi Target Rp1 Triliun

Nilai Investasi Lebak Lebihi Target Rp1 Triliun NERACA Lebak - Nilai investasi Kabupaten Lebak, Banten, melebihi target Rp1 triliun dan…

Pegadaian Bakal Rilis Obligasi Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta –Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya di tahun depan, PT Pegadaian (Persero) akan menerbitkan surat utang (obligasi) senilai…

Rp2.869 Triliun Dana Perbankan Dimiliki Hanya 239 Orang

      NERACA   Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan sekitar 55,8 persen pemilik rekening…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Pembangunan Infrastruktur - Tiga Kabupaten di Jateng Terapkan Obligasi Daerah

NERACA Semarang - Pemerintah daerah di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah (Jateng) didorong untuk menggunakan obligasi sebagai salah…

Obligasi Sulsel Tunggu Peringkat Pefindo

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional Sulawesi Maluku Papua (Sulampua), Indiarto Budiwitono mengatakan, penerbitan obligasi…

Kebut Ekspansi Bisnis - MCAS Miliki 14,81% di MatchMove Indonesia

NERACA Jakarta - PT M cash Integrasi Tbk (MCAS) dan induk usahanya, PT Kresna Graha Investama (KREN), meresmikan kerja sama…