Menilik Bisnis Ditahun Naga

Pada tahun naga air diperkirakan banyak bisnis mengalami kemerosotan, bahkan diramalkan bisnis susah mengalir, namun ada juga yang berharap kemajuan bisnis menyertai di tahun naga.

NERACA. Menurut kalender China, tahun 2012 adalah tahun naga air. Masa tahun naga air ini sendiri akan berlangsung pada 23 Januari 2012 sampai dengan 9 Februari 2013. Tahun 2012 yang diyakini juga merupakan tahun naga Air positif dengan elemen kayu, dilihat dari sifat naga, yakni memiliki sifat angkuh, sosok yang rendah hati, menjunjung tinggi kejujuran, memelihara persahabatan, sabar dan mengormati harga diri, suka menolong dan masih banyak lagi sifat positif yang dimilikinya.

Sang naga mewakili lambang dari kekuatan, sukses dan kebahagiaan. Ini adalah karakter mitologi naga dilukiskan memiliki kepala sapi, moncong keledai, mata udang, tanduk rusa, tubuh ular ditutupi dengan sisik ikan dan kaki burung phoenix.

Untuk meraih keberuntungan sepanjang tahun naga, dibutuhkan kerja keras, berani menghadapi tantangan dan rintangan. Naga yang berjalan dalam hujan di tahun 2012, bisa terbang ke angkasa raya, berkelebat bagaikan kilat untuk memanggil sang angin Muson untuk menciptakan badai dari air hujan.

Optimis namun tetap menjaga kewaspadaan, kelihatanya menjadi pegangan yang baik untuk setiap orang dalam mengambil keputusan yang berani namun disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada secara wajar. Bahkan bukan tak mungkin harus mengalami pula beberapa kali jatuh-bangun sebelum meraih keberuntungan atau mencapai kesuksesan.

Bisnis yang paling dilihat dari lemahnya ekonomi dengan adanya banjir dan musim paceklik panjang, maka tumbuh-tumbuhan dan hasil bumi akan naik harganya, karena permintaan banyak suplai kurang, krisis pangan akan ada. Yang paling ditakutkan ada pasangnya air laut, sehingga harga-harga ikan akan naik.

Dilihat lagi dari sisi naga, bahwa naga adalah ciptaan China, walaupun dibeberapa kebudayaan ada, tapi garis besar orang China yang membuat naga, maka akan booming tahun 2012 ini produk-produk China, seperti motor listrik, mobil hemat energi dari China akan membanjiri banyak negara, termasuk buah dan plastik pun dari China, termasuk kain tahun 2011 sudah terlihat banyak pabrik yang tutup seperti pabrik pakaian, tas, dan pabrik ember pun tutup.

Namun logam cuma bisa beruntung tahun 2012 itu dengan adanya unsur api, misalnya bidang elektronik, seperti pembangkit listrik, orang yang berbisnis pembangkit listrik pasti kaya. Kalau bisnis sedangkan untuk bisnis yang berat ditahun Naga Air itu hasil bumi, air, kertas, termasuk bisnis air, seperti pabrik minuman mineral kemasan akan hancur akan jatuh karena air ketemu air ya Chiong atau naas (jelek). terkait ekonomi di tahun naga, Kalau dilihat perkembangan ekonomi 2012 harga emas akan mencapai Rp 650.000 sampai Rp 1 juta (per gram), harga premium sampai Rp 6000, harga Pertamax bisa sampai Rp 10.000 karena naiknya harga minyak. Kemudian harga tanah bisa dua kali lipat karena harga emas naik.

Bisnis properti akan naik dari sisi hong shui, rumah yang bagus di 2012 ini adalah yang menghadap ke Tenggara dan Selatan. Ini karena naga itu keluarnya dari Utara, orang carinya semua yang Tenggara dan Selatan, beberapa (pengembang) properti akan mengalami kesulitan karena mereka sudah terima uang duluan (DP), kalau harga bahan bangunan sudah naik semua, termasuk semen.

Yang perlu diwaspadai adalah, semakin tingginya harga properti, maka makin tinggilah harga emas, tak pelak semakin tinggi pula kesenjangan sosial, keamanan makin kurang. Orang kalangan bawah mau memiliki rumah makin nggak mampu mau makan nggak mampu sehingga adanya banyaknya kejahatan. Semua orang yang berbisnis yang terkait unsur api, semua laris. Elektronika dan restoran. Elektronika laris, seperti orang yang dagang produk elektronika HP China pun laris, dari pada membeli Blackberry nggak mampu, yang tidak mampu lebih memilih membeli yang buatan China Rp 300.000 HP yang bisa internetan semua. Akhirnya orang yang jualan HP China diprediksi akan mengalami peningkatan .

Kalau saham dari siklusnya selalu angka 8, misalnya kejatuhan bursa 1998, tahun 2008 dan tahun 2018, memang 2005 ada penurunan tapi 2008 lebih jatuh lagi. Memang untuk saham bagi pasar di Indonesia selalu jatuh diangka 8. Tahun 2012 cukup jatuh tapi akan lebih jatuh lagi di 2018, Tahun naga itu memang nggak bisa dibaca, akan hancur tatanan ekonomi, tatanan negara, masalah politik.

Tahun ini memang polanya abu-abu tak bisa diraba terlalu banyak, walaupun bagaimanapun naga dibutuhkan oleh orang, maka ada istilah jalur kepala naga atau jalur bisnis. Sekarang ini 2012 adalah tahun munculnya kepala naga air, maka kalau tahun ekonomi bisa bagus maka tahun selanjutnya akan bagus, tapi kalau tahun ini tidak baik, 11 tahun ke depan pun akan tidak baik terus ekonominya.

Orang berbisnis itu tergantung dengan nasib, berarti ada peluang. Peluang usaha itu kan bagaimana ada kedekatan dengan seseorang dan memberi peluang dan mereka kerja keras, kedua ini penting. Ada juga unsur hoki dan ada pula bagaimana mereka menghasilkan uang.

BERITA TERKAIT

Penetrasi Bisnis LNG Skala Kecil Pertamina ke Industri Wisata dan Horeka - Sangat Strategis

Penetrasi Bisnis LNG Skala Kecil Pertamina ke Industri Wisata dan Horeka Sangat Strategis NERACA Jakarta - Penetrasi bisnis gas alam…

Geliat Bisnis Investasi - PII Agresif Sertakan Saham di Anak Usaha IPC

NERACA Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII) yang merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC, sampai…

Bisnis Apartemen di Depok Investasi Menjanjikan

Bisnis Apartemen di Depok Investasi Menjanjikan NERACA Depok - Pengembang apartemen Cimanggis City Mall menilai Kota Depok Jawa Barat merupakan…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…