Ketersediaan Infrastruktur Bisa Naikkan Rating

NERACA

Jakarta-- Pemerintah mengklaim serius terhadap pembangunan infrastruktur. Sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, maka lembaga rating Fitch akan menaikkan kembai peringkat utang Indonesia pada 2012. "Kita akan terus berkonsentrasi dengan pembangunan infrastruktur, sehingga kalau kita serius dengan ini, kita akan bisa menumbuhkan ekonomi," kata Menteri Keuangan Agus DW Martowardjojo kepada wartawan di Jakarta17/1

Lebih jauh kata Agus, beberapa tahun terakhir rasio defisit Indonesia berada di bawah 2%. Sehingga hal Ini akan menjadi konsentrasi dan perhatian pemerintah Ke depan. “Selain itu, pemerintah juga terus menyelesaikan berbagai Pekerjaan Rumah (PR) yang telah disampaikan Fitch sebelumnya seperti pemberantasan korupsi yang menghambat pembangunan,” tambahnya.

Mantan Dirut Bank Mandiri ini menambahkan pada 2012 pemerintah telah melakukan berbagai hal untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Beberapa hal yang ditargetkan pemerintah seperti pertumbuhan belanja modal yang mencapai 31% dari realisasi belanja tahun lalu serta dana bantuan sosial yang mencapai Rp47,8 triliun. "Kami juga akan telah menyiapkan Rp15,8 triliun untuk menjaga stabilitas fiskal seperti untuk menstabilkan harga bahan pangan," imbuhnya

Disisi lain, lanjut Agus, pemerintah juga menyiapkan crisis management protocol dan menjaga stabilitas bond jika sewaktu-waktu terjadi sudden revearsal (penarikan dana) besar-besaran. "Salah satunya lewat regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," tandasnya

Ditempat terpisah, Dekan FEUI, Firmazah mengatakan ketersediaan infrastruktur yang berkualitas dan memadai merupakan salah satu prasyarat penunjang daya saing nasional. Persoalan yang kerap muncul berkaitan dengan kondisi sarana dan prasaran dalam negeri, berdampak pada kerugian yang cukup besar. "Karena infrastruktur merupakan urat nadi perekonomian. Kalau kualitas rendah, arus barang dan jasa tidak optimal dan tidak efisien atau ekonomi biaya tinggi," ungkapnya

Berdasarkan catatan world economic forum (WEF) dalam global competitiveness report 2011. Posisi Indonesia turun dua peringkat ke urutan 46 dari 142 negara yang disurvei oleh WEF untuk periode 2011-2012. Kondisi infrastruktur dianggap masih memprihatinkan mengingat kualitas dari fasilitas pelabuhan dan keterbatasan pasokan listrik belum menunjukkan kemajuan. Kualitas dari fasilitas pelabuhan menempati urutan ke-103 atau turun tujuh peringkat, sedangkan pasokan listrik berada di urutan 98.

Peran sektor infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baik regional maupun nasional. Terbatasnya ketersediaan dan kondisi infrastruktur, berpotensi menjadi penghambat laju perekonomian nasional. Rendahnya kualitas infrastruktur di dalam negeri harus disikapi dengan langkah nyata.

Banjir yang merendam jalan tol Jakarta-Merak dan persoalan yang berkaitan dengan infrastruktur vital lainnya, harus dibenahi. "Kalau tidak segera diatasi, bisa mengganggu jalur logistik antarpulau. Infrastruktur vital harus diamankan," tandasnya.

Terhambatnya arus logistik barang dari pulau Sumatera ke Jawa, berpengaruh pada logistik nasional. Pemerintah tidak bisa saling melempar tanggungjawab atas pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur yang vital bagi roda perekonomian nasional.

Pemerintah tidak hanya memiliki kewajiban menyediakan dan membangun infrastruktur saja, tapi juga harus member perhatian lebih dari sisi pemeliharaan. Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah perlu berkoordinasi lebih intensif guna meningkatkan pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada. "Ini persoalan pusat dan daerah, anggaran pemeliharaan juga penting diperhatikan untuk menjaga kualitas," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Cegah Kartel Perdagangan Nikel, Aturan Pertambangan Perlu Diperbaiki

NERACA Jakarta - Dugaan praktek kartel perdagangan nikel domestik oleh pabrik smelter yang telah beroperasi di Indonesia kian meresahkan pengusaha…

Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai Capai 79,24%

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan realisasi penerimaan bea dan…

Kemenaker Klaim Angka Pengangguran Terendah Sejak Reformasi

  NERACA   Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI mengatakan angka pengangguran di Tanah Air pada 2019 mengalami penurunan hingga…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Realisasi Belanja Negara Hingga Oktober Capai 73,1%

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa realisasi belanja negara sejak Januari hingga Oktober…

Cara Menpan RB Rampingkan Birokrasi

    NERACA   Jakarta - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menyampaikan langkah-langkah perampingan…

Kemendagri Minta Pemda Evaluasi Perda Terkait Dugaan Desa Fiktif

    NERACA   Jakarta - Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah agar mengevaluasi peraturan daerah pembentukan desa terkait belakangan…