Baru Dibangun Bocor, Cipta Karya No Comment

Kuningan – Beberapa bangunan instansi pemerintah yang baru selesai dikerjakan ternyata telah mengalami bocor dan keramik yang retak. Kepala dinas dan beberapa staf mengaku heran, namun ketika hal tersebut dikonfirmasi ke Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, H. Lili Suherli, ia tidak mau berkomentar.

Dari keterangan yang diperoleh Harian Ekonomi Neraca, Selasa (17/1). Kantor yang baru selesai dibangun dan bocor adalah kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), yang berada di Jalan Arya Kamuning, Komplek Taman Kota, di samping Gedung Gelanggang Pemuda. Dari pantauan, dinding ruangan muncul lumut akibat dari atap yang bocor. Padahal bangunan itu baru selesai direhab beberapa hari lalu.

Kepala BPPT, Haji Jajat Sudrajat membenarkannya. Tapi ia tidak berkomentar banyak terhadap kerusakan itu. Tidak sekadar bocor, cat dinding pun banyak yang mengelupas dan toilet pun mampet, sehingga tidak bisa digunakan. Nampaknya pemborong tidak apik dalam mengerjakan proyek tersebut.

Selain BPPT, ternyata kantor Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) pun baru beberapa hari selesai, sebagian keramik di lantai atas menggelembung, dan dikhawatirkan akan merembet pula ke keramik lainnya. Kalau dibandingkan, kondisi atap Diskominfo memang lebih bagus dari BPPT.

“Tapi yang pasti, pihak pemborong sudah tidak lagi memperhatikan kualitas bangunan dalam mengerjakannya. Ini terbukti dengan kondisi bangunan baru lainnya. Seperti Kantor Disperindag pun sama baru beberapa bulan sudah bocor dan catnya mengelupas. Berapa ratus juta uang yang terbuang sia-sia karena pemborong hanya memikirkan untung yang banyak dan mengenyampingkan kualitas bangunan,” papar pemerhati Kuningan, Abdullah.

Jika dikalkulasikan lebih dari Rp 2 miliar untuk dua bangunan saja. Seharusnya Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya tegas dalam memberikan sanksi maupun pengawasan kepada pihak pemborong.

“Ini bukan sekali, dua kali. Ini telah terjadi pula saat rehab gedung DPRD. Pemborong dan Cipta Karya seolah enggan disalahkan. Hukum pun tidak berjalan. Kalau dibiarkan, ini keenakan bagi pemborong,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya H. Lili Suherli tidak mau berkomentar. “Sudahlah, sudah dikasih rehab juga sudah untung. Saya ditunggu untuk mengikuti rapat,” ujarnya pendek.(nung)

BERITA TERKAIT

Era Baru Berkendara, EC-GO Bike Luncurkan Motor Hemat Ramah Lingkungan

Era Baru Berkendara, EC-GO Bike Luncurkan Motor Hemat Ramah Lingkungan NERACA Jakarta - Jakarta, sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian negara…

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir NERACA Jakarta -  Chairman of Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko mengatakan saat ini,…

Kembangkan Energi Baru Terbarukan - Baran Energy Hadirkan Energy Stroge System

NERACA Jakarta - Dukung program pemerintah dalam pengembangan energi alternatif, Baran Energy meluncurkan teknologi energi baru dan terbarukan (EBT) berupa…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Kunjungi Para Pengungsi Migran Pencari Suaka, James Riady Berharap Semua Pihak Membantu

Kunjungi Para Pengungsi Migran Pencari Suaka, James Riady Berharap Semua Pihak Membantu NERACA Jakarta - Pendiri dan Ketua Pembina Universitas…

PNM Diusulkan Dapat Suntikan Modal Rp2 Triliun dari PMN - RAPBN 2020

PNM Diusulkan Dapat Suntikan Modal Rp2 Triliun dari PMN RAPBN 2020 NERACA Bukittinggi – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)…

Kemenkop Gelar Bimtek Mitigasi Risiko Bencana Bagi KUMKM

Kemenkop Gelar Bimtek Mitigasi Risiko Bencana Bagi KUMKM NERACA Palangkaraya - Kementerian Koperasi dan UKM memandang pentingnya KUMKM mengetahui secara…