LPS Tahan Suku Bunga Penjaminan

NERACA

Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melakukan evaluasi tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di Bank Umum serta untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Tingkat bunga penjaminan untuk periode 16 Mei 2017 sampai dengan 14 September 2017 tidak mengalami perubahan. Tingkat bunga penjaminan dalam rupiah di bank umum sebesar 6,25 persen, sedangkan dalam valas sebesar 0,75 persen dan tingkat bunga penjaminan dalam rupiah di BPR 8,75 persen. “Tingkat Bunga Penjaminan saat ini dipandang masih sejalan dengan arah perkembangan terkini suku bunga simpanan perbankan,” ujar Sekretaris LPS, Samsu Adi Nugroho dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa, (22/8).

Dia mengungkapkan, bahwa sesuai dengan ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin. Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan penjaminan, LPS mengimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan. “Bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ucap Samsu Adi.

Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi makro dalam negeri secara umum terjaga dengan baik, yang ditunjukkan oleh indikator seperti inflasi, nilai tukar, dan yield surat berharga. Namun perkembangan kebijakan moneter di negara-negara maju perlu untuk dicermati karena dapat berpengaruh bagi kondisi likuiditas.

BERITA TERKAIT

Alasan Bunga Murah, LPDB Jadi Incaran Koperasi dan UKM

Alasan Bunga Murah, LPDB Jadi Incaran Koperasi dan UKM NERACA Semarang - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil,…

Suku Bunga 4,25% untuk Dorong Investasi

  NERACA   Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menyatakan suku bunga acuan sebesar 4,25 persen sudah…

Pasar Finansial Soroti Suku Bunga Acuan

NERACA   Jakarta - Research Analyst FXTM Lukman Otunuga menyatakan pasar finansial menyoroti kebijakan Bank Indonesia yang tetap mempertahankan tingkat…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Tingkat Profitabilitas Perbankan Terus Menurun

      NERACA   Jakarta - Tingkat profitabilitas perbankan terus menurun selama 5 tahun terkahir karena margin dari penyaluran…

OJK Ingin Industri Keuangan Turunkan Ketimpangan

  NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjajikan akan mendorong industri jasa keuangan…

Bank Banten Buka Kantor Cabang Di Tangerang

      NERACA   Serang - PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk (Bank Banten) sebagai bank milik Pemerintah Provinsi…