Infrastruktur di Lebak Rusak Diterjang Banjir

Kamis, 19/01/2012

Lebak - Sarana infrastuktur jalan dan jembatan di Kabupaten Lebak, Banten rusak diterjang banjir Jumat (13/1) akibat luapan Sungai Ciujung, Ciberang, Cisimeut, Ciliman dan Cimoyan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Muklis, Rabu, menyebutkan, sekitar 26 titik jalan dan jembatan, termasuk jembatan gantung rusak diterjang banjir.

Kerusakan infrastuktur itu tersebar di delapan kecamatan antara lain adalah Kecamatan Cipanas, Cimarga, Leuwidamar, Cibeber, Sobang, Cijaku, Kalanganyar, Cigemblong dan Wanasalam.

Dengan kerusakan jalan dan jembatan, katanya, tentu berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

"Kami berharap kerusakan jalan dan jembatan itu bisa segera diperbaiki," katanya.

Menurut dia, kerugian infrastuktur jalan dan jembatan yang disebabkan banjir enam hari lalu hingga kini masih dalam pendataan dan dipastikan mencapai miliaran rupiah. Pendataan kerusakan jalan dan jembatan, kata dia, hingga kini masih dilakukan oleh Dinas Bina Marga Kabupaten Lebak.

Kemungkinan kerusakan infrastuktur jalan dan jembatan akibat banjir tersebut jumlahnya bertambah.

"Memang, banjir yang menerjang sarana fisik itu cukup besar dibandingkan banjir 2010," ujarnya menjelaskan.

Ia menjelaskan, sebagian besar jalan dan jembatan yang rusak akibat longsoran tanah itu lokasinya berada di daerah aliran sungai dan kontur tanah labil setelah diguyur hujan terus menerus.

Karena itu, katanya, warga yang tinggal di daerah tersebut diminta waspada jika hujan deras guna menghindari korban jiwa.

"Kami selalu menyampaikan imbauan guna mengantisipasi korban jiwa akibat bencana alam," katanya.

Sementara itu, Herman, warga Desa Sangiangtanjung, Kecamatan Kalanganyar mengeluhkan kerusakan jembatan gantung di wilayahnya sehingga jika pergi ke Rangkasbitung terpaksa menempuh jarak sekitar empat kilometer.

"Dengan rusaknya jembatan gantung itu tentu biaya angkutan naik dua kali lipat," katanya.