Indonesia-Uzbekistan Bangun Kemitraan Pertanian

NERACA

Jakarta – Indonesia dan Uzbekistan sepakat mengoptimalkan kerja sama kemitraan di bidang pertanian dengan ditandai kedatangan Deputi Perdana Menteri Uzbekistan merangkap Menteri Pertanian dan Sumberdaya Air Zoir T. Mirzaev.

Kedatangan Zoir T. Mirzaev yang disambut oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman karena Indonesia dinilai mampu berswasembada pangan khususnya beras, jagung, bawang merah dan cabai serta mampu pengelola sumber daya pertanian untuk memenuhi pangan nasional.

"Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada telah diketahui Uzbekistan sehingga mereka sungguh-sungguh ingin membangun kemitraan pertanian secara intensif dan saling menguntungkan," kata Amran sebagaimana disalin dari Antara.

Pembicaraan Zoir T Mirzaev dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mengoptimalkan kerjasama kedua negara yang disepakati melalui lima poin. Pertama, Indonesia dan Uzbekistan akan melakukan pertukaran para peneliti dan mahasiswa, poin kedua Uzbekistan menginginkan Indonesia transfer teknologi lada, rempah, kedelai dan mengusulkan pertukaran sumber genetik kedelai.

Ketiga, Indonesia akan mengadopsi teknologi irigasi dari Uzbekistan, keempat, Indonesia menginginkan agar Uzbekistan membantu kampanye positif kelapa sawit dan kelima, Indonesia mengundang investor Uzbekistan untuk investasi tebu/gula, sapi dan jagung.

Menurut Amran, Uzbekistan menjadi pasar yang potensial untuk ekspor sejumlah komoditas dari Indonesia. "Uzbekistan selama ini menjadi pasar potensial untuk ekspor dari Indonesia untuk komoditas seperti kelapa, kelapa sawit, teh, karet, kopi dan nenas," kata Amran.

Selanjutnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berencana melakukan kunjungan balasan ke Uzbekistan pada tahun depan. Ada pun Republik Uzbekistan adalah negara yang terletak di Asia Tengah dan Eropa Timur dan menjadi negara terluas ke-56 di dunia. Negara ini cukup maju di bidang pertanian yakni memiliki kapas seluas 1 juta hektar dan fishpond "tambak" seluas 1 juta hektar sebagai rainfall harvesting system "sistem tadah hujan". Pengelolaan air irigasi tetes di Uzbekistan cukup berkontribusi terhadap produksi buah dan sayuran sehingga negara tersebut mampu mengekspor ke 80 negara.

Amran Sulaiman usai pertemuan dengan Deputi Perdana Menteri Uzbekistan di Jakarta, Senin mengatakan, Uzbekistan selama ini menjadi pasar potensial untuk ekspor dari Indonesia untuk komoditas seperti kelapa, kelapa sawit, teh, karet, kopi dan nanas.

Pembicaraan Zoir T Mirzaev dengan Amran Sulaiman untuk mengoptimalkan kerja sama kedua negara. Kerja sama disepakati dengan fokus, pertama, akan dilakukan pertukaran para peneliti dan mahasiswa, Kedua, Uzbekistan menginginkan Indonesia transfer teknologi lada, rempah, kedelai dan mengusulkan pertukaran sumber genetik kedelai. Ketiga, Indonesia akan mengadopsi teknologi irigasi dari Uzbekistan.

Keempat Indonesia menginginkan agar Uzbekistan membantu kampanye positif kelapa sawit. Kelima Indonesia mengundang investor Uzbekistan untuk investasi tebu/gula, sapi dan jagung.

Republik Uzbekistan adalah negara yang terletak di Asia Tengah dan Eropa Timur, merupakan negara terluas ke-56 di dunia. Negara ini cukup maju di bidang pertanian, khususnya memiliki kapas seluas sejuta hektare dan fishpond seluas sejuta hektare sebagai rainfall harvesting system.

Pengelolaan air irigasi tetes cukup berkontribusi terhadap produksi buah dan sayuran sehingga mampu mengekspor ke 80 negara. Kedatangan Zoir T Mirzaev, Deputi Perdana Menteri Uzbekistan merangkap Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air ke Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia atas perintah Presiden Uzbekistan.

Hal itu mengingat Indonesia mampu berswasembada pangan khususnya beras, jagung, bawang merah dan cabai serta mampu mengelola sumber daya pertanian secara efektif untuk memenuhi pangan 258 juta penduduk.

"Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada telah diketahui Uzbekistan sehingga mereka sungguh-sungguh ingin membangun kemitraan pertanian secara intensif dan saling menguntungkan," ujar Mentan.

BERITA TERKAIT

Austindo Butuh Dana Investasi US$ 23 Juta - Bangun Dua Pabrik Baru

NERACA Jakarta - Genjot kapasitas produksi, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) berencana membangun pabrik kelapa sawit baru serta pabrik…

Indonesia Rangking 3 Besar Wisatawan Digital Dunia

      NERACA   Jakarta - Para pelancong asal Indonesia ternyata menduduki rangking tiga besar dunia untuk pemanfaatan alat…

Bank Mandiri Tawarkan Bunga Kredit Rendah - Festival Properti Indonesia

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri bersama situs properti 123.com menghadirkan Festival Properti Indonesia sebagai ajang yang…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Meningkatkan Daya Saing SDM Industri Dengan Program Vokasi

NERACA Kediri - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan lemahnya daya saing industri dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah Sumber Daya…

Wilayah Jawa Tengah - KKP Beri Bantuan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

NERACA Pekalongan - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) kembali menyalurkan bantuan alat penangkapan ikan…

Korea Nilai Indonesia Mitra Penting di Sektor Industri

NERACA Jakarta – Pemerintah Korea Selatan menyatakan bahwa penguatan kerja sama dengan Indonesia pada saat ini menjadi penting. Salah satu…