Ketersediaan Infrastruktur Bisa Naikkan Rating

Rabu, 18/01/2012

NERACA

Jakarta-- Pemerintah mengklaim serius terhadap pembangunan infrastruktur. Sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, maka lembaga rating Fitch akan menaikkan kembai peringkat utang Indonesia pada 2012. "Kita akan terus berkonsentrasi dengan pembangunan infrastruktur, sehingga kalau kita serius dengan ini, kita akan bisa menumbuhkan ekonomi," kata Menteri Keuangan Agus DW Martowardjojo kepada wartawan di Jakarta17/1

Lebih jauh kata Agus, beberapa tahun terakhir rasio defisit Indonesia berada di bawah 2%. Sehingga hal Ini akan menjadi konsentrasi dan perhatian pemerintah Ke depan. “Selain itu, pemerintah juga terus menyelesaikan berbagai Pekerjaan Rumah (PR) yang telah disampaikan Fitch sebelumnya seperti pemberantasan korupsi yang menghambat pembangunan,” tambahnya.

Mantan Dirut Bank Mandiri ini menambahkan pada 2012 pemerintah telah melakukan berbagai hal untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Beberapa hal yang ditargetkan pemerintah seperti pertumbuhan belanja modal yang mencapai 31% dari realisasi belanja tahun lalu serta dana bantuan sosial yang mencapai Rp47,8 triliun. "Kami juga akan telah menyiapkan Rp15,8 triliun untuk menjaga stabilitas fiskal seperti untuk menstabilkan harga bahan pangan," imbuhnya

Disisi lain, lanjut Agus, pemerintah juga menyiapkan crisis management protocol dan menjaga stabilitas bond jika sewaktu-waktu terjadi sudden revearsal (penarikan dana) besar-besaran. "Salah satunya lewat regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," tandasnya

Ditempat terpisah, Dekan FEUI, Firmazah mengatakan ketersediaan infrastruktur yang berkualitas dan memadai merupakan salah satu prasyarat penunjang daya saing nasional. Persoalan yang kerap muncul berkaitan dengan kondisi sarana dan prasaran dalam negeri, berdampak pada kerugian yang cukup besar. "Karena infrastruktur merupakan urat nadi perekonomian. Kalau kualitas rendah, arus barang dan jasa tidak optimal dan tidak efisien atau ekonomi biaya tinggi," ungkapnya

Berdasarkan catatan world economic forum (WEF) dalam global competitiveness report 2011. Posisi Indonesia turun dua peringkat ke urutan 46 dari 142 negara yang disurvei oleh WEF untuk periode 2011-2012. Kondisi infrastruktur dianggap masih memprihatinkan mengingat kualitas dari fasilitas pelabuhan dan keterbatasan pasokan listrik belum menunjukkan kemajuan. Kualitas dari fasilitas pelabuhan menempati urutan ke-103 atau turun tujuh peringkat, sedangkan pasokan listrik berada di urutan 98.

Peran sektor infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baik regional maupun nasional. Terbatasnya ketersediaan dan kondisi infrastruktur, berpotensi menjadi penghambat laju perekonomian nasional. Rendahnya kualitas infrastruktur di dalam negeri harus disikapi dengan langkah nyata.

Banjir yang merendam jalan tol Jakarta-Merak dan persoalan yang berkaitan dengan infrastruktur vital lainnya, harus dibenahi. "Kalau tidak segera diatasi, bisa mengganggu jalur logistik antarpulau. Infrastruktur vital harus diamankan," tandasnya.

Terhambatnya arus logistik barang dari pulau Sumatera ke Jawa, berpengaruh pada logistik nasional. Pemerintah tidak bisa saling melempar tanggungjawab atas pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur yang vital bagi roda perekonomian nasional.

Pemerintah tidak hanya memiliki kewajiban menyediakan dan membangun infrastruktur saja, tapi juga harus member perhatian lebih dari sisi pemeliharaan. Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah perlu berkoordinasi lebih intensif guna meningkatkan pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada. "Ini persoalan pusat dan daerah, anggaran pemeliharaan juga penting diperhatikan untuk menjaga kualitas," pungkasnya. **cahyo