Ketika Sakit Ginjal Mulai Menyergap

Sabtu, 21/01/2012

Bagi anda yang sering mengeluh sakit pinggang, harap berhati hati. Bukan mustahil Anda terserang sakit batu ginjal.

Neraca. Dengan berat hanya sekitar 150 gram atau sebesar kira-kira separuh genggaman tangan kita, ginjal memiliki fungsi sangat strategis dalam mempengaruhi kinerja semua bagian tubuh. Selain mengatur keseimbangan cairan tubuh, eletrolit, dan asam basa, ginjal juga akan membuang sisa metabolisme yang akan meracuni tubuh, mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan tulang.

Pada penyakit ginjal kronik terjadi penurunan fungsi ginjal secara perlahan sehingga terjadi gagal ginjal yang merupakan stadium terberat penyakit ginjal kronik. Jika sudah sampai stadium ini, pasien memerlukan terapi pengganti ginjal berupa cuci darah (hemodialisis) atau cangkok ginjal yang biayanya mahal.

Tanda-tanda penyakit ginjal sering tanpa keluhan sama sekali, bahkan tak sedikit penderita mengalami penurunan fungsi ginjal hingga 90% tanpa didahului keluhan. Oleh karena itu, pasien sebaiknya waspada jika mengalami gejala-gejala seperti, tekanan darah tinggi, perubahan jumlah kencing, ada darah dalam air kencing, bengkak pada kaki dan pergelangan kaki, rasa lemah serta sulit tidur, sakit kepala, sesak, dan merasa mual dan muntah.

Penyakit ginjal memang bukan penyakit menular, setiap orang dapat terkena penyakit ginjal, namun mereka yang memiliki faktor risiko tinggi seperti mereka yang memiliki riwayat darah tinggi di keluarga, diabetes, penyakit jantung, serta ada anggota keluarga yang dinyatakan dokter sakit ginjal sebaiknya melakukan pemeriksaan dini.

Ada beberapa jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui kesehatan ginjal, salah satunya yang paling umum adalah pemeriksaan urin. Jika ada kandungan protein atau darah dalam air kencing tersebut, maka menunjukkan kelainan dari ginjal. Atau bisa juga melakukan pemeriksaan darah guna mengukur kadar kreatinin dan urea dalam darah. Jika kadar kedua zat itu meningkat, menunjukan gejala kelainan ginjal. Sementara pemeriksaan tahap lanjut untuk mengenali kelainan ginjal berupa pemeriksaan radiologis dan biopsi ginjal. Biasanya pemeriksaan ini atas indikasi tertentu dan sesuai saran dokter.

Transplantasi organ telah menjadi prosedur rutin dan umum dari waktu ke waktu semakin banyak pasien yang memilih melakukan prosedur ini dan diet merupakan salah satu komponen penting dari proses transplantasi. diet yang tepat penting untuk menjamin ginjal baru tetap berada dalm kondisi sehat dan dapat bekerja optimal, Setelah transplantasi, sangat penting untuk mengatur diet agar pasien terhindar dari obesitas, diabetes, atau jenis penyakit yang melibatkan pembuluh darah, seperti dislipidemia.

Secara garis besar, setelah melakukan transplantasi ginjal, pasien harus memperbanyak makan buah-buahan segar bersama dengan sayuran, dan membatasi asupan lemak, gula, dan garam. Selain itu, kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol juga harus dihentikan. Obat-obatan steroid yang sering diresepkan bersamaan dengan prosedur transplantasi biasanya akan menurunkan kemampuan tubuh untuk memanfaatkan gula.