Jasindo Luncurkan Contact Center - Hari Pelanggan

NERACA

Jakarta - Hari Pelanggan Nasional yang jatuh setiap tanggal 4 September, menjadi momen bagi Asuransi Jasindo untuk lebih mendekatkan diri kepada para pelanggannya melalui peluncuran Contact Center Asuransi Jasindo yang diresmikan langsung oleh Direktur Utama Asuransi Jasindo, Solihah diJakarta, Senin (4/9).

Disampaikan oleh Dirut Asuransi Jasido, bahwa sejalan dengan Peraturan Presiden nomor 50 tahun 2017 tentang Strategi Nasional Perlindungan Konsumen, Contact Center ini didedikasikan khusus kepada para pelanggan Asuransi Jasindo, sebagai bentuk kepedulian perusahaan untuk lebih mudah dijangkau dan semakin dekat dengan para pelanggannya .

Pelanggan merupakan mitra paling penting bagi perusahaan, oleh karena itu diharapkan melalui layanan Contact Center yang bernomor 1500073 dengan layanan 24 jam dalam 7 hari ini, para pelanggan dan atau masyarakat pada umumnya dapat bertanya, memberi masukan, hingga menyampaikan keluhan seputar Asuransi Jasindo.

Dalam kesempatan tersebut, Dirut Asuransi Jasindo juga memberikan penghargaan khusus kepada para pelanggannya yang diwakili oleh 2 (dua) orang pelanggan yang selama ini setia mempercayakan perlindungan resiko kerugiannya kepada Asuransi Jasindo .

Selain itu seluruh kantor cabang Asuransi Jasindo yang tersebar pada 88 lokasi di seluruh Indonesia juga melakukan beberapa kegiatan terkait Hari Pelanggan seperti mendatangi para pelanggan dengan memberi kejutan kejutan kecil sebagai ungkapan terima kasih bahkan membantu mencuci mobil pelanggan yang kebetulan datang ke Kantor Cabang pada hari itu . Semua dilakukan demi mendekatkan diri kepada Pelanggan .

Sebagai perusahaan asuransi yang sangat memperhatikan kebutuhan pelanggannya Asuransi Jasindo akan tetap terus berusaha melalukan berbagai macam inovasi inovasi demi memberikan layanan terbaiknya. Demikian ucap Direktur Utama Asuransi Jasindo mengakhiri.

Disamping itu, Jasindo juga telah merealisasikan perolehan premi sebesar Rp 3,5 triliun hingga Agustus 2017. Artinya angka tersebut telah mencapai 60,34% dari target sampai akhir tahun sebesar Rp 5,8 triliun. Corporate Secretary Jasindo Yuko Gunawan mengatakan, capaian premi tersebut saat ini masih on track dan optimis bisa mencapai target awal. Namun, jika dibandingkan dengan perolehan Agustus tahun lalu, premi Jasindo mengalami penurunan sekitar Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar. Hal tersebut lantaran disebabkan oleh adanya seleksi risiko yang lebih baik. "Meski premi turun, pendapatan kami masih naik," kata Yuko.

Tapi, Yuko tidak menyebut angka pasti perolehan laba Jasindo di periode ini. Dari total pendapatan premi tersebut, saat ini portofolio bisnis Jasindo masih didominasi dari korporasi yang menyumbang sebesar 70% dan sisanya lagi dari lini bisnis ritel sebesar 30%. Nah, dari total segmen korporasi tersebut saat ini 80% didapatkan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Kami sedang berupaya untuk menggenjot kontribusi ritel bisa meningkat di 2019 yang tadinya 30% perlahan bisa naik 40% tapi tetap tidak mengesampingkan segmen korporasi," tambah Yuko. Ia menambahkan, pengembangan segmen ritel tentu didukung oleh beberapa rencana bisnis yang sudah mulai dijalankan saat ini.

BERITA TERKAIT

Gobi Partners Luncurkan Gobi-Agung Fund di Indonesia

Gobi Partners Luncurkan Gobi-Agung Fund di Indonesia Agung Fund akan dipimpin oleh Mitra Venture baru Arya Masagung dan telah melakukan…

Sharp Indonesia Luncurkan Produk TV Azan

Pertahankan posisi sebagai leader market penjualan televisi di Indonesia, PT Sharp Electronics Indonesia terus melakukan inovasi dalam menjawab kebutuhan pasar…

WSBP Bangun Learning Center di Karawang

NERACA Jakarta – Ciptakan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan berdaya saing tinggi, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Titik Keseimbangan Rupiah Di Posisi Rp15.000

      NERACA   Jakarta - Ekonom Agustinus Prasetyantoko menilai level Rp15.000-an per dolar AS saat ini merupakan titik…

Peringkat Daya Saing Indonesia Diurutan ke 45

    NERACA   Jakarta - Indeks Daya Saing Global atau Global Competitiveness Index 4.0 dengan metodologi baru edisi 2018…

BI Perkirakan Anggaran Penerimaan Operasional Naik 7,9%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan anggaran penerimaan operasional meningkat 7,9 persen menjadi RpRp29,1 triliun pada…