Asyiknya belajar memanfaatkan sampah di Kelas Hijau Esia - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) sebagai salah satu operator CDMA terbesar di Indonesia memberikan apresiasi untuk membangkitkan kesadaran dan kepedulian lingkungan kepada siswa sekolah.

Hal ini membuktikan bahwa PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) tidak hanya fokus terhadap keuntungan perusahaan semata saja. Melalui kegiatan Corporate Sosial Responsibility (CSR) di Yayasan Albadriyah, Desa Cijengkol Sukabumi. Kelas Hijau Esia melakukan aksi memanfaatkan sampah sebagai aksi mencintai lingkungan dengan cara yang menyenangkan.

Menurut Fauziah Syafarina Nst (Ririen), GM PR & CSR, BTEL bahwa kelas Hijau Esia yang merupakan bagian dari Hijau Untuk Negeri tidak hanya dipandang sebagai tanggung jawab sosial perusahaan. Kami ingin Kelas Hijau Esia dapat menjadi gerakan peduli lingkungan bagi baik bagi siswa sekolah termasuk guru dan wali murid siswa.

Dalam kegiatan Kelas Hijau Esia ini, BTEL mendapat dukungan bantuan dari Sanken dan rekan-rekan World Bank dalam memberikan bantuan alat-alat elektronik berupa TV, DVD , Notebook beserta Modem untuk menikmati layanan gratis Internet dari BTEL.

“Dukungan yang kami dapatkan dari pihak Sanken dan rekan-rekan World Bank merupakan kejutan dan penghormatan bagi kami. Ketertarikan mereka terhadap pelaksanaan program Kelas Hijau Esia yang membuat mereka ingin turut serta dalam kegiatan di Yayasan Berbagai kegiatan dilakukan di Albadriyah” jelas Ririen.

Yayasan yang memiliki 800 siswa baik dari tingkatan Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Dimulai dari program Baca Bercerita bagi para guru untuk memulai membiasakan anak muridnya membaca buku Lingkungan Hidup. Siswa kelas 1-3 SD di ajak mendengarkan dongeng Monyet dan Kelinci yang sarat dengan ajakan untuk menjaga lingkungan.

Ular tangga mengenai Sampah, Udara dan Air di permainkan oleh siswa kelas 4-6 SD menambahkan keceriaan dalam proses belajar. Materi membuat Komposter dan Kompos diberikan kepada siswa kelas 1-3 SMP, yang dilanjutkan dengan mempraktekkan pengolahan sampah di sekolah. Dengan memanfaatkan kaleng bekas, siswa kelas 1-3 SMA belajar membuat Kamera Lubang Jarum.

Keberhasilan Kelas Hijau Esia pada hari ini merupakan bentuk kerja team dan dukungan fasilitator CSR Esia. Komunitas Reading Bugs, Komunitas Kamera Lubang Jarum Indonesia serta Komunitas Science dan Lingkungan telah membantu kami dalam menyiapkan materi dan proses pengajaran lingkungan dengan cara menyenangkan.

Kegiatan ini diyakini bisa memberikan kepedulian akan lingkungan yang ada disekitarnya agar bisa terus tetap terjaga dan juga tetap hijau. “Kami yakin hal ini bisa diwujudkan diseluruh Indonesia nantinya. Kalau hal ini bisa dipahami dengan baik. karena kegiatan ini sepenuhnya memang untuk masyarakat,” paparnya.

BERITA TERKAIT

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Mengelola Sampah di Jakarta

Oleh: Arief Mujayatno Salah satu persoalan besar yang dihadapi kota-kota besar di Indonesia adalah masalah pengelolaan sampah. Produksi sampah masyarakat…

Pemkab Lebak Dorong Bank Sampah Tumbuhkan Ekonomi

Pemkab Lebak Dorong Bank Sampah Tumbuhkan Ekonomi NERACA Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, mendorong bank sampah yang dikelola…

BERITA LAINNYA DI

Sisa Kanal 3G Jadi Rebutan - Pemerintah Undur Jadwal Lelang

    NERACA Persaingan operator seluler makin tak terbendung. Peningkatan kualitas layanan serta tranformasi teknologi komunikasi adalah sebagian dari pemicunya,…

Operator Seluler Tangkap Peluang Ramadan - Momentum untuk Bersilaturahmi

Ramadan memberikan berkah tersendiri bagi operator. Ini dipicu karakter masyarakat Indonesia yang memanfaatkan Ramadan sebagai momentum untuk bersilaturahmi maupun mempererat hubungan…

Kuota Habis, Internet Tetap Jalan

NERACA AlwaysOn, memberi keleluasaan mengakses internet tanpa khawatir dibatasi kuota maupun masa aktif yang terlalu singkat. Akses internet telah menjadi…