Ribuan Petani Indramayu Tolak Pohon Jati Ambon

Kamis, 19/01/2012

Indramayu - Ribuan petani dari tiga Kecamatan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu, masih tetap bertahan di DPRD setempat berunjuk rasa menolak pohon jati Ambon yang dinilai merugikan mereka karena tidak bisa tanam padi tumpang sari.

Ribuan petani di Kabupaten Indramayu mereka bertahan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat sebelum semua permintaannya dipenuhi oleh Perum Perhutani selaku pengelola kawasan hutan yang menanam pohon jati Ambon (Jambon).

Sejak Selasa (17/1) ribuan petani menginap dengan mendirikan tenda darurat, mereka tidak akan meninggalkan Kota Indramayu selama keputusan Perum Perhutani yang mengubah pola tanam tersebut.

Sementara itu aktivitas di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Derah Indramayu lumpuh, sejumlah anggota DPRD tidak nampak memasuki ruang kerja mereka, akibat ribuan petani tetap bertahan sejak kemarin hingga kini.

Edi Siswanto salah seorang perwakilan dari petani hutan menuturkan, mestinya Perum Perhutani KPH Indramayu menimbang dan melihat kebijakan yang mereka ambil karena dengan menanam pohon jambon sejumlah petani diperkirakan akan kesulitan tanam padi tumpang sari.

Selama ini ribuan petani di Pantura Indramayu menggantungkan hidup, katanya, hanya mengolah lahan hutan milik Perhutani dengan memanfaatkan kawasan hutan kayu putih untuk ditanami padi tumpang sari, mereka akan kehilangan pekerjaan seandainya Perhutani memaksakan tanam pohon jambon.

Ia menjelaskan, tanaman kayu putih jarak tanamnya masih ada tanah untuk dimanfaatkan tanam padi tumpang sari, pertumbuhan padi bisa diharapkan, namun pohon jambon akan merusak tumpang sari karena berdaun lebat sehingga tanaman tersebut akan membusuk.

Ia berharap Perum Perhutani melihat kondisi petani hutan yang telah bertahun-tahun mengelola lahan tersebut, kebijakan tanam pohon jambon segera dicabut dan tetap kayu putih dipertahankan tujuannya supaya petani tetap berpenghasilan.

Wakil Ketua DPRD Indramayu Abdullah Tohir menuturkan, pihaknya berjanji untuk menyampaikan tuntutan petani hutan kepada Perum Perhutani KPH Indramayu secepatanya.

Sementara itu Kusyanto salah seorang petani hutan mengaku, sebelum kebijakan tanam pohon jambon dicabut mereka akan tetap bertahan karena puluhan tahun dirinya menggantungkan hidup dari mengolah lahan hutan milik Perum Perhutani.