Rahasia Sukses jadi Mahasiswa

Ratusan ribu pemuda-pemudi Indonesia kini telah melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam dunia baru, dunia perguruan tinggi. Euforia disambut oleh lingkungan baru sampai penyematan almamater pun masih dapat mereka rasakan. Culture shock yang masih sangat asing bagi mereka juga masih menyelimuti. Itulah mereka para mahasiswa baru perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Impian dan semangat mereka masih suci. Kebanggaan akan almamater pun mereka serukan. Naif, mungkin? Tapi, apa salahnya berambisi? Saya tidak akan menghakimi atau menakut-nakuti para pembaca dengan realita-realita pahit. Di sini saya hanya ingin membantu para pembaca, khususnya mahasiswa yang masih mempunyai mimpi, untuk menggapai jalan menuju kesuksesan mahasiswa.

Dalam sebuah paparan materi saat ospek fakultas, saya mendapatkan tugas yang cukup menyenangkan dan membuat saya semakin bersemangat menjalani perkuliahan. Saat itu saya diminta mewawancarai sesama mahasiswa baru. Pertanyaan yang pertama adalah "Apa tujuan utama kuliah?" Jawaban teman-teman saya tentu beragam tapi semua memiliki itikad baik. Mulai dari tujuan yang besar seperti ingin memajukan Indonesia sampai tujuan sederhana seperti membanggakan keluarga. Tak peduli apakah jawaban mereka atau kamu, pembaca, termasuk kategori pertama atau yang kedua, tujuan-tujuan itu sama-sama mulia.

Lanjut ke pertanyaan kedua yaitu "Apa amanah mahasiswa?" Jawaban-jawaban yang terlontar pun sama seperti pertanyaan pertama. Ada yang berseru demi bangsa dan negaranya dan tak sedikit pula yang dengan malu-malu berbisik amanahnya adalah membahagiakan kedua orang tua. Dari dua pertanyaan itu, saya dapat kesimpulan bahwa semua mahasiswa baru datang dengan tujuan dan mereka mengemban amanah masing-masing. Tujuan itu pun mereka kaitkan dengan IPK tinggi, aktif berorganisasi, dan lulus tepat waktu. Pada akhirnya dapat dikerucutkan bahwa semua mahasiswa baru tentu ingin sukses.

Apakah mudah menjadi sukses? Saya sempat bertanya kepada mahasiswa-mahasiswa terdahulu dan rata-rata mereka telah menjadi makhluk yang pesimistis. Lontaran kata seperti "Ah mahasiswa baru, belum merasakan saja bagaimana kuliah." Sampai, "Sudahlah, bermimpi jangan tinggi-tinggi toh nanti saat jatuh akan lebih sakit", sempat membuat ciut semangat saya.

Tapi, saya mulai menelaah alasan di balik mereka mengatakan hal seperti itu. Tentu saja mereka juga dulu pernah menjadi mahasiswa baru dengan segala mimpi dan ambisinya. Tapi, entah mengapa dan apa yang membuat mereka mengubur semangat mereka itu. Pada satu saat di tengah menggeluti perkuliahan, mereka memutuskan untuk memadamkan api mereka.

Dalam paparan materi ospek fakultas juga kami diminta untuk memikirkan sikap seperti apa yang harus dimiliki agar menjadi sukses. Hal pertama yang muncul dipikiran saya adalah "Tidak mudah menyerah". Saat bertanya kepada teman-teman lainnya, mereka pun mengatakan hal yang sama ditambah bumbu-bumbu seperti: jujur, beriman, inovatif, dan lain-lain.

Bagi saya sendiri, kata-kata jangan menyerah menjadi mantra tersendiri saat berada di sekolah dasar sampai sekarang. Jangan menyerah, jangan menyerah, jangan menyerah. Tentu itu saja tidak cukup, saya juga selalu memikirkan alasan apa yang membuat saya memulai perjuangan atau dalam konteks tulisan ini, tujuan utama. Di saat itulah saya mulai mengerti kenapa pemateri meminta untuk memikirkan tujuan utama kuliah, amanah kuliah, dan lain sebagainya. Tentunya pemateri ingin menyadarkan semua mahasiswa, mengapa mereka berada di perguruan tinggi dan mengapa mereka berjuang.

Tapi, setelah semua ini masihkah ada yang bertanya mengapa menjadi mahasiswa yang sukses itu penting? Tentu tidak semua orang dapat merasakan duduk di bawah kanopi, mendengarkan materi demi materi sambil mengenakan almamater tercinta. Masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak bisa mencicipi dunia perguruan tinggi. Dengan fakta itu saja, apakah kita tidak menjadi malu apabila kita gagal dalam menjadi mahasiswa? Terlebih lagi, yang banyak sekali dicamkan saat ospek kemarin adalah seorang mahasiswa merupakan suara rakyat, tenaga rakyat, harapan dan pembela rakyat. Tentu itu menjadi sebuah pengetuk hati sekaligus menjadi tanggung jawab yang besar.

Untuk bangsa, negara, keluarga, cita-cita, masa depan. Alasan-alasan mengapa seorang mahasiswa tidak boleh gagal. Tujuan, amanat. Pengingat untuk terus berjuang menjadi mahasiswa yang sukses. Pada akhir kata, saya hanya ingin menyampaikan untuk teruslah berjuang menjadi mahasiswa yang sukses, mahasiswa yang membanggakan, dan yang terpenting adalah, mahasiswa yang berguna. Jangan pernah berputus asa, jangan menyerah, teruslah mengejar cita-cita setinggi mungkin, jangan takut gagal karena pepatah mengatakan: Raihlah cita-cita setinggi langit agar ketika kita gagal, setidaknya kita terjatuh diantara bintang-bintang. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! (CNNIndonesia)

Related posts