Pemprov Banten Percepat Pembangunan Bandara Bansel

Serang - Pemerintah Provinsi Banten mempercepat pembangunan Bandara Banten Selatan (Bansel) setelah mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat sehubungan dengan agenda nasional dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

"Kemarin (Selasa, 17/1)) kami rapat di Tangerang dengan pihak Kementerian Perhubungan dan instansi terkait lainnya, untuk membicarakan secara teknis rencana pembangunan bandara tersebut," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten, Husni Hasan di Serang, Rabu.

Menurut Husni, pihak kementerian perhubungan sangat mendukung terhadap rencana pembangunan Bandara Bansel tersebut, karena selain sepenuhnya dibiayai dana swasta, sehingga relatif tidak banyak membebani APBD dan APBN, juga sejalan dengan kebijakan sektoral kementerian perhubungan untuk mewujudkan program Jakarta Multi Airport dimana dimungkinkan Bandara Bansel dapat mendukung pelayanan Bandara Internasional Soekarno Hatta yang sekarang sudah sangat padat.

Disamping itu, kata Husni, kehadiran Bandara Bansel tersebut juga sebagai penyediaan prasarana transportasi yang secara terpadu dengan rencana pengembangan kawasan wisata nasional Tanjung Lesung.

"Pembangunan dan pengelolaan bandar udara ini memungkinkan oleh badan usaha swasta sesuai dengan undang-undang penerbangan yang baru yakini undang-undang nomor 1 Tahun 2009 sebagai pengganti undang-undang nomor 15 Tahun 1992.

Husni menambahkan, jika Bandara Bansel ini terwujud maka akan menjadi pintu gerbang melalui udara dalam mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di bidang Pariwisata dan percepatan agenda nasional dalam MP3EI.

Lokasi untuk Bandara Bansel itu sudah ditentukan di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, dengan membutuhkan luas lahan 540,60 hektare meliputi tahap I 460,45 hektare dan tahap II 80,15 hektare.

Bandara Bansel tersebut adalah bandara umum yang diusahakan secara komersial dengn hirarkhi sebagai bandar udara pengumpul yang dilengkapi dengan aksesibilitas penunjang berupa jalan akses dari dan keluar bandara dengan jaringan jalan tol serta kereta api.

Husni menjelaskan, kehadiran bandara tersebut memiliki peran untuk membuka potensi daerah dan meningkatkan investasi di sektor pariwisata, agribisnis, kelautan, pertambangan dan industri guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah Banten Selatan.

Dukung Soekarno-Hatta

Bandara Banten Selatan yang akan dibangun di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang akan mendukung pelayanan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, karena bandara internasional itu sudah sangat padat.

"Jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta sudah melebihi kapasitas yang disediakan, yang seharusnya hanya sekitar 22 juta penumpang pertahun, namun pada 2010 sudah mencapai sekitar 37 juta penumpang," kata Husni.

Untuk mengatasi membengkaknya jumlah penumpang di bandara internasional tersebut, Pemerintah Provinsi Banten mengantisipasinya dengan membangun bandar udara Banten Selatan, yang diperkirakan akan menghabiskan dana untuk pembebasan lahan Rp2,15 triliun dengan luas lahan yang dibutuhkan sekitar 540 hektare.

Ia mengatakan, jumlah warga Jakarta maupun Banten yang ingin bepergian menggunakan pesawat udara tiap tahunnya terus meningkat, khususnya pada hari-hari libur seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, sementara kapasitas tampung yang tersedia di Bandara Soekarno Hatta tidak sebanding dengan jumlah penumpang.

Husni mencontohkan pada hari libur Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 bahwa jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta meningkat di atas 10% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ia menyebutkan, jumlah penumpang pada Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 mencapai 2.047.039 penumpang, atau meningkat 9,73% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1.865.469 penumpang.

Sementara jumlah pesawat juga mengalami peningkatan sebesar 10,78% dari 12.538 penerbangan menjadi 13.890 penerbangan.

Rencana pembangunan Bandara Banten Selatan tersebut, kata Husni, telah mendapat dukungan dari Bappenas dan Ditjen Perhubungan Udara, dengan sepenuhnya melibatkan pihak swasta dalam pembangunannya, atau melalui program Kerja sama Pemerintah Swasta (KPS) dengan pemrakarsa pihak swasta.

Husni menambahkan, jika Bandara Banten Selatan ini terwujud maka akan menjadi pintu gerbang melalui udara dalam mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di bidang pariwisata dan percepatan agenda nasional dalam MP3EI.

BERITA TERKAIT

Bappenas Dorong Pembangunan Papua Berbasis Pendekatan Adat

    NERACA   Jakarta - Pendekatan sosiologi-antropologi menjadi faktor penting dalam proses perencanaan pembangunan nasional untuk Tanah Papua. Pendekatan…

BI: Ekonomi Banten Tumbuh Sangat Baik Pada 2018

BI: Ekonomi Banten Tumbuh Sangat Baik Pada 2018 NERACA Serang - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Rahmat Hernowo…

Standar Pemeriksaan di Bandara

Kami melihat selama ini belum ada standar pemeriksaan (body scanning) di sejumlah bandara di Indonesia. Ada pemeriksaan yang dilakukan cukup…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pengembangan UMKM Tanah Air Melalui Program Sektor Unggulan

Pengembangan UMKM Tanah Air Melalui Program Sektor Unggulan NERACA Jakarta - Dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau dikenal…

PBB Kuningan Mencapai Target, Sentuh 96%

PBB Kuningan Mencapai Target, Sentuh 96% NERACA Kuningan – Objek pajak di lingkup kota memang sudah sejak lama susah ditarget…

Kemenkop dan BPOM Dukung UMKM Jamu Berdaya Saing

Kemenkop dan BPOM Dukung UMKM Jamu Berdaya Saing NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM bersama Badan Pengawasan Obat dan…