RNI dan Waskita Sinergi Bangun Perkantoran

RNI dan Waskita Sinergi Bangun Perkantoran

NERACA

Jakarta - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Waskita Karya Tbk (Waskita) melakukan sinergi untuk pembangunan gedung perkantoran Waskita Rajawali Tower di atas lahan seluas 7.025 meter persegi di tepi Jalan MT Haryono Kavling 12-13 Jakarta Timur.

"Pembangunan gedung perkantoran setinggi 15 lantai ini merupakan wujud sinergi antar-BUMN sesuai program Kementerian BUMN," kata Direktur Operasi III Waskita, Bambang Rianto di Jakarta, pada acara ground breaking Rajawali Tower, sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (6/9).

Gedung perkantoran yang sebagian akan ditempati sendiri, serta sebagian lagi untuk disewakan ini membutuhkan biaya investasi sebesar Rp600 miliar, yang nantinya akan ditanggung bersama-sama PT RNI dan Waskita Realty (anak usaha Waskita).

Sedangkan Direktur SDM dan Asset RNI, Djoko Retnadi mengatakan, penetapan Waskita sebagai mitra melalui proses beauty contest sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/ GCG) untuk memanfaatkan lahan kosong milik kami di MT Haryono.

"Selama ini tanah di MT Haryono belum dimanfaatkan untuk itu perusahaan harus bayar PBB Rp500 juta per tahun. Sinergi ini diharapkan menjadi momentum pemanfaatan asset-asset RNI lainnya. Untuk pembangunan Rajawali Tower selain kontribusi tanah kami juga ikut sumbang modal," kata Djoko.

Djoko mengatakan, RNI merupakan BUMN yang bergerak dibidang agroindustri, farmasi, alat kesehatan, serta perdagangan dan distribusi, sebelumnya perusahaan pernah membangun properti di Rasuna Said namun tutup saat krisis ekonomi, untuk itu ke depannya perusahaan akan menggandeng BUMN Karya untuk menggarap lahan yang belum dimanfaatkan.

Djoko juga menambahkan seluruh asset yang dimiliki BUMN harus dioptimalkan untuk memberikan manfaat bagi perusahaan, namun agar tidak melanggar regulasi maka kerja sama harus tetap dilakukan dengan sesama BUMN.

Dia berharap lahan yang ada di Pancoran Gatot Subroto (sebelah lahan MBAU) seluas 5,4 hektar juga dapat dioptimalkan melalui sinergi BUMN, lahan tersebut cocok dibangun properti berbasis TOD karena lokasinya tepat pada perlintasan LRT. Saat ini lahan tersebut masih dipakai PT Adhi Karya Tbk sebagai pabrik beton pra cetak pembangunan LRT, setelah selesai baru akan disinergikan dengan BUMN Karya.

Djoko mengatakan, RNI memiliki lahan seluas 35.000 hektar di 15 lokasi seluruhnya Pulau Jawa termasuk di Jakarta (Jalan Gatot Subroto), Cirebon, Surabaya, serta beberapa lokasi lain yang diharapkan dapat dikerja samakan dengan Waskita, meskipun belum seluruh lahan tersebut berstatus "clear and clean".

Menurut Djoko, RNI terbuka menjalin kerja sama untuk memanfaatkan lahan yang mereka miliki, prosesnya melalui seleksi "beauty contest" melalui TOR yang akan dibagikan bagi peserta yang berminat, penetapan pemenang melalui proses yang transparan sesuai prinsip GCG.

Lebih jauh Direktur Utama PT Waskita Karya Realty, Tukijo mengatakan, pembangunan Waskita Rajawali Tower ditargetkan selesai pada kuartal I 2019 menambah deretan produk Waskita Karya Realty meliputi Apartemen Brooklyn dan Yukata Suites di Alam Sutera, superblok Bravenue di Surabaya, Apartemen The Reiz Condo di Medan, Teraskita Hotel & Office di Jakarta, Nines Plaza & Residence di Serpong, Two dan Solterra Place di Jakarta, dan Wasaka Estat Denpasar di Bali.

Tukijo mengatakan, Waskita Rajawali Tower memiliki fasad unik, dengan balutan kaca berwarna biru sehingga dari luar seperti perhiasan dengan kilauan berwarna biru. Tidak hanya penampakannya di dalamnya juga memiliki fasilitas lengkap seperti fasilitas perbankan, ruang menyusui, taman, cafe, resto, parkir kendaraan (sepeda, sepeda motor, dan dan mobil), ruang ibadah, serta ruang mandi.

Pada areal tersebut, jelas Tukijo juga akan dilengkapi dengan fasilitas taman atap yang berlokasi di lantai 12 sehingga menjadi contoh gedung perkantoran di Jakarta yang memiliki rimbunan taman di ketinggian. Mohar/Ant

Related posts