Satelit Telkom-1 Disarakankan Dimatikan - Layanan Konektivitas Pulih

NERACA

Jakarta – Sukses memulihkan layanan konektivitas pelanggan satelit Telkom-1 sesuai dengan target pada 10 September 2017, PT Telkom Tbk (TLKM) rencananya bakal mematikan satelit Telkom-1.”Seperti yang kami laporkan ke Pak Menteri, hasil kajian Telkom dengan Lockheed Martin itu rekomendasinya dilakukan shutdown (dimatikan)," kata Direktur Utama Telkom, Alexander J. Sinaga di Jakarta, Selasa (12/9).

Rekomendasi itu datang dari kajian bersama antara Telkom Indonesia dan Lockheed Martin selaku produsen satelit. Kendati demikian belum ada tanggal pasti kapan rekomendasi tersebut akan dilakukan.”Proses untuk itu kami masih bekerja dengan Lockheed Martin sehingga kapan akan dieksekusi itu juga masih tergantung dengan hasil kajian yg masih kami lakukan tiap hari dari data-data telemetri," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Alex juga membantah kabar yang pernah beredar soal hancurnya Telkom 1. Data-data telemetri yang mereka jadikan bahan kajian ia anggap sebagai bukti Telkom 1 masih hidup."Maka saya bilang istilah itu salah karena kami masih bisa berkomunikasi telemetri dengan Telkom 1.”jelasnya.

Semenjak anomali diketahui pada 25 Agustus lalu, keberadaan satelit Telkom 1 di antariksa sempat simpang-siur. Sebuah analisis dari ExoAnalitycs pernah menduga satelit hancur di orbit geostasioner. Sementara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) juga pernah menyebut Telkom 1 sudah jadi sampah antariksa.

Telkom pun tak banyak bicara soal kondisi satelitnya itu. Mereka lebih memilih fokus memulihkan layanan sampai tenggat waktu 10 September lalu. Telkom berani mengklaim Telkom 1 masih hidup karena stasiun pengendali mereka di Cibinong masih menerima sinyal telemetri satelitnya. Sinyal tersebut kemudian menjadi bahan kajian bersama Lockheed Martin.

Rencananya, Telkom akan mengganti Telkom 1 dengan Telkom 4. Satelit baru yang dipersiapkan meluncur pertengahan tahun depan itu akan menempati slot orbit yang sama di 108 derajat bujur timur. Selain itu, kata Alex, perseroan juga menawarkan kepada pelanggan yang kebagian jatah perbaikan jaringan dari Satelit Telkom 1 ke fiber optic dan mesin to mesin dua opsi, apakah berlanjut dengan perbaikan yang sudah ada atau ingin kembali menggunakan Satelit Telkom yang lain.

Disampaikannya, perbaikan jaringan yang menggunakan fiber optic dan mesin to mesin sekitar 19 % dari site 15.019, sebanyak 81% sudah clear menggunanakan satelit Telkom lainnya.”Bagi yang 19% ini merupakan solusi temporer, kita sedang ajukan agar menjadi permanen,dengan opsi tetap apa yang sudah kita lakukan atau mau pakai satelit lain. Kalau mau pakai satelit, kita siapkan transporder lagi,” kata Alex.

Menurutnya, Telkom tentunya siap berdiskusi kepada para pelanggan Telkom yang berjumlah 63 pelanggan,mengenai solusi tersebut. Bagi Telkom, kemauan pelanggan akan dipenuhi terutama yang diperbaiki jaringannya yang tapa repointing transporder, melainkan fiber optic dan mesin ke mesin.

BERITA TERKAIT

BNI Pertahankan Keunggulan Layanan Trade Finance

    NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk kedelapan kalinya sejak 2010 kembali menerima pengakuan…

LG Bikin Layanan Cuci Gratis Bagi Korban Bencana Lombok

  NERACA   Jakarta - Sebagai bagian dari aksi kepedulian terhadap masyarakat, PT. LG Electronics Indonesia (LG) hadir di tengah…

Kinerja IHSG Berangsur Mulai Pulih Kembali - Rupiah Menguat di Akhir Pekan

NERACA Jakarta – Langkah pemerintah meredam tekanan rupiah terhadap dollar AS mulai dirasakan seiring dengan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…