Kekuatan Korporasi Kalahkan Rakyat - Terkait Kriminilasasi Investasi

NERACA

Jakarta--Keberadaan korporasi milik “pengusaha hitam” dinilai menjadi ancaman bagi iklim investasi di Indonesia. Alasanya “pengusaha hitam” ini tak memiliki nasionalisme. Sehingga banyak memunculkan kasus tanah yang dibekingi oknum aparat penegak hukum. “Mereka ini bmenjadi pengusaha, karena “karbitan”, alias banyak mendapat fasilitas. Sehingga memenangkan berbagai kasus tanah dengan rakyat,” kata Ketua Kadin bidang Investasi, M solikin dalam diskusi "Konflik Lahan dan Kriminalisasi Investasi" bersama Nudirman Munir (anggota Komisi III DPR RI/FPG), Prof.DR. Hadin Muhdjad (Ahli Hukum Tatanegara Univ. Lambung Mangkurat) dan Johnson Panjaitan (praktisi hukum), di Jakarta,18/1

Akibatnya, kata M Solikin, banyak pengusaha yang berjuang dari bawah malah tergusur oleh pengusaha “karbitan” ini. Bahkan yang lebih celaka lagi, banyak desa-desa yang tergusur dan dikalahkan dalam kasus tanah ini.

Lebih jauh kata Solikin, pengusaha bersih dan rakyat kadang dituduh korupsi dan melanggar hukum lainnya. Akibatnya pengusaha bersih ini diproses di pengadilan dan dikalahkan, seperti halnya yang terjadi di Kalimantan. “Malah seorang pengusaha bernama H. Hisyam bisa tak tersentuh hukum. Pengusaha dan rakyat dituduh korupsi dan melanggar hukum hanya sebagai sekenario untuk mengambilalih tanah,” ujarnya.

Diakui Solikin, meski jumlah “pengusaha hitam” ini tak lebih dari 10%. Namun “pengusaha hitam” ini menguasai perekonomian negara. "Ya, saya kira jumlah "pengusaha hitam" tak banyak sekitar 10%. Kalau di Kalimantan diperkirakan hanya satu," tuturnya sambil memberi contoh, kasus ijin pinjam pakai kawasan hutan di Kalimantan. "Diperkirakan ada sekitar 9 juta hektare hutan dikuasai hanya 9 konglomerat. Penguasaan yang begitu besar inilah yang berpotensi mengabaikan hak rakyat. Muaranya itu ada di Kementerian Kehutanan," terangnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR, Nudirman Munir mengatakan konflik tanah yang memanas belakangan ini makin mempertegas rakyat selalu dikalahkan oleh kekuatan modal atau korporasi. Padahal bangsa dan rakyat ini cukup berdaulat. “Namun ketika terjadi konflik tanah, pengusaha hitam ini mereka memiliki surat-surat tanah lengkap, yang memang dibuatkan oleh aparat pemerintah. Sebaliknya, rakyat selalu menjadi korban. Karena itu bohong, negara ini ingin mensejahterakan rakyat,” tambahnya.

Menurut Nudirman, DPR akan membentuk Panja Agraria berangkat dari kasus Mesuji Lampung dan Sape Bima NTB, Papua, Aceh, Sumatera Barat dan lainnya. Alasannya banyak kasus tanah belakangan ini berangkat dari prosedur pertanahan yang amburadul. “Padahal rakyat yang sudah punya sertfikat-pun, tetap saja dikalahkan oleh kekuatan modal yang melibatkan aparat penegak hukum,” katanya.

Yang pasti kata Johnson Panjaitan, rakyat meski memiliki surat tanah lengkap termasuk sertfikat, termasuk yang tak punya surat tanah tak bisa melawan kekuatan korporasi yang bekerjasama dengan oknum aparat penegak hukum. “Terbukti kasus Mesuji, Lampung adalah rakyat dikalahkan oleh korporasi yang berasal dari Malaysia. Korporasi dengan kekuatan uang bisa membuat sertfikat kapan saja. Sebaliknya rakyat meski mempunyai surat tanah lengkap akan dikalahkan. Jadi, tak ada pemimpin Negara ini ingin mensejahterakan rakyat,” pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

KPK: OTT Kabupaten Bekasi Terkait Perizinan Meikarta

KPK: OTT Kabupaten Bekasi Terkait Perizinan Meikarta NERACA Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menyatakan operasi…

Tersandung Hukum, Saham Lippo Karawaci Merosot - DAMPAK OTT KPK TERKAIT PERIZINAN MEIKARTA

NERACA Jakarta –Bertubi-tubi isu tidak sedap menghampiri mega proyek besar milik PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), yaitu proyek kota mandiri…

Walikota Dorong Melek Investasi Saham - Sejahterakan Masyarakat Bitung

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk komitmen dukungan terhadap perkembangan industri pasar modal dan juga meningkatkan literasi keungan dan investasi, Wali…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Meski Rupiah Melemah, Subsidi BBM Tak Berubah

      NERACA   Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar masih dikisaran Rp15.200 yang mana nilai tersebut jauh…

KawanLama Pasarkan Brankas Sentry Safe

  NERACA   Jakarta – PT Kawan Lama Inovasi telah memasarkan produk brankas yaitu Sentry Safe di Indonesia. Produk brankas…

Taiwan Ajak Pembeli dari Indonesia - Gelar Pameran AMPA 2019

      NERACA   Jakarta – Pameran otomotif dan suku cadang asal Taiwan akan digelar pada 24-28 April 2019…