BTPN Jamin Keamanan Aplikasi “Jenius”

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk menjamin keamanan sistem dari aplikasi perbankan digital "Jenius" yang memungkinkan nasabah menikmati berbagai layanan melalui aplikasi telepon pintar. "Faktor keamanan paling penting bagi kami. Kami menggunakan sistem keamanan paling 'update'," kata Kepala Produk dan Proposisi Nilai Jenius BTPN, Irwan Tisnabudi, seperti dikutip Antara, kemarin.

Selain dari sisi pembaharuan sistem keamanan, Irwan juga mengatakan bahwa "Jenius" menerapkan kode pin atau pemindaian sidik jari untuk akses masuk ke aplikasi. "Untuk pengamanan, masuk ke aplikasi 'Jenius' pakai pin dan sidik jari. Ini merupakan cara kami untuk melindungi uang nasabah," kata dia. Platform 'Jenius' merupakan inovasi perbankan digital yang dikembangkan BTPN untuk segmen kelompok masyarakat urban yang melek teknologi.

Melalui "Jenius" yang diluncurkan pada Agustus 2016, masyarakat dapat membuka rekening bank tanpa perlu datang ke kantor cabang. Irwan mengatakan bahwa "Jenius" bukan merupakan "mobile banking", dompet digital, maupun uang elektronik, melainkan lebih kepada bank digital. Keberadaan "Jenius" tersebut mendampingi layanan berbasis digital "BTPN Wow!" yang diluncurkan Maret 2015 dan diperuntukkan bagi masyarakat menengah bawah yang belum tersentuh layanan perbankan. Untuk mengembangkan "Jenius", "BTPN Wow!", serta inovasi digital lainnya, BTPN telah menginvestasikan Rp1,3 triliun selama tiga tahun terakhir.

Disamping itu, Direktur BTPN Anika Faisal mengatakan transformasi proses bisnis yang diarahkan menuju ke perbankan digital tidak akan mengganggu kualitas pelayanan nasabah. "Kami menambah 'payment point' sebagai bentuk renovasi internal struktur pelayanan nasabah. Pelayanan nasabah tidak akan terganggu dengan konversi ini," kata Anika.

Ia menjelaskan perubahan justru dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan nasabah. Transformasi bisnis BTPN sendiri dilakukan dengan konsep pelayanan yang berpusat pada nasabah (customer-centric) yang memberikan jaringan alternatif dan menyediakan cabang yang terintegrasi. Anika menjelaskan cabang besar diarahkan menjadi terintegrasi dan dapat menampung nasabah dari semua segmen, sementara cabang kecil dikonversi menjadi "payment point" khusus melayani tarik dan setor tunai.

Transformasi proses bisnis juga tidak akan mengubah fokus BTPN dalam melayani kegiatan perbankan masyarakat kelas menengah ke bawah seperti pensiunan, pelaku UMKM, dan masyarakat pra-sejahtera produktif. "Untuk inovasi bagi pensiunan, pembayaran pensiun ke depan dapat ditarik lewat ATM tanpa harus ke cabang," kata dia.

Related posts