Danamon Pacu Kredit 2011 Sampai 20%

Danamon Pacu Kredit 20% Pada 2011

Jakarta-PT Bank Danamon Tbk menargetkan pertumbuhan kredit pada 2011 sekitar 15%-20%. Namun demikian target pertumbuhan ini mempertimbangkan inflasi. Sementar untuk kredit perumahan pertumbuhan KPR pun tumbuh sebesar 15%-20%.

“Perseroan menargetkan kredit tumbuh sebesar 15%-20% pada 2011. Hal ini disebabkan pertumbuhan kredit dengan mempertimbangkan inflasi. Nilai komoditas pun membaik sehingga berdampak terhadap pendapatan. Pertumbuhan kredit tumbuh 15%-20%,” kata Direktur Keuangan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) Vera Eve Lim di Jakarta.

Oleh karena itu, kata Vera untuk mendorong pertumbuhan kredit ini. Maka perseoran sedang mempertimbangkan penurunan net interest margin (NIM) menjadi sebesar 10,5% dari periode sama sebelumnya sebesar 11,3%.”Selain menggenjot kredit, juga peningkatan cost of fund. Selain itu, rasio kecukupan modal/capital adequacy ratio (CAR) juga akan dipertahankan di atas 8%,” tambahnya.

PT Bank Danamon pun menargetkan, dana simpan pinjam (DSP) tumbuh sekitar 15%-18% pada 2011. Sementara pertumbuhan sektor usaha kecil dan menengah (UKM), korporasi dan trade finance pun akan berlanjut pada 2011. “Pertumbuhan sektor tersebut pun akan sama-sama berimbang,” terangnya.

Terkait penjualan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) ternyata telah menimbulkan perdebatan sengit di tubuh pemegang sahamnya Temasek. Tampaknya Investor optimis Indonesia memiliki stabilitas politik.Bahkan Investor asing langsung (foreign direct investors) bersih mencapai $ 12 miliar ke Indonesia tahun 2010, naik lebih dari lima kali lipat dari tahun sebelumnya $ 2,3 miliar dan $ 2,2 miliar lima tahun yang lalu. Angka sementara menunjukkan produk domestik bruto tumbuh 6,1 persen tahun lalu, dan pertumbuhan diperkirakan akan mencapai 6,4 persen tahun ini setelah rata-rata 5,6 persen selama lima tahun sebelumnya.

Bank merupakan salah satu pertumbuhan investasi terbaik akibat pertumbuhan permintaan kredit. Kredit Danamon meningkat 31 persen tahun lalu menjadi Rp82,658 miliar ($ 9,34 miliar) dari akhir tahun 2009 sedangkan laba bersih di 2010 mencapai Rp2,883 miliar, naik 88 persen dari tahun sebelumnya. Sejak awal tahun ini, harga saham Danamon telah meningkat hampir 13 persen yang kemungkinan disebabkan rumor penjualan, dan telah turun 6,7 persen di Bursa Efek Indonesia, di mana investor mulai melepas sahamnya akibat bank sentral telah mulai mengetatkan kebijakan moneter.

Untuk saat ini, investor tampaknya tidak terganggu oleh Bursa yang telah jatuh di belakang kurva karena niat pemerintah untuk mengatasi lonjakan inflasi dilakukan tanpa membatasi arus masuk modal asing. Dengan cadangan devisa yang hampir $ 100 miliar, Indonesia jauh kurang bergantung pada arus masuk asing yang volatile. Ketertarikan untuk membeli Danamon menggarisbawahi pertumbuhan perusahaan Asia.

Tahun lalu, Korea National Petroleum mencapai pengambilalihan energi dari perusahaan Inggris Dana senilai hampir $ 3 miliar, sedangkan China Sinopec mengakuisisi Syncrude Kanada sebesar $ 4,7 miliar dan Zhejiang Geely membeli unit mobil Volvo, Ford.

Namun, tidak jelas apakah akan ada penjualan. Menurut orang-orang yang akrab dengan masalah ini, masalah ini telah menyebabkan perdebatan sengit di Temasek. Beberapa mengatakan Danamon masih menguntungkan, sementara yang lain merasa pertumbuhan mungkin telah mencapai puncaknya dan bahwa sudah waktunya untuk menjual. Seorang juru bicara untuk Danamon mengatakan: "Kami tidak mengetahui informasi apa pun atau rencana yang berkaitan dengan perubahan dalam pertumbuhan kepemilikan saham utama." **cahyo

Related posts