Pemerintah Komitmen Indonesia Bebas Campak di 2020

Pemerintah saat ini berkomitmen untuk mengeliminasi penyakit campak dan rubella dengan target pada 2020 mendatang. Program ini diawali di pulau Jawa hingga akhir bulan ini. Namun, masyarakat dikejutkan dengan pemberitaan soal anak asal Demak yang sakit pasca imunisasi MR (Measles Rubella).

Ketua Komnas Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (PP KIPI), Hindra Irawan Satari menuturkan, anak tersebut sebelumnya sudah mengalami sakit. Berangkat dari hal ini, Hindra menganjurkan para orang tua untuk memastikan anak dalam keadaan sehat sebelum imunisasi. "(Penting untuk) memastikan anak tidak sedang sakit sebelum vaksinasi. Imunisasi adalah tindakan medis," katanya saat konferensi pers di gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, pada Selasa (15/8).

Hindra menjelaskan, gejala atau kejadian pasca imunisasi tak serta merta muncul begitu saja. Ada rentang atau onset setelah vaksinasi. Data mengenai kejadian pasca imunisasi serta data acuan global akan jadi bekal lembaga independen ini untuk memutuskan apakah ada hubungan kausalitas atau tidak.

Sejauh ini, terdapat delapan kasus pasca imunisasi. Namun hingga kini, Komnas PP KIPI menyatakan bahwa kejadian tidak ada hubungan kausalitas antara kejadian dengan vaksinasi. Kejadian yang ditemui berupa demam, ruam, kejang dan anak dirawat di rumah sakit. Hindra memberikan contoh, di kepustakaan atau data global menyebutkan onset 7-12 hari.

"Misal demam ringan pada campak (kemungkinan kejadian) 5-15 persen. Kalau dua hari setelah penyuntikan (terjadi demam), berarti bukan karena vaksin," jelasnya."Ruam 2 persen, tapi timbulnya 7-10 hari setelah penyuntikan. Kejang, biasanya ada riwayat kejang sebelumnya atau di keluarga. Atau ada penyakit lain."

Ia menambahkan, program berjalan hingga akhir Agustus dan akan direkap. Jika masih ada anak yang belum divaksin, maka pihaknya akan melakukan sweeping ke sekolah-sekolah atau lembaga kesehatan. Mereka yang belum divaksin akan berkesempatan divaksin hingga September mendatang."Jika ada gejala atau kejadian, lebih baik melapor ke sekolah atau lembaga kesehatan, jangan ke media sosial. Data sangat penting untuk kami," tegasnya.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F Moeloek memastikan pemberian vaksin measles rubella (MR) aman bagi anak. Vaksin untuk mencegah penyakit campak Jerman ini menjadi bagian dari program imunisasi nasional yang digalakkan pemerintah.

Nila memastikan keamanan tersebut setelah sebelumnya ada penolakan dari sebagian masyarakat, terutama orang tua murid di sejumlah daerah."Saya rasa (amanat) presiden sudah jelas. Imunisasi baru ini kan untuk melindungi anak-anak dari penyakit yang tidak diinginkan,” kata Nila saat ditemui dalam acara pemberian vaksin MR kepada siswa-siswi SMPN 103 Cijantung, Jakarta Timur, “Jadi, kalau ada orang tua yang tidak mau memproteksi anaknya, ya sangat disayangkan,"kata dia.

BERITA TERKAIT

Medco Naik Peringkat Dari Negatif Jadi Positif - Komitmen Lunasi Utang

NERACA Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memperoleh peringkat idA+ dari lembaga rating PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).…

Kapolri - Indonesia Target Investor Global

Jenderal Pol Tito Karnavian  Kapolri Indonesia Target Investor Global Jakarta - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito…

Lewat Teknologi, Syngenta Ingin Kembangkan Pertanian Indonesia

  NERACA   Jakarta - Terbatasnya lahan pertanian di Indonesia, serta tuntutan akan pangan yang berkualitas menjadi salah satu tantangan…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Alasan Diabetes Bisa Berujung Kematian Mendadak

Mengapa kadar gula tinggi pada penyandang diabetes bisa menyebabkan kematian mendadak? berikut paparan spesialis penyakit dalam dari RSCM, Dr. Wismandari…

Alat Kontrasepsi IUD Dapat Kurangi Risiko Kanker Serviks

Perempuan yang mendapat alat kontrasepsi (intra-uterine device/IUD) untuk mengendalikan kelahiran tampaknya memiliki risiko lebih kecil terkena kanker serviks, kanker paling…

Olahraga Bersama Lebih Ampuh Kurangi Stres

Berolahraga bersama teman kemungkinan besar lebih baik untuk kesehatan Anda, ketimbang melakukannya sendirian. Studi dalam Journal of the American Osteopathic…