GMF Bayar Utang US$ 20 Juta dari IPO

Lewat aksi korporasi berupa penerbitan saham baru atau initial public offering (IPO), PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) akan melunasi utang sekitar US$ 20 juta.”Nantinya sebesar 15% dana bersih yang dihimpun dari hasil IPO adalah untuk pelunasan utang,”kata Direktur Utama GMF, Iwan Juniarto di Jakarta, kemarin.

Dijelaskannya, di bawah US$ 20 juta akan segera dilunasi dengan dana IPO dengan perhitungan akan memberikan hasil yang lebih bagus, tentunya nanti berkembang dan akan memberikan margin laba bersih yang lebih bagus. Perseroan menargetkan pelunasan utang senilai US$ 20 juta dilakukan akhir tahun ini dan selambat-lambatnya awal 2018.

Iwan menuturkan, komponen utang terbesar adalah untuk pembiayaan komponen pesawat dan pembangunan fasilitas. Pasalnya, perawatan pesawat (MRO) ini roda usahanya perlu diputar dengan menyediakan suku cadang. "Komponen pesawat kalau dilepas kita harus kasih gantinya dulu supaya pesawatnya terbang, kita memberikan 'total solution' itu," katanya.

Selanjutnya, 60% dana yang himpun lewat IPO akan digunakan untuk mendanai investasi dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas di MRO. Sebagai informasi, saat ini perseroan membukukan laba US$ 202 juta di semester pertama 2017 dari target hingga akhir yaitu US$ 424 juta.

Related posts