Biaya Eksplorasi Antam Capai Rp 1,84 Miliar

NERACA

Jakarta – Biaya kegiatan eksplorasi emas dan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hingga Agustus telah mencapai sebesar Rp 1,84 miliar. Kegiatan eksplorasi emas selama bulan Agustus 2017 dilaksanakan perusahaan di Pongkor, Jawa Barat. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Di wilayah ini, kegiatan yang dilakukan diantaranya ialah pemerian inti bor, percontohan inti bor, dan pemboran batuan. Perusahaan pun mengeluarkan total biaya eksplorasi preliminary emas mencapai Rp 837,54 juta. Sementara kegiatan eksplorasi nikel dilakukan ANTM di daerah Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Hingga Agustus lalu, perusahaan telah melakukan kegiatan yang diantaranya terdiri dari pemetaan geologi, percontohan cor, logging core, pemboran single, dan pengukuran grid. Adapun untuk eksplorasi nikel tersebut, perusahaan merogoh kocek hingga Rp 1 miliar. Kegiatan eksplorasi emas dan nikel yang dilakukan ANTM di bulan lalu merupakan lanjutan dari kegiatan eksplorasi yang telah dilakukan sejak awal 2017 lalu.

Pada semester pertam 2017, pendapatan Antam terkoreksi 2,66% dari priode yang sama tahun lalu Rp 4,16 triliun menjadi Rp 3,01 triliun. Arie Prabowo Ariotedjo, Direktur Utama Antam pernah mengatakan, kinerja keuangan ANTM semester satu merupakan refleksi penurunan volume penjualan komoditas feronikel dan emas, serta pengaruh harga komoditas. Disebutkan, volume penjualan feronikel ANTM turun 4% menjadi 7.791 ton nikel dari sebelumnya 8.304 ton nikel. Harga jual rata-rata nikel ANTM mencapai US$ 4,55 per pon.

Volume penjualan emas pun anjlok 38% menjadi 3,3 ton ketimbang semester pertama tahun lalu 5,39 ton. Arie mengatakan, penurunan volume penjualan emas ini disebabkan oleh adanya gangguan fasilitas pemurnian logam mulai di awal 2017. Arie menambahkan, saat ini gangguan sudah terselesaikan.

Sebenarnya, ANTM mencetak kenaikan margin laba kotor, karena beban pokok penjualan yang juga tertekan. Margin laba kotor ANTM sebesar 4,47% pada semester satu tahun ini. Semester satu tahun lalu, ANTM mencatat margin laba kotor 2,88%. Tapi, ANTM mencatat rugi bersih Rp 496,12 miliar per Juni dari posisi tahun sebelumnya dengan keuntungan Rp 11,03 miliar. Kerugian ini terutama berasal dari beban keuangan ANTM melonjak menjadi Rp 304,17 miliar dari sebelumnya Rp 141,48 miliar.

BERITA TERKAIT

Ekspor Industri Alas Kaki Menapak Hingga US$4,7 Miliar

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memprioritaskan pengembangan industri alas kaki nasional agar semakin produktif dan berdaya saing, terlebih lagi karena…

Semen Baturaja Terbitkan MTN Rp 400 Miliar

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau (SMBR) menerbitkan surat hutang (MTN) senilai Rp400 miliar dengan jangka waktu selama tiga tahun…

Bank Ganesha Raih Laba Rp51,1 miliar

    NERACA   Jakarta - PT Bank Ganesha Tbk meraup laba bersih setelah pajak (audited) sebesar Rp51,1 miliar sepanjang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

Bukalapak dan JNE Hadirkan Layanan JTR

Sebagai bentuk komitmen Bukalapak untuk terus berusaha memberikan layanan terbaik dan mengoptimalkan jasa layanan pengiriman barang besar yang dapat mempermudah dan…