Kilas Berita

Kamis, 19/01/2012

Pengurus Kelenteng Karawang

Bersih-bersih Jelang Imlek

Sejumlah pengurus kelenteng di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menggelar kegiatan bersih-bersih menjelang perayaan tahun baru China atau Imlek 2563 yang akan dilaksanakan pada Senin (23/1).

"Semua ruangan kelenteng dibersihkan menjelang perayaan Imlek. Kegiatan bersih-bersih ini rutin kami lakukan setiap menjelang Imlek," kata Hengky Gunawan, pengurus Kelenteng Kwan Tee Koen, di Karawang, Rabu.

Dikatakannya, selain menggelar kegiatan bersih-bersih sekitar kelenteng, pengurus kelenteng juga mengecat ulang pagar dan beberapa bagian dinding kelenteng. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menyambut perayaan Imlek.

Selain menggelar kegiatan bersih-bersih, para pengurus kelenteng juga harus siaga di kelenteng, karena menjelang perayaan Imlek, banyak orang Tionghoa yang datang ke kelenteng untuk sembahyang.

"Hampir setiap hari, selalu ada orang Tionghoa yang sembahyang menjelang perayaan Imlek," kata dia.

Pada perayaan Imlek 2563 yang akan dilaksanakan pada Senin (23/1), orang Tionghoa akan menggelar sembahyang, pesta kembang api, dan menyalakan puluhan lampion. Dalam perayaan Imlek tahun ini, orang Tionghoa meminta berkah dan keselamatan kepada tuhan.

Sebagai rangkaian perayaan Imlek, juga akan digelar pawai barongsai dan tandu atau ruwat bumi yang akan dilaksanakan pada 12 Februari 2012.

Pelaksanaan ruwat bumi tersebut akan digelar dengan berkeliling sekitar wilayah perkotaan Karawang.Kegiatan ruwat bumi digelar dalam rangka mengungkapkan rasa syukur terhadap kenikmatan dan yang telah diberikan tuhan.

Selain Kelenteng Kwan Tee Koen, pengurus kelenteng lainnya di sekitar Karawang, seperti Kelenteng Cow Suo Kong, Sian Jin Kupoh, dan Kelenteng Shia Jin Kong juga melakukan hal sama, yakni bersih-bersih menjelang perayaan Imlek.

Pemkot Diimbau Dukung

Perakitan Mobil Esemka

Komisi D DPRD Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta Dinas Pendidikan memfasilitasi penambahan lahan guna memaksimalkan kreativitas siswa SMKN 1 setempat dalam merakit kendaraan Kiat Esemka secara swadaya.

Hal itu dikatakan anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafids, seusai meninjau perakitan mesin mobil Kiat Esemka di SMKN 1 Kota Bekasi, Jalan Bintara VIII, Kelurahan Bintara, Bekasi Barat, Selasa.

"Bisa dengan cara menjalin pertemuan antara perwakilan Dinas Pendidikan dengan Kementerian Pendidikan agar menambah jumlah lahan perakitan mengingat minimnya lahan di SMKN 1, atau hal lainnya," katanya.

Pihaknya juga meminta agar Pemkot Bekasi turut membantu pelaksanaan perakitan mesin Kiat Esemka di sekolah itu melalui bentuk modal untuk pembelian bahan baku agar terlepas dari peran swasta yang kerap berorientasi pada keuntungan.

"Gunanya secara jangka panjang agar lulusan SMK dapat berwirausaha secara mandiri," kata politisi PAN itu.

Bengkel praktik jurusan teknik kendaraan ringan yang dimiliki SMKN I Kota Bekasi hanya seluas 30x80 meter persegi yang hanya cukup untuk 19 pos perakitan mesin saja.

‘Mewujudkan Universitas

Unggulan Tidak Mudah’

Sukabumi- Wakil Sekretaris BPH UMMI H. Yana Fajar FY Basori mengatakan untuk mewujudkan sebuah universitas menjadi unggulan memang bukanlah suatu hal yang mudah, karena selain harus meningkatkan kualitas mahasiswa dan tenaga pendidiknya (dosen) juga kelengkapan sarana dan prasarana merupakan suatu hal yang sangat diprioritaskan.

“Hal inilah yang saat ini sedang diupayakan oleh Badan Pelaksana Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) pada 2012 ini,” kata Yana kepada Neraca kemarin.

Yana juga menjelaskan program BPH UMMI pada 2012 ini di antaranya, harus bisa meningkatkan kualitas pengajar akademik (dosen), penegakan pemahaman dan pengamalan al Islam Kemuhammadiyahan serta peningkatan sarana dan prasarana kampus UMMI.

Yang dimaksud meningkatkan kualitas pengajar yaitu harus bisa mengangkat jenjang studi para dosen dari S1 menjadi S2 seluruhnya, karena pada 2014 minimal seluruh dosen harus S2. Caranya dengan mengimbau mereka untuk kuliah kembali dengan mempergunakan biaya sebagian dari UMMI maupun melalui jalur beasiswa. (yong)

Rano: Dana Penanggulangan Bencana Banten Minim

Wakil Gubernur Banten, Rano Karno menuturkan, dana penanggulangan bencana di Provinsi Banten sangat minim.

"Setelah saya cek di APBD 2012, dana penanggulangan bencana Provinsi Banten hanya lima miliar. Anggaran tersebut sangat minim," kata Rano Karno ditemui usai pembukaan Kantor Cabang di Bintaro, Rabu.

Ia menjelaskan, dana tersebut sangat jauh dari kebutuhan. Apalagi, sejumlah desa di beberapa wilayah pada awal tahun terendam banjir seperti Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kabupaten Serang.

Bahkan, beberapa desa seperti di Kabupaten Pandegelang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tangerang, hingga lima hari atau saat ini masih terendam banjir.

"Saya menerima laporan, bahwa ada beberapa desa hingga hari ini atau sudah lima hari, masih terendam banjir. Biaya yang dibutuhkan untuk penanggulangan bencana pun sangat besar," katanya.

Ia menambahkan, dana sebesar Rp 5 Miliar yang telah dialokasikan Pemprov Banten, setara dengan anggaran di Kabupaten Tangerang.

Warga Tangkap Ular

Sanca Pemakan Ternak

Sejumlah warga menangkap ular sanca sepanjang 3,5 meter dengan berat sekitar 18 kg yang sedang memakan hewan ternak bebek milik warga di Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu.

Salah seorang warga yang pertama kali melihat dan menangkap ular sanca, Undang (29) mengatakan ular tersebut merupakan pemakan hewan ternak milik warga.

Menurut dia, bagian perut ular tersebut terlihat mengembang dan berisi karena telah melahap binatang unggas bebek milik salah seorang warga.

"Selama ini warga sering kehilangan hewan ternaknya, mungkin ular ini yang telah memakan ayam dan bebek milik warga," kata Undang.

Ia menerangkan awal penemuan ular sanca tersebut ketika sedang berada di depan rumah saat hujan deras tidak sengaja melihat ke arah aliran air selokan melihat ada seekor ular berukuran besar.

Pemkab Karawang Sediakan

Genset Dukung E-KTP

Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat, akan menyediakan mesin genset agar ketersediaan listrik tidak terganggu selama berjalannya program kartu tanda penduduk elektronik di daerah tersebut.

"Mesin-mesin genset itu nantinya akan sangat dibutuhkan, khususnya bagi kecamatan-kecamatan yang ketersediaan listriknya dari PLN tidak stabil," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Karawang, Eka Sanatha, di Karawang, Rabu.

Dikatakannya, untuk tahap awal pihaknya hanya menyediakan tiga sampai empat mesin genset, sebagai persediaan jika di kecamatan tertentu tidak stabil ketersediaan listriknya atau mengalami padam listrik.

Program kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Karawang sendiri akan digelar mulai April 2012. Menjelang dimulainya program tersebut, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat akan berkoordinasi ke PLN Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Karawang.

Eka mengaku akan meminta pihak PLN menyampaikan pemberitahuan ke pemerintah daerah setempat jika nanti selama berlangsung program e-KTP terjadi pemadaman listrik. Sebab jika ada pemberitahuan, pemadaman listrik itu bisa diantisipasi secara segera dengan menyediakan genset.